Avesiar – Jakarta
Serangan udara Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan ratusan warga sipil direspons oleh Hamas dengan hujan roket ke kota Ashkelon di Israel selatan pada hari Selasa (10/10/2023).
Hal itu menyusul serangan ‘Air Bah” Hamas yang melumpuhkan pertahanan terkuat Israel Iron Dome (kubah besi, red) yang meliputi kawasan yang diduduki Israel, Sabtu (7/10/2023), yang membuat Israel dan dunia terhenyak.
Dikutip dari The New Arab pukul 23.20 WIB, tak lama kemudian, rudal juga ditembakkan dari Lebanon selatan ke Israel utara, ketika militer Israel membalasnya dengan menembaki desa-desa perbatasan.
Hamas telah memperingatkan warga Ashkelon untuk melarikan diri beberapa jam sebelum serangan pada hari Selasa. Kerusuhan di Lebanon selatan juga terjadi sehari setelah beberapa anggota Hizbullah dinyatakan tewas dalam serangan udara dan artileri Israel.
Dilansir The New Arab, Israel terus melakukan pemboman mematikan terhadap Jalur Gaza yang miskin dan penuh sesak pada hari Selasa setelah Hamas pada Senin malam mengancam akan mengeksekusi sekitar 150 sandera yang mereka culik dalam serangan akhir pekan, jika serangan udara Israel terus berlanjut tanpa peringatan.
Perang tersebut yang oleh Hamas disebut sebagai “Operasi Air Bah Al-Aqsa” – telah menyebabkan jumlah korban tewas di Israel meningkat menjadi lebih dari 1.000 orang, dan 830 orang dipastikan tewas di Gaza. Ribuan orang di kedua pihak terluka, beberapa di antaranya kritis.
Juga pada hari Selasa, Israel memperingatkan bahwa mereka akan mengebom konvoi bantuan yang melakukan perjalanan dari Mesir ke Gaza setelah melakukan pengepungan penuh di wilayah pesisir tersebut, media Israel melaporkan.
Perbatasan Rafah di Gaza dengan Mesir – satu-satunya perbatasan yang melewati Israel – terkena serangan udara Israel pada hari Selasa untuk kedua kalinya dalam 24 jam, AFP melaporkan.
Para saksi mata mengatakan serangan itu menghantam tanah tak bertuan antara gerbang Mesir dan Palestina, sehingga merusak aula di sisi Palestina.
PBB mengatakan pada hari Selasa bahwa pengepungan Israel di Gaza “dilarang” berdasarkan hukum internasional dan menyerukan pembentukan “koridor kemanusiaan”.
Roket ditembakkan dari Lebanon selatan mendarat di Israel
Sejumlah roket yang ditembakkan dari Lebanon mendarat di Galilea Barat Israel pada hari Selasa, ketika tentara Israel membalasnya dengan menembaki desa-desa perbatasan.
Belum jelas apakah ada korban jiwa.
Serangan roket dari Lebanon selatan terjadi dalam koordinasi dengan salvo besar rudal yang ditembakkan Hamas dari Gaza, menargetkan kota Ashkelon di Israel.
Serangan terhadap Ashkelon mengakibatkan sejumlah kerusakan material.
Hamas meluncurkan salvo roket besar-besaran ke Ashkelon
Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengatakan pihaknya menembakkan sejumlah besar roket ke Ashkelon di Israel setelah Israel membunuh warga sipil di Jalur Gaza.
Alaraby TV menyebutkan lebih dari 100 roket ditembakkan hanya dalam 3 menit.
Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan roket diluncurkan dari Gaza dan sistem pertahanan udara Israel mencegat beberapa rudal.
Korban tewas di Israel melampaui 1.000 orang
Kedutaan Besar Israel di Washington menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan Hamas telah melebihi 1.000 orang. (ard)













Discussion about this post