Avesiar – Jakarta
Menjalani kehidupan berumahtangga adalah suatu langkah yang harus ditempuh seorang Muslim dan Muslimah untuk menggapai salah satu ketenangan dalam hidup sesuai dengan syariat Islam.
Rumah tangga selalu penuh dengan romantika dan dilema yang harus dihadapi. Atas dasar itulah, Islam mengajarkan bagi setiap suami dan istri untuk bisa menjalani dengan berpegang pada apa yang dinyatakan dalam Al Qur’an dan hadits. Karena jika tidak menggunakan pedoman yang ada dalam Al Qur’an dan Hadits, maka akan tidak terarah jalan hidup manusia.
Bagi suami, terdapat bimbingan dari Al Qur’an dan Hadits yang harus diaplikasi dalam kehidupan berumahtangga. Demikian pula sebaliknya bagi seorang istri, yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan untuk mendampingi suaminya.
ISTRI SHOLEHAH
Para istri wajib mentaati suami dan juga sikap lainnya, sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hadist-hadist berikut:
Hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari Aisyah, “dari Aisyah bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya perkawinan yang besar barakahnya adalah yang paling mudah maharnya” dan sabdanya pula “Perempuan yang baik hati adalah yang murah maharnya, memudahkan dalam urusan perkawinannya serta baik akhlaknya, sedangkan perempuan yang celaka yaitu yang mahal maharnya, sulit perkawinannya, dan buruk akhlaknya.” (HR. Imam Ahmad)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman menjelaskan sifat-sifat isteri yang sholehah, dalam surat (4) An Nisaa’ ayat 34:
……… sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri [289] ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah memelihara (mereka) [290]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya [291], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya [292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Sebaik-baik perempuan ialah bila engkau pandang menyenangkan engkau, bila engkau perintah ia ta’at kepadamu dan jika engkau tinggal di belakang, ia menjagamu pada dirinya dan hartanya”.
Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda:
“Jika suami mengajak ke tempat tidurnya lalu dia menolak ajakan tersebut hingga ia menjadi marah terus, maka para malaikat akan melaknatnya sampai tiba shubuh”. (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda:
“…….Ketahuilah.., bahwa kalian punya hak terhadap isteri-isteri kalian, dan isteri-isteri kalian punya hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh memasukkan ke rumah, orang yang kalian benci. Dan hak mereka terhadap kalian yaitu, kalian memberi pakaian dan makanan kepada mereka dengan baik”. (H.R. Ibnu Majjah dan Tirmidzi)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Maka wanita-wanita yang salehah, ialah yang taat (kepada Allah dan kepada suami) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” [An-Nisa: 34].
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah ditanya;
“Wahai Rasulullah, wanita yang bagaimana yang paling baik?” maka beliau menjawab: “Wanita yang menyenangkan hati jika dilihat (suami), taat jika diperintah dan tidak menyelisihi pada sesuatu yang ia benci terjadi pada dirinya (istri) dan harta suaminya.” (HR. Ahmad)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang istri yang jadi penghuni surga:
“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga pernah bersabda:
“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa)
Terdapat kisah tentang seorang ulama yang diuji dengan kondisi istri yang tidak taat kepada suaminya.
Ibnul Arabi menyebutkan bahwa telah menceritakan kepadanya Abul Qasim bin Abu Hubaib, dari Abul Qasim As-Suyuri, dari Abu Bakar bin ‘Abdurrahman, tentang Syaikh Abu Muhammad bin Abu Zaid Al-Qairawani yang sangat terkenal dengan ilmu dan agamanya, di mana Abu Bakar bercerita,
“Istri Syaikh Abu Muhammad Al-Qairawani diketahui berperangai buruk, tidak menjalankan kewajibannya sebagai istri, dan selalu menyakiti suaminya dengan lidahnya. Orang-orang banyak yang heran dan mencela sikap sabar dari Syaikh Abu Muhammad terhadap sang istri.”
Syaikh Abu Muhammad berkata,
“Aku adalah orang yang telah diberikan oleh Allah berbagai macam nikmat berupa kesehatan badan, ilmu, dan dikaruniakan kepadaku budak-budak. Mungkin sikap jelek istriku adalah hukuman Allah atas kekurangan agamaku. Aku hanya takut jika ia kuceraikan akan turun ujian kepadaku lebih berat dari itu.” (Ahkam Al-Qur’an, 1:487)
SUAMI SHOLEH
Para suami harus mengasihi istrinya dan juga sikap lainnya, sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hadist-hadist berikut:
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisaa’: 19)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika si pria tidak menyukai suatu akhlak pada si wanita, hendaklah ia melihat sisi lain yang ia ridai.” (HR. Muslim, no. 1469)
Seorang suami mungkin saja mendapati ujian dari istrinya, bahkan dari kata-kata istrinya yang pedas.
Imam Al-Ghazali rahimahullah dalam Ihya’ Ulum Ad-Diin berkata,
“Bersabar dari kata-kata (menyakitkan) yang keluar dari mulut para istri adalah salah satu cobaan para wali.” (Ihya’ Ulum Ad-Diin, 2:38)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS an-Nisa’: 34).
Jika terjadi perselisihan atau persengketaan antara suami dan istri, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu.” (QS an-Nisa’: 34-35).
Abu Hanifah dan Syafi’i berpendapat: Istri tidak wajib bekerja, dengan alasan: Sesungguhnya akad perkawinan hanyalah memberikan hak penikmatan dan bukan pengabdian mencurahkan tenaga untuk berbagai keperluan.
Untuk diketahui, bahwa pada beberapa hadits disebutkan bahwa Isteri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. dan para sahabatnya juga bekerja di rumah dengan membuatkan roti, memasak, menghidangkan makanan, membersihkan tempat tidur dan sebagainya. Dan tidak ada yang menolak pekerjaan itu.
Menghindari marah berkepanjangan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).
Wallahua’lam. Semoga menjadi manfaat bagi para suami dan istri. (adm/dari berbagai sumber)













Discussion about this post