Avesiar – Jakarta
Jabatan pemimpin Turki kembali diemban selama 5 tahun ke depan setelah pemilihan presiden putaran kedua dimenangkan mutlak oleh Presiden Tayyip Erdogan dengan perolehan 52,87 persen suara, dikutip dari The New Arab, Senin (29/5/2023), menurut hasil tidak resmi dari Anadolu Agency.
Dengan 97 persen kotak suara dibuka pada putaran kedua, Erdogan menerima 52,1 persen suara, dan penantangnya Kemal Kilicdaroglu menerima 47,9 persen.
Menurut Anadolu Agency yang dikelola negara, jumlah pemilih mencapai 85,24 persen.
Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani mengucapkan selamat kepada Erdogan atas kemenangannya dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di halaman Twitter resminya.
Dia berharap Erdogan sukses dalam masa jabatan baru, berharap dia “mencapai di dalamnya apa yang dicita-citakan oleh saudara-saudara Turki dalam kemajuan dan kemakmuran” dan untuk “hubungan yang kuat antara kedua negara kita untuk lebih berkembang dan tumbuh”.
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban juga mengucapkan selamat kepada Erdogan “atas kemenangan pemilihannya yang tidak perlu dipertanyakan lagi!”
Tempat pemungutan suara di seluruh Turki menutup pintunya pada Minggu malam, dan proses penghitungan suara dimulai pada putaran penentuan pemilihan presiden.
Turki menyaksikan putaran kedua pemilihan presiden untuk pertama kalinya dalam sejarah modernnya, menyusul kegagalan para kandidat memperoleh mayoritas lebih dari 50 persen pada putaran pertama, yang berlangsung pada 14 Mei. (ard)













Discussion about this post