Avesiar – Jakarta
Hari raya Idul Adha tidak lama lagi tiba. Ketaatan Nabi Ibrahim Alaihissalam dan putranya Nabi Ismail Alahissalam kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan berkurban, menjadi sebuah teladan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Berdasarkan peristiwa tersebut, setiap 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan kurban dan meningkatkan kualitas ibadah, serta menunaikan salah satu rukun Islam, yaitu beribadah Haji.
Bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram, yaitu Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Pada empat bulan haram tersebut Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan keutamaaan dengan melipatgandakannya pahala bagi seorang yang mengerjakan amal-amal sholeh.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘Anhuma, dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)
Untuk itu, sangat rugi jika umat Islam tidak memanfaatkan bulan Dzulhijjah untuk melakukan amalan-amalan yang dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Amalan-amalan yang dianjurkan dilakukan saat bulan Dzulhijjah, terutama 10 harinya yaitu:
1. Puasa 9 Hari Pertama dan Puasa Arafah
Abu Qatadah radliallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda,
“…puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus (dosa, pen.) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..”
(HR. Ahmad dan Muslim)
2. Perbanyak Dzikir, Takbir dan Tahlil untuk Meraih Keutamaan Pahala di Bulan Dzulhijjah
Hadist dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda.
“ Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.”
(HR. Ahmad)
3. Mandi Sebelum Idul Adha
“Seorang lelaki bertanya kepada Ali radhiallahu’anhu tentang mandi, ia menjawab: ‘Mandilah setiap hari jika engkau mau’. Lelaki tadi berkata: ‘bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi’. Ali menjawab: ‘Mandi di hari Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah.”
(HR. Al Baihaqi)
4. Tidak Makan Sebelum Sholat Ied
Dalam hadist riwayat Ibnu Majah menerangkan bahwa,
“Nabi Shallallahu’alahi Wasallam biasanya tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga makan terlebi dahulu, dan tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau kembali dari shalat.”
(HR. Ibnu Majah)
5. Melaksanakan Shalat Idul Adha
Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:
“Dari Anas bin Malik radlhallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, masyarakat Madinah memiliki dua hari yang mereka rayakan dengan bermain. Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bertanya, “Dua hari apakah ini?” Mereka menjawab, “Kami merayakannya dengan bermain di dua hari ini ketika zaman jahiliyah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah memberikan ganti kepada kalian dengan dua hari yang lebih baik: Idulfitri dan Idul Adha.”
(HR. An-Nasa’i, Abu Daud dan Ahmad)
6. Menyembelih Hewan Kurban
Ini merupakan ibadah dengan memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Jenis hewan yang dikurbankan harus sesuai syariat, boleh kambing, domba, unta, atau sapi sesuai kemampuan.
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda,
“Siapa yang memililki kelapangan namun dia tidak berkurban maka jangan mendekat ke masjid kami.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah.)
Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Kausar ayat 2 yang artinya:
“Laksanakanlah salat untuk Rabb-mu dan sembelihlah kurban.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah ‘Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah ‘Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.”
(HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi, Al-Hakim)
Demikianlah amalan-amalan yang berlipatganda pahalanya yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Dzulhijjah. Wallahua’lam. (put/dari berbagai sumber)













Discussion about this post