Avesiar – Jakarta
Hamas menyebut bahwa akan merahasiakan pengganti Yahya Sinwar dalam pernyataannya pekan ini, dikutip dari The New Arab, Senin (21/10/2024). Keputusan untuk menyembunyikan identitas pengganti tersebut muncul setelah Israel membunuh Sinwar awal bulan ini dan pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh di Iran pada bulan Juli.
Kelompok tersebut saat ini sedang mendiskusikan siapa pengganti baru tersebut, dan menegaskan kembali bahwa mereka akan merahasiakan keputusan tersebut karena meningkatnya risiko keamanan, demikian kata beberapa sumber yang dikutip di media lokal.
Keputusan tersebut, menurut sebuah laporan di Asharq Al-Awsat, ditujukan untuk memberi kepala baru tersebut lebih banyak kebebasan untuk beroperasi dan menghindari upaya pembunuhan Israel.
Sebuah sumber menambahkan bahwa merahasiakan informasi tersebut juga akan membantu menjaga ketertiban internal dan melindungi struktur kelompok tersebut.
Laporan media lokal mengatakan ada beberapa calon potensial yang sedang dipertimbangkan.
Di antaranya adalah Mohammad Darwish, yang juga dikenal sebagai Abu Omar Hassan, yang saat ini menjabat sebagai kepala dewan Syura Hamas. Ia semakin mendapat perhatian sejak pembunuhan Haniyeh, dan lebih sering muncul dalam pertemuan resmi.
Lainnya Khalil Al-Hayya, wakil Sinwar. Al-Hayya menjadi tokoh penting di Gaza setelah pembunuhan Sinwar. Saat ini ia memimpin Hamas di Gaza dan bertanggung jawab untuk terlibat dalam pembicaraan gencatan senjata dan menetapkan persyaratan untuk kesepakatan potensial.
Pesaing utama juga bisa jadi adalah Khaled Meshaal, yang memimpin biro politik Hamas selama sekitar 21 tahun dan sekarang mengepalai cabang eksternal kelompok tersebut.
Meshaal, dalam beberapa laporan disebutkan sebelumnya menolak peran penting karena alasan kesehatan, namun tidak jelas apakah ia akan menerima peran ini.
Kandidat lain adalah Mohammed Nazzal, yang berasal dari Tepi Barat dan telah menjadi bagian dari Hamas sejak didirikan, dan Mousa Abu Marzoul, yang merupakan salah satu pendiri Hamas dan merupakan kepala pertama biro politik kelompok tersebut.
Sinwar terbunuh pada tanggal 17 Oktober, dengan saat-saat terakhirnya menunjukkan dia mengenakan pakaian militer dan mengenakan keffiyeh saat dia terlibat dalam pertempuran dengan pasukan Israel di Tel al-Sultan.
Sinwar dalam perlawanan terakhirnya terlihat berusaha memukul kamera drone yang merekam video dengan tongkat. (ard)













Discussion about this post