Avesiar – Jakarta
Rumah dan barang-barang milik kita tentu juga harus diperhatikan secara khusus pada bagian-bagian tertentu agar tidak menjadi sarang dan penyebab penyakit. Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.
Dilansir Healthline, yang diperbarui Jum’at (18/7/2025), bakteri dan virus dapat menyebar dari orang ke orang dan dari orang ke permukaan. Pelajari di mana kuman paling mungkin ditemukan di rumah Anda dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membasminya.
Faktor-faktor tertentu dapat memengaruhi lamanya kuman dapat bertahan.
Hal tersebut meliputi:
• Jenis permukaan,
Seperti permukaan padat seperti meja dapur atau permukaan bertekstur seperti furnitur atau pakaian.
• Kebiasaan hidup,
Seperti mencuci pakaian secara teratur atau mendisinfeksi permukaan.
• Praktik gaya hidup,
Seperti mencuci tangan atau mandi secara teratur.
• Prosedur pembersihan,
Seperti menggunakan pemutih dan alkohol dibandingkan dengan perlengkapan pembersih biasa
Area yang berbeda di rumah Anda memiliki tingkat risiko yang berbeda dalam hal paparan bakteri dan virus.
1. Dapur
Menurut National Sanitation Foundation (NSF), area tempat makanan disimpan atau disiapkan memiliki lebih banyak bakteri dan kontaminasi feses dibandingkan tempat lain di rumah.
Lebih dari 75% spons dan lap piring mengandung Salmonella, E. coli, dan feses dibandingkan dengan 9% gagang keran kamar mandi.
Peralatan dapur lain yang perlu sering dibersihkan meliputi:
• talenan
• pembuat kopi
• kulkas, terutama area yang bersentuhan dengan makanan mentah dan tidak dicuci
• wastafel dan meja dapur.
Berikut beberapa tips untuk menjaga kebersihan area-area ini:
• Gunakan tisu disinfektan pada keran, permukaan kulkas, dan meja dapur.
• Panaskan spons basah dalam microwave selama satu menit untuk membunuh bakteri.
• Rendam spons dalam satu liter air hangat dengan setengah sendok teh pemutih pekat.
• Ganti lap piring beberapa kali seminggu.
• Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah menyentuh atau memegang makanan.
Ingatlah untuk mencuci tangan setidaknya selama 20 detik sebelum dan sesudah menyentuh daging mentah atau makanan yang belum disiapkan.
2. Kenop, gagang, dan sakelar
Meja dapur, gagang, dan sakelar lampu adalah beberapa tempat yang jarang terlihat sebagai sarang kuman.
Meskipun banyak orang berasumsi bahwa gagang pintu kamar mandi adalah yang paling kotor, NSF menemukan tempat lain yang memiliki tingkat bakteri lebih tinggi, termasuk:
• saklar lampu kamar mandi
• gagang kulkas
• gagang kompor
• gagang microwave
Anda dapat membersihkan tempat-tempat ini seminggu sekali dengan tisu desinfektan.
Menggunakan tisu baru untuk setiap tempat adalah yang terbaik daripada menggunakan kembali tisu yang sama.
3. Tas kosmetik
Celah, celah, dan bulu sikat aplikator kosmetik merupakan tempat utama bagi kuman, terutama jika Anda membawa tas kosmetik ke luar rumah.
Kuman yang hidup di aplikator kosmetik Anda dapat menyebabkan infeksi kulit dan mata.
Virus juga dapat menempel pada aplikator riasan dari tangan Anda dan masuk ke hidung, mulut, dan mata Anda.
Anda mungkin perlu mengubah cara menyimpan riasan. Produk sebaiknya disimpan di tempat yang bersih dan kering pada suhu ruangan.
Untuk menjaga kuas riasan tetap bersih, cucilah seminggu sekali dengan sabun dan air biasa atau gunakan semprotan alkohol.
Untuk mencegah penyebaran kuman, cucilah aplikator riasan setidaknya sekali sehari, atau sebelum dan sesudah setiap penggunaan.
Banyak dokter menyarankan untuk mengganti kosmetik setiap 6 bulan dan membuang riasan mata jika Anda mengalami infeksi mata.
4. Kamar Mandi
Tidak mengherankan jika tempat Anda membersihkan kotoran dan debu dari tubuh merupakan tempat berkembang biaknya bakteri.
Karena kelembapan dari pancuran air panas, kamar mandi juga merupakan tempat yang sempurna untuk pertumbuhan kuman. Tempat-tempat yang perlu Anda perhatikan secara khusus meliputi:
• bak mandi
• saluran air
• keran
• lantai di sekitar toilet
• handuk mandi
• sikat gigi
Anda dapat mengelap permukaan dan gagang dengan disinfektan setiap hari dan melakukan pembersihan menyeluruh seminggu sekali.
Sikat gigi bekas mungkin berguna untuk membersihkan ruang-ruang kecil seperti di sekitar saluran air dan keran. Anda juga harus mengganti handuk kamar mandi seminggu sekali dan sikat gigi setiap 3 hingga 4 bulan.
Mendisinfeksi semua permukaan di kamar mandi Anda adalah ide yang bagus, terutama jika seseorang di rumah Anda baru saja mengalami infeksi.
5. Cucian
Cucian basah yang tertinggal di mesin cuci, meskipun hanya sebentar, dapat menyebabkan kuman berkembang biak.
Pindahkan pakaian bersih ke pengering segera setelah setiap pencucian. Jika pakaian didiamkan di mesin cuci selama lebih dari 30 menit, Anda mungkin perlu menjalankan siklus kedua.
Jika Anda menggunakan alas cucian atau fasilitas cuci bersama, bersihkan tabung mesin cuci dengan tisu disinfektan.
Pastikan untuk mengelap semua permukaan, terutama permukaan umum, sebelum melipat pakaian bersih.
Air hangat atau panas juga lebih efektif membunuh bakteri dan virus dibandingkan air dingin. Gunakan air panas sebisa mungkin untuk mencuci pakaian yang Anda kenakan di tempat umum.
6. Kantor rumah dan ruang tamu
Beberapa anggota keluarga dan tamu rumah sering berbagi remote control, keyboard komputer, ponsel, dan tablet.
NSF menemukan ragi dan jamur pada keyboard komputer, remote control, dan pengontrol gim video di 22 rumah tangga, serta Staphylococcus pada dua benda terakhir.
Permukaan juga berkontribusi terhadap pertumbuhan dan keragaman bakteri. Misalnya, karpet dapat menampung kotoran dan debu hingga delapan kali beratnya sendiri dan mungkin lebih kotor daripada jalanan kota.
Beberapa virus dapat hidup di remote dan keyboard plastik hingga 3 hari.
Penting untuk membersihkan benda-benda ini menggunakan tisu disinfektan atau air biasa dan sabun, terutama jika telah bersentuhan dengan permukaan kotor seperti meja atau meja dapur.
Dan cuci tangan Anda sebelum menyentuh benda-benda rumah tangga apa pun jika Anda telah berada di tempat umum atau bersentuhan dengan seseorang yang telah berada di sana.
7. Hewan Peliharaan
Hewan peliharaan juga dapat membawa kuman dan bakteri ke dalam rumah Anda, terutama jika mereka berada di luar.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh NSF, mangkuk hewan peliharaan menempati posisi keempat sebagai tempat dengan kuman terbanyak di rumah. Mainan hewan peliharaan juga membawa bakteri staph, ragi, dan jamur.
Hewan peliharaan beserta mangkuk, mainan, dan tempat tidurnya juga dapat membawa kuman. Hewan peliharaan mungkin tidak terkena penyakit tertentu, tetapi mereka dapat membawa dan menularkan kuman kepada Anda melalui tangan atau wajah Anda.
Anda dapat mencegah hewan peliharaan Anda membawa kotoran dengan mencuci atau menyeka kaki mereka sebelum membiarkannya masuk.
Berikut beberapa tips lainnya:
• Cuci mangkuk hewan peliharaan setiap hari dengan air sabun hangat.
• Rendam mainan dan mangkuk dalam pemutih seminggu sekali.
• Bersihkan mainan keras secara teratur dengan air sabun panas.
• Cuci mainan lunak setiap bulan.
8. Barang Pribadi
Anda dapat membawa bakteri dan virus dari luar ke dalam rumah Anda setiap hari melalui sepatu, tas olahraga, dan bahkan headphone Anda.
Dari 22 rumah yang disurvei, NSF menemukan kontaminasi feses, ragi, dan jamur pada:
• ponsel
• kunci
• dompet dan uang
• kotak makan siang
• bagian bawah tas
Beberapa virus juga dapat hidup di permukaan hingga 3 hari karena sebagian besar benda ini terbuat dari plastik atau logam.
Kebanyakan tisu desinfektan efektif melawan bakteri dan virus pada barang elektronik. Namun, jika Anda ingin lebih aman, Anda dapat menemukan perlengkapan pembersih khusus barang elektronik di toko-toko.
Cara membersihkan
Mengetahui cara membersihkan dapat membantu Anda melindungi rumah dan keluarga dari serangga berbahaya.
Jadi, apa perbedaan antara membersihkan, mensanitasi, dan mendisinfeksi?
Menurut CDC:
Membersihkan:
Ini secara fisik menghilangkan kotoran dan kuman dari suatu tempat. Anda dapat menggunakan sabun dan air untuk menggosok dan membilas kotoran. Pembersihan umumnya dilakukan terlebih dahulu, sebelum mensanitasi atau mendisinfeksi.
Mensanitasi:
Ini mengurangi jumlah kuman yang ada pada benda-benda. Anda dapat menggunakan bahan kimia tertentu, seperti pemutih dalam larutan encer, untuk mensanitasi benda-benda.
Disinfeksi:
Metode ini membunuh kuman itu sendiri. Anda dapat menggunakan bahan kimia yang lebih kuat untuk mendisinfeksi. Anda mungkin perlu melakukan ini ketika seseorang sakit atau jika sistem kekebalan tubuh Anda lemah. (adm)













Discussion about this post