Avesiar – Cianjur
Gempa bumi Cianjur menyisakan kesedihan bagi masyarakat yang terdampak. Salah satu dampak yang terasa bagi anak-anak adalah robohnya gedung-gedung sekolah. Kejadian tersebut mengakibatkan proses belajar mengajar menjadi terhenti.
Salah satu pembelajaran yang penting untuk dilakukan adalah mengenai literasi digital, terutama di daerah yang mengalami bencana. Hal ini karena dikhawatirkan akan muncul beragam hoaks terkait bencana yang ada di Cianjur.
Tim kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Sahid yang beranggotakan Dr. T. Titi Widaningsih, Khairul Syafuddin, dan RM Listijono Setyopratignjo, serta dibantu 2 orang mahasiswa Fika Dwi Setianingrum dan Khairi Rahmatika melaksanakan kegiatan peningkatan literasi digital untuk siswa SDN Jamaras, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (15/12/2022).
Kedatangan mereka sekaligus memberikan bantuan kepada seluruh siswa SDN Jamaras berupa tas sekolah beserta alat tulis, meja belajar mini, alat edukasi ular tangga ukuran 3×3, dan laptop untuk guru di sekolah.

Menurut Dr. T. Titi Widaningsih, ketua tim PKM Usahid, ancaman berupa terpaan informasi hoaks perlu disadari warga di sana, terutama anak-anak dan guru agar tidak mudah terkena informasi semacam itu. Banyaknya informasi yang tersebar juga mendorong semakin banyak informasi yang simpang siur terkait peristiwa yang terjadi. Informasi yang simpang siur ini dapat menghasilkan sebuah berita yang belum tentu akurat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan efek negatif bagi para pengungsi yang masih memiliki rasa trauma terhadap bencana yang terjadi.
Dijelaskan pada kegiatan tersebut, bahwa media sosial memiliki potensi atas banyaknya penyebaran informasi hoaks yang mengandung konteks bencana. Banyaknya informasi hoaks ini mendorong perlunya kegiatan berupa peningkatan literasi digital. Terutama bagi siswa karena mereka termasuk pihak yang psikologinya rawan terkena efek negatif yang membuatnya menjadi stres.

Tim PKM Usahid melakukan peningkatan literasi digital melalui strategi permainan. Para siswa di sekolah tersebut diajak untuk bermain ular tangga literasi digital. Ular tangga yang berukuran 3×3 meter tersebut juga berisi himbauan, peringatan, dan larangan dalam menggunakan internet. Melalui permainan ular tangga yang di dalamnya terdapat informasi pengetahuan literasi, siswa dapat sekaligus diberikan pengetahuan dalam penggunaan internet yang sehat.

Selain itu, siswa di SDN Jamaras juga diajak untuk menonton video literasi digital. Melalui kegiatan menonton ini mereka diajak secara aktif untuk turut merespon konten yang ditayangkan dalam video itu. Melalui kegiatan tersebut tim PKM Usahid Jakarta berharap pengetahuan literasi digital yang mereka miliki dapat bertambah. Selain itu, dengan membawa konsep bermain ular tangga dan menonton, diharapkan pula kegiatan ini dapat menjadi kegiatan untuk trauma healing bagi korban anak-anak di sekolah tersebut.
Kegiatan yang menggandeng mitra dari SDN Jamaras, Cianjur ini memiliki beberapa tujuan di antaranya meningkatkan kemampuan literasi digital para siswa melalui Kegiatan bermain untuk siswa SD Jamaras, Cianjur serta memberikan bekal pengetahuan kepada mitra dalam mengkonsumsi informasi yang tersebar, khususnya terkait informasi bencana. Hal ini penting agar mitra lebih waspada ketika diterpa informasi dari media social maupun media online yang dikonsumsi, khususnya bagi anak-anak yang lebih mudah diterpa informasi.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal dan pengetahuan kepada mitra terkait budaya digital, etika dalam bermediasosial, dan Undang-undang Perlindungan data Pribadi secara ringan. Hal ini karena mitra diajak berperan aktif dalam kegiatan bermain dan belajar tersebut. Selain itu, mereka juga dibekali skill dalam memahami jenis hoaks dan cara melawannya. Dengan mengikuti kegiatan ini, kemampuan literasi digital para peserta dapat meningkat dan terhindar dari informasi atau kejahatan yang dapat merugikannya,” ujar Titi Widaningsih.
Kegiatan para dosen Universitas Sahid itu kemudian berlanjut dengan memberikan kemampuan literasi digital kepada 202 siswa SD beserta guru yang mendampinginya. Dalam kegiatan ini guru juga turut serta mendampingi para siswanya agar nantinya metode pembelajaran ini dapat terus dilakukan di sekolah. Selain itu, kegiatan ini terselenggara dalam rangka Bantuan Pendanaan Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi dengan MBKM Berbasis Kinerja IKU dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Tahun 2022. (adm/pro)













Discussion about this post