Avesiar – Jakarta
MUI Mendukung penuh untuk menyeret Israel ke Internasional Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC) atas kejahatan perang yang dilakukannya terhadap bangsa Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim di Jakarta, Rabu (10/1/2024).
“Saat ini perlawanan yang dilakukan tidak saja dari lingkungan dalam Palestina, Hamas dan lainnya, tetapi sudah menjadi perlawanan publik secara global,” ujar Prof Sudarnoto dalam kegiatan Diskusi MUI dan Dunia Islam di Aula Buya Hamka Gedung MUI Pusat, hari itu, dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia, Kamis (11/1/2024).
Ditambahkannya, berita terbaru yang sampai saat ini masih hangat adalah Afrika Selatan sudah mengajukan kasus kejahatan perang Israel ke Internasional Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC).
“Menteri Luar Negeri (Menlu) sudah membuat pernyataan mendukung, dan MUI sejak awal sudah berteriak juga ‘seret Israel’. Negara Israel itu diseret, termasuk para pejabat tinggi, Benjamin Netanyahu beserta kawan-kawannya diseret di ICC,” kata Prof Sudarnoto.
Dalam kegiatan tersebut, Prof Sudarnoto menuturkan bahwa sampai saat ini Indonesia memberikan dukungan penuh dan turut mengupayakan kemerdekaan negara Palestina. Hal ini dikarenakan Palestina yang ,mendukung serta yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.
“Indonesia terhadap Palestina itu sebenarnya memiliki utang, karena seperti yang Bapak – Ibu ketahui, bahwa Palestina merupakan negara yang memberikan dukungan terhadap kemerdekaan negara Indonesia,” terangnya.
Pihak MUI, lanjutnya, pernah membuat petisi terkait sanksi internasional terhadap Israel. Meskipun hal tersebut dianggap belum efektif, namun cukup menarik perhatian bagi beberapa orang yang turut menandatangani petisi tersebut.
“Saya juga pernah membuat petisi untuk memberikan sanksi internasional terhadap Israel, dan dalam waktu dua minggu saya memperoleh dukungan sekitar 24 ribu orang. Meskipun itu belum efektif, tapi ini membuktikan bahwa naluri global yang sudah muncul di tengah masyarakat dunia pada saat global crisis ini berjalan,” ungkapnya.
Sudarnoto juga mengatakan bahwa yang dilakukan Israel, yaitu melakukan teror yang sangat mengerikan di abad ke-21 ini, ini telah mendorong terbangunnya global aliance, among state and civilization, civil society yaitu aliansi global lintas negara, peradaban, dan sosial. (dwi)













Discussion about this post