• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i True Story

Kisah Nabi Yusuf Alaihissalam, Dimusuhi Saudara-saudaranya dan Kemudian Menjadi Pejabat Kerajaan Mesir

by Avesiar
4 Agustus 2025 | 13:50 WIB
in True Story
Reading Time: 4 mins read
A A
Kisah Nabi Yusuf Alaihissalam, Dimusuhi Saudara-saudaranya dan Kemudian Menjadi Pejabat Kerajaan Mesir

Ilustrasi. Gambar: Freepik

Avesiar – Jakarta

Nabi Yusuf Alaihissalam adalah putra dari Nabi Ya’qub Alaihissalam. Dilansir laman Nahdlatul Ulama Jombang, Jum’at (22/11/2024), disebutkan bahwa Ibunya bernama Rahel wafat ketika Nabi Yusuf masih kecil. Nabi Yusuf memiliki 11 saudara yang terdiri dari 1 saudara kandung dan 10 lainnya ialah saudara tiri.      

Dalam kisahnya, Nabi Ya’qub Alaihissalam dominan lebih mencintai Nabi Yusuf Alaihissalam dan adiknya Bunyamin. Hal itu disebabkan antara lain karena Nabi Yusuf dan Bunyamin masih kecil dan telah ditinggal wafat oleh ibunya.  

Nabi Yusuf as bermimpi melihat bulan, matahari dan 11 bintang yang ditakwilkan merupakan keluarganya yang akan menghormatinya kelak. Hal ini menambah rasa cemburu bagi saudara-saudara tirinya kepada Nabi Yusuf hingga mengakibatkan perundungan.  

Sebagaimana hal tersebut dikisahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 5 berikut: 

“(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya (Ya’qub), “Wahai ayahku, sesungguhnya aku telah (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan. Aku melihat semuanya sujud kepadaku.” (QS Yusuf: 5).     

Setelah Nabi Yusuf kecil menceritakan mimpi yang dialaminya, ayahnya berpesan agar tidak menceritakan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya. Sebab hal itu akan membuat saudara-saudaranya hasud dan mencoba membuat tipu daya untuknya. (Ibnu Katsir, Qashashul Anbiya, [Kairoو Dar Ibnul Jauzi: 2014], halaman 182).     

Menurut riwayat Ibnul Atsir disebutkan, pada saat Nabi Yusuf menceritakan mimpinya kepada Nabi Ya’qub, ibu tirinya juga mendengar cerita tersebut. Nabi Ya’qub kemudian berpesan kepada istrinya itu untuk tidak menceritakan mimpi Yusuf kepada anak-anaknya.       

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Pada saat anak-anaknya pulang dari menggembala, ia malah menceritakan mimpi Yusuf kepada mereka. Sehingga hal itu menambah sifat hasud dan benci mereka kepada Yusuf kecil.       

Mendengar cerita tersebut, saudara-saudara Yusuf kemudian berkata: “Tidak ada maksud lain dari matahari selain ayah kami, bulan adalah ibu, dan bintang-bintang adalah kita, sungguh anak dari Rahel (Yusuf) ingin menguasai kita dan berkata bahwa ia adalah pemimpin kita”.     

Dimulailah rencana mereka untuk memisahkan Yusuf kecil dengan Nabi Ya’qub. (Ibnul Atsir, Al-Kamil fi Tarikh, [Beirut, Darul Kitab Al-Arabi: 1997], juz I, halman 124).  

Saudara-saudara tirinya melakukan musyawarah bagaimana cara menyingkirkan Nabi Yusuf. Beberapa pendapat dimunculkan. Ada yang berpendapat agar Nabi Yusuf dibunuh saja, namun ditentang oleh yang lain.

Ada juga yang mengusulkan untuk dimasukkan ke dalam sumur agar nanti ditemukan oleh orang lain dan dijual sebagai budak. Keputusan dibuat dan menghasilkan kesepakatan untuk dibuang ke dalam sumur.       

Terkait hal ini Allah mengisahkannya dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 8-10 berikut:

“(Ingatlah) ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudara (kandung)-nya lebih dicintai Ayah daripada kita, padahal kita adalah kumpulan (yang banyak). Sesungguhnya ayah kita dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian Ayah tertumpah kepadamu dan setelah itu (bertobatlah sehingga) kamu akan menjadi kaum yang saleh. Salah seorang di antara mereka berkata, “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir jika kamu hendak berbuat.” (QS Yusuf: 8-10).     

Kemudian, dimulailah tipu daya mereka untuk mengelabui Nabi Ya’qub. Mereka meminta Nabi Ya’qub mengizinkan membawa Yusuf kecil bersama mereka untuk ikut menggembala dan bermain bersama. Awalnya, Nabi Ya’qub tidak mengizinkan, ia khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk kepada Yusuf. Namun, karena mereka meyakinkannya untuk menjaga Yusuf, Nabi Ya’qub akhirnya mengizinkan.      

Nabi Yusuf kecil dibawa oleh saudara-saudaranya itu untuk menggembala dan bermain. Di tempat tersebut saudara-saudara Nabi Yusuf melakukan bullying. Mereka memukuli Nabi Yusuf hingga hampir membunuhnya. Kemudian salah satu saudara tiri Nabi Yusuf yang bernama Yahuda berkata: “Bukankah kita sepakat untuk tidak membunuhnya?”.      

Mereka membawa Nabi Yusuf kecil ke sumur, melepas bajunya dan memasukkannya ke dalam sumur. Ketika mereka hendak memasukkan Yusuf ke dalam sumur melalui timba, mereka berkata: “Panggil matahari, bulan dan sebelas bintang untuk menyelamatkanmu!”. (Ibnul Atsir, 125). 

Saudara-saudaranya pulang dan berpura-pura menangis dengan membawa baju Nabi Yusuf yang telah dilumuri darah palsu untuk mengelabui ayahnya bahwa Yusuf telah wafat dimakan serigala. (Lihat juga kisahnya dalam surat Yusuf ayat 11-18.)  

Akibat perbuatan buruk mereka, Nabi Yusuf kemudian ditemukan oleh beberapa musafir yang pergi melewati sumur itu. Ia dijual sebagai hamba sahaya, dibeli oleh salah seorang menteri di Mesir dan diangkat menjadi anak.     

Nabi Yusuf mengalami lika-liku kehidupan hingga ia kemudian dipercaya sebagai menteri ekonomi Mesir saat itu karena berhasil mengatasi paceklik pangan yang terjadi. Ia memaafkan saudara-saudaranya dan membawa keluarganya hijrah ke Mesir. (adm)

Tags: Kisah Nabi YusufNabi Ya’qub ASNabi Yusuf AlaihissalamNabi Yusuf AS
ShareTweetSendShare
Previous Post

Tempat dan Barang Paling Kotor di Rumah serta Cara Membersihkannya

Next Post

Tuntutan AS ke India dan Brasil untuk Tidak Membeli Minyak dari Rusia Nihil, Menurut Pakar Tiongkok

Mungkin Anda Juga Suka :

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

19 Juli 2026

...

Nikmat Membawa Sengsara, Deretan Hukuman dan Dosa Riba yang Sangat Berat

Nikmat Membawa Sengsara, Deretan Hukuman dan Dosa Riba yang Sangat Berat

13 Juni 2026

...

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

...

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

28 Maret 2026

...

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

23 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Tuntutan AS ke India dan Brasil untuk Tidak Membeli Minyak dari Rusia Nihil, Menurut Pakar Tiongkok

Tuntutan AS ke India dan Brasil untuk Tidak Membeli Minyak dari Rusia Nihil, Menurut Pakar Tiongkok

Kisah Nabi Syuaib Alaihissalam, Mengajak Kaum Madyan agar Menyembah Allah dan Bertobat Curang dalam Perdagangan

Kisah Nabi Syuaib Alaihissalam, Mengajak Kaum Madyan agar Menyembah Allah dan Bertobat Curang dalam Perdagangan

Discussion about this post

TERKINI

Ijtima Ulama Indonesia Tegaskan Dukungan Mengawal Pembangunan Nasional di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

25 Juli 2026

Mencengangkan, Taipan SK Hynix Korea Selatan Harus Membayar Uang Cerai ke Mantan Istri Sebesar 644 Juta Dolar

24 Juli 2026

Hana Nabila Bustami, Kejar Cita-cita ke Inggris di Jurusan Mechanical Engineering with Aeronautics

24 Juli 2026

Agusnadi “The Social Trainer”, Eks Supir Angkot yang Kini Chief Learning & Communications Strategist

24 Juli 2026

Ingin Dongkrak Wisatawan Usai Dihantam Iran, Dubai  Tawarkan Hadiah Bagi Warganya yang Membantu

23 Juli 2026

Diwakili 87 Organisasi di Bawah MUI, KUII ke-8 Pada 26-28 Juli Bahas Hukuman Khusus Bagi Koruptor

23 Juli 2026

Dua Pangkalan AS di Yordania Rusak Dihantam Rudal dan Drone Iran, Tentara AS Tewas dan Luka-luka

22 Juli 2026

Indonesian Education Digitalization Accelerated, President Prabowo Reaffirms Government Commitment

21 Juli 2026

Digitalisasi Pendidikan Indonesia Dipercepat, Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Komitmen Pemerintah

21 Juli 2026

Kemenangan Spanyol di Piala Dunia Dirayakan Warga Gaza Palestina di Antara Reruntuhan dan Genosida

20 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video