• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World

Duka Mendalam Gempa Afghanistan, 3000 Korban Meninggal Per Senin

by Ave Rosa
9 Oktober 2023 | 23:01 WIB
in World
Reading Time: 4 mins read
A A
Duka Mendalam Gempa Afghanistan, 3000 Korban Meninggal Per Senin

Dampak gempa Afghanistan. Foto: Tangkapan layar video via The Guardian

Avesiar – Afghanistan

Jumlah korban meninggal dunia mendekati 3000 orang. Tragedi tersebut menimpa masyarakat di Afghanistan usai gempa berkekuatan 6,3 skala Richter di Afghanistan barat yang terjadi pada hari Sabtu (7/10/2023), diikuti oleh delapan gempa susulan yang kuat, telah mengguncang daerah yang sulit dijangkau di dekat Herat, merobohkan rumah-rumah pedesaan dan membuat penduduk kota panik turun ke jalan.

Dikutip dari The Guardian, Senin (9/10/2023), menurut para pejabat senior Taliban jumlah korban tewas mendekati 3.000 orang. Sedangkan korban selamat dari serangkaian gempa bumi dahsyat yang melanda itu telah menghabiskan malam kedua, dengan tidur di tengah reruntuhan desa-desa yang hancur saat mereka mencari orang-orang yang mereka cintai menggunakan sekop,

Di ibu kota daerah, kota Herat, masyarakat tidur di taman umum dan jalan karena takut akan gempa susulan. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa berkekuatan 4,7 pada hari Senin pukul 14.16 waktu setempat (1046 BST) 19 mil (30 km) tenggara desa Qarabagh tengah di distrik Gulran, Herat, dan gempa berkekuatan 4,9 skala Richter lainnya. Gempa melanda daerah terpencil sebelum tengah hari.

“Kami khawatir akan ada korban tambahan di daerah itu juga, Tim kami saat ini sedang dalam perjalanan untuk memberikan bantuan ke wilayah yang terkena dampak,” kata seorang pejabat Taliban.

Afghanistan sudah berada dalam cengkeraman krisis kemanusiaan yang mengerikan, dengan penarikan bantuan asing secara luas setelah Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021.

Tim penyelamat telah menemukan 350 jenazah lagi pada Minggu malam setelah para pejabat sebelumnya menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 2.445 dan petugas kesehatan mengatakan mereka kewalahan. “Van berisi mayat tiba di sini setiap menitnya,” kata seorang petugas medis di rumah sakit Herat.

Ditambahkan, bahwa mereka sedang berjuang dengan tingginya jumlah orang yang terluka. “Saya belum menghitung mayat. Kamar mayat kami sudah kehabisan kapasitas,” ujarnya.

Bacaan Terkait :

Korban Terus Bertambah, Gempa Afghanistan Menelan Lebih 1400 Tewas dan 3000 Terluka

Hasil Pertemuan Loya Jirga Afghanistan, Serukan Pengakuan Internasional

Pertemuan Besar “Loya Jirga” Pertama Digelar Taliban Kemungkinan Besok

Update, Gempa Afghanistan: Sedikitnya 1000 Meninggal dan 1500 Terluka di Paktika

Penyiar TV Afghanistan Diperintahkan Menutup Wajah Saat Siaran

Kirim Bantuan Saat Kelaparan Akut, Turki Dipuji Taliban Afghanistan

Taliban Umumkan Pemerintahan Bersyariat Islam, Islamic Emirate of Afghanistan

Load More

Pejabat Taliban mengatakan beberapa desa berhasil dijangkau pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak gempa.

“Operasi penyelamatan masih berlangsung. Pasukan dari kementerian pertahanan tiba di daerah tersebut pagi ini dan warga setempat secara aktif membantu operasi tersebut. Masih banyak orang di bawah reruntuhan dan daerah yang belum kami jangkau,” katanya. “Setidaknya 20 desa rata dengan tanah dan penduduknya masih tertimbun reruntuhan.”

Komite Penyelamatan Internasional memperingatkan kurangnya peralatan penyelamatan dapat meningkatkan jumlah korban tewas di Afghanistan barat karena para penyintas yang terperangkap tidak dapat dibebaskan.

Badan migrasi PBB, dilansir The Guardian, mengirimkan empat ambulans bersama dengan dokter dan konselor dukungan psikososial ke rumah sakit regional. Minimal tiga tim kesehatan keliling sedang dalam perjalanan ke distrik Zenda Jan, salah satu daerah yang paling terkena dampaknya.

LSM Médecins Sans Frontières mendirikan lima tenda medis di rumah sakit daerah Herat dengan kapasitas hingga 80 pasien.

Mohammad Javad, dari desa Koshkak, menggambarkan dampak buruk yang terjadi di distrik Zenda Jan.

“Dindingnya runtuh hanya dalam dua detik, dan seluruh desa hancur dalam waktu yang sama,” katanya dari sebuah sekolah yang menampung para penyintas di Herat. “Saya kehilangan seorang anggota keluarga dan tetangga saya kehilangan setidaknya empat orang yang mereka cintai. Dari 1.000 lebih penduduk desa tersebut, kemungkinan besar hanya seperempat dari mereka yang berhasil bertahan hidup. Ini seperti kuburan besar.”

Korban selamat lainnya mengatakan kepada Guardian melalui telepon: “Kami belum menerima bantuan apa pun sejak gempa terjadi. Tidak ada yang tersisa di sini, dan setiap rumah di desa-desa mengalami kerusakan. Saya dan suami sedang berada di luar ketika kejadian itu terjadi, dan kami selamat. Banyak orang kehilangan nyawa di sini.”

Pada bulan Juni 2022, gempa bumi dahsyat melanda wilayah pegunungan terjal di Afghanistan timur, meratakan rumah-rumah yang terbuat dari batu dan bata lumpur.

“Masyarakat berada dalam kondisi yang memprihatinkan di tempat-tempat terpencil, mereka membutuhkan makanan, pakaian dan tempat tinggal. Mereka sudah menjadi orang-orang yang sangat miskin dan tidak punya apa-apa lagi sekarang,” kata pejabat Taliban itu.

Provinsi Herat, rumah bagi lebih dari 3 juta orang di perbatasan dengan Iran, dilanda kekeringan selama bertahun-tahun yang melumpuhkan banyak komunitas pertanian.

Daerah yang terkena dampak juga menampung banyak pengungsi yang baru saja kembali dari Iran dan Pakistan, menurut pejabat Taliban.

Badan-badan bantuan dan LSM telah meminta bantuan dari komunitas internasional. Bantuan dari Iran dan Pakistan sejauh ini telah tiba di wilayah tersebut, menurut Taliban.

“Dengan semakin dekatnya musim dingin, daerah yang terkena dampak akan segera mengalami kondisi yang sangat dingin. Banyak keluarga tidak hanya kehilangan rumah tetapi juga pencari nafkah utama. Mereka sangat membutuhkan bantuan segera dan tempat berlindung yang layak,” kata Gubernur Herat, Noor Ahmad Islamjar, pada hari Minggu. (ard)

Tags: Duka AfghanistanGempa AfghanistanKorban Jiwataliban
ShareTweetSendShare
Previous Post

Maulid Nabi Warga Rivera Hill, Habib Husein Al Kaff Imbau Anak-anak Dimotivasi Kenal Rasulullah

Next Post

Lebih dari 1000 Israel Tewas, Hamas Hujani Israel dari Selatan, Utara, dan ke Ashkelon Pakai Roket Tanpa Ampun

Mungkin Anda Juga Suka :

AS Berencana Menjual F-35 ke Turki, Israel Ketar-ketir

AS Berencana Menjual F-35 ke Turki, Israel Ketar-ketir

7 Juli 2026

...

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

5 Juli 2026

...

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

2 Juli 2026

...

Porak-porandanya Venezuela, Lebih dari 58.000 Bangunan Rusak dan Hancur Menurut Penilaian Awal NASA

Porak-porandanya Venezuela, Lebih dari 58.000 Bangunan Rusak dan Hancur Menurut Penilaian Awal NASA

30 Juni 2026

...

Selat Hormuz Mau Dibuka Secara Paksa Tanpa Izin Iran, Bahrain dan Kuwait Kena Hantam Drone dan Rudal

Selat Hormuz Mau Dibuka Secara Paksa Tanpa Izin Iran, Bahrain dan Kuwait Kena Hantam Drone dan Rudal

28 Juni 2026

...

Load More
Next Post
Lebih dari 1000 Israel Tewas, Hamas Hujani Israel dari Selatan, Utara, dan ke Ashkelon Pakai Roket Tanpa Ampun

Lebih dari 1000 Israel Tewas, Hamas Hujani Israel dari Selatan, Utara, dan ke Ashkelon Pakai Roket Tanpa Ampun

Hamas Menyerukan Mobilisasi Internasional Pada Hari Jumat untuk Gaza

Hamas Menyerukan Mobilisasi Internasional Pada Hari Jumat untuk Gaza

Discussion about this post

TERKINI

AS Berencana Menjual F-35 ke Turki, Israel Ketar-ketir

7 Juli 2026

Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Negara Setara dengan Terorisme, Perpres Nomor 111 Tahun 2025 Disahkan

6 Juli 2026

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

5 Juli 2026

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

4 Juli 2026

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

4 Juli 2026

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

3 Juli 2026

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

2 Juli 2026

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

2 Juli 2026

Tiga Tanda Kucing Sedang Mengalami Tekanan Emosional yang Parah, Menurut Para Ahli

1 Juli 2026

Para Jemaah Haji Asal Aceh yang Terlilit Utang Akibat Banjir Menerima Bantuan Saat Kepulangan

1 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video