Avesiar – Surabaya
Seluruh siswa SD dan SMP di Surabaya bebas dari beban mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mulai 10 November 2022. Tujuan dari dihapusnya Pekerjaan Rumah (PR) yaitu agar murid memiliki waktu lebih untuk bersosialisasi di lingkungan tempat tinggalnya.
Dikutip dari Suara Muhammadiyah, Selasa (15/11/2022), SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang, Surabaya, melalui kepala sekolahnya Edy Susanto, M.Pd mengatakan bahwa pembelajaran tanpa PR tersebut merupakan sebuah kemajuan pendidikan di Surabaya.
“Menurut saya itu kebijakan yang strategis dan tepat sekali. Kegiatan PR untuk anak-anak di SD Muhammadiyah 4 Surabaya sudah dihapus tahun 1995, dengan istilah pembelajaran secara total, menuntaskannya di sekolah,” ujar Edy.
Dikatakannya, pendidikan itu tidak selalu identik dengan belajar yang namanya akademik di mana Ki Hajar Dewantara memberikan konsep pendidikan ada tiga antara lain, di keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengasah kecerdasan sosial anak.
Edy mempunyai tiga konsep keberhasilan anak di antaranya; pertama, anak-anak harus dibekali adaptasi dengan lingkungan dan perubahan. Kedua, anak harus dapat mengendalikan diri, anak pintar namun emosinya tinggi akan gagal. Ketiga, pengembangan diri anak itu penting, bisa akademik dan non akademik (life skill).
“Sistem mengajar hanya dengan konsep akademik merupakan konsep yang kuno dan sudah tertinggal di era abad 20, sekarang kita sudah memasuki abad 21 jadi harus bisa menyeimbangkan antara akademik dan non akademik atau life skill anak,” katanya. (adm)













Discussion about this post