• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i True Story

Kisah Nabi Syuaib Alaihissalam, Mengajak Kaum Madyan agar Menyembah Allah dan Bertobat Curang dalam Perdagangan

by Avesiar
5 Agustus 2025 | 22:43 WIB
in True Story
Reading Time: 7 mins read
A A
Kisah Nabi Syuaib Alaihissalam, Mengajak Kaum Madyan agar Menyembah Allah dan Bertobat Curang dalam Perdagangan

Ilustrasi: Meta AI

Avesiar – Jakarta

Nabi Syuaib Alaihissalam hidup di tengah-tengah Kaum Madyan. Kaum Madyan adalah segolongan bangsa Arab yang tinggal di  sebuah daerah bernama “Ma’an” di pinggir negeri Syam. Mereka terdiri dari  orang-orang kafir tidak mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Mereka meyembah kepada “Aikah” yaitu sebidang padang pasir yang ditumbuhi beberapa pohon dan  tanam-tanaman. Cara hidup dan istiadat mereka sudah sangat jauh dari ajaran agama dan pengajaran nabi-nabi sebelum Nabi Syu’aib Alaihissalam.

Kemungkaran, kemaksiatan  dan tipu menipu dalam pengaulan merupakan perbuatan dan perilaku yang lumrah dan  rutin. Kecurangan dan perkhianatan dalam hubungan dagang seperti pemalsuan  barang, kecurangan dalam takaran dan timbangan, menjadi ciri yang sudah mendarahdaging  dengan diri mereka. Para pedagang dan petani kecil selalu menjadi korban  permainan para pedagang-pedagang besar dan para pemilik modal, sehingga dengan  demikian yang kaya makin bertambah kekayaannya, sedangkan yang lemah semakin  merosot modalnya dan semakin melarat hidupnya.

Sesuai dengan sunnah Allah sejak Nabi Adam diturunkan ke bumi bahwa dari waktu ke waktu bila manusia sudah  melupakan Allah dan sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran nabi-nabi-Nya,  dan jika Iblis serta syaitan sudah menguasai sesuatu masyarakat dengan ajaran dan tuntutannya yang menyesatkan, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengutuskan seorang rasul dan nabi untuk memberi penerangan serta tuntutan kepada mereka agar kembali ke jalan yang  lurus dan benar, jalan iman dan tauhid yang bersih dari segala rupa syirik dan  persembahan yang bathil.

Kepada kaum Madyan diutuslah oleh Allah seorang Rasul yaitu Nabi Syu’aib, seorang dari mereka sendiri, sedarah dan sedaging dengan  mereka. Ia mengajak mereka meninggalkan persembahan kepada Aikah, sebuah benda mati yang tidak bermanfaat atau bermudharat dan sebagai gantinya melakukan  persembahan dan sujud kepada Allah Yang Maha Esa, Pencipta langit dan bumi, termasuk sebidang tanah yang mereka puja sebagai tuhan mereka.

Nabi Syu’aib kepada mereka agar meninggalkan perbuatan-perbuatan dan kelakukan-kelakuan yang  dilarang oleh Allah serta membawa kerugian bagi sesama manusia serta mengakibat  kerusakan dan kebinasaan masyarakat. Mereka diajak agar berlaku adil dan jujur terhadap diri sendiri dan terutama terhadap orang lain, meninggalkan khianat dan kezaliman, serta perbuatan curang dalam hubungan dagang, perampasan hak milik  seseorang dan penindasan terhadap orang-orang yang lemah dan  miskin.

Diingatkan oleh Nabi Syu’aib akan nikmat Allah dan karunia-Nya  yang telah memberi mereka tanah subu serta sarana-sarana kemakmuran yang  berlimpah-limpah dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan anak cucu yang pesat.  Semuanya itu menurut seruan Nabi Syu’aib, patut diimbangi dengan rasa bersyukur dan menyembah kepada Allah Maha Pencipta yang akan melipat gandakan nikmat dan  kurnia-Nya kepada orang-orang yang beriman dan bersyukur.

Diingatkan pula  Nabi Syu’aib bahwa mereka tidak mau sadar dan kembali kepada jalan yang benar  mengikuti ajaran dan perintah Allah yang dibawanya, niscaya Allah akan mencabut  nikmat dan kurnia-Nya kepada mereka, bahkan akan menurunkan azabnya atas mereka di dunia, selain siksa dari azab yang menanti mereka kelak di akhirat bila di bangkitkan kembali dari kubur.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Kepada mereka Nabi Syu’aib dikisahkan  siksa dan azab yang diturunkan oleh Allah terhadap kaum Nuh, kaum Hud, kaum  Saleh dan paling dekat kaum Luth yang kesemuanya telah menderita dan menjadi binasa  akibat kekafiran, keangkuhan, dan keengganan mereka mengikuti ajaran serta  tuntutan nabi-nabi yang diutus Allah kepada Mereka.

Diingatkan oleh Nabi Syu’aib  agar mereka bertobat dan ingat bahwa mereka akan mengalami nasib yang telah  dialami oleh kaum-kaum itu jika mereka tetap melakukan persembahan yang bathil  serta tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk dan jahat.

Dakwah  dan ajakan Nabi Syu’aib disambut oleh mereka terutama penguasa, pembesar serta  orang-orang kaya dengan ejekan dan olok-olok.

Mereka berkata:

“Adakah kerana sholatmu, engkau memerintahkan kami menyembah selain apa yang telah kami sembah sepanjang hayat kami. Persembahan mana pula telah dilakukan oleh nenek moyang kami dan diwariskan kepada kami. Dan apakah juga karena sholatmu engkau menganjurkan kami meninggalkan cara-cara hidup sehari-hari yang nyata telah  membawa kemakmuran dan kebahagian bagi kami bahkan sudah menjadi adat istiadat  kami turun temurun. Sungguh kami tidak mengerti apa apa tujuanmu dan apa  maksudmu dengan ajaran-ajaran baru yang engkau bawa kepada kami. Sungguh kami  menyaksikan kesempurnaan akalmu dan keberesan otakmu!”

Ejekan dan  olok-olok mereka didengar dan diterima oleh Syu’aib dengan kesabaran dan kelapangan  dada. Ia sesekali tidak menyambut kata-kata kasar mereka dengan marah atau  membalasnya dengan kata-kata yang kasar pula. Ia bahkan makin bersikap lemah lembut dalam dakwahnya dengan menggugah hati nurani dan akal mereka supaya  memikirkan dan merenungkan apa yang dikatakan dan dinasihatkan kepada mereka. 

Dan sesekali ia menonjolkan hubungan darah dan kekeluargaannya dengan mereka, sebagai jaminan bahwa ia menghendaki perbaikan bagi hidup mereka di dunia dan  akhirat dan bukan sebaliknya. Ia tidak mengharapkan sesuatu balas jasa atas  usaha dakwahnya. Ia tidak pula memerlukan kedudukan atau menginginkan kehormatan  bagi dirinya dari kaumnya.

Ia akan cukup merasa puas jika kaumnya kembali kepada  jalan Allah, masyarakatnya akan menjadi masyarakat yang bersih dari segala kemaksiatan dan adt-istiadat yang buruk. Ia akan menerima upahnya dari Allah yang telah mengutuskannya sebagai rasul yang dibebani amanat untuk menyampaikan  risalah-Nya kepada kaumnya sendiri.

Kaum Syu’aib akhirnya merasa jengkel  dan jemu melihat Nabi Syu’aib tidak henti-hentinya berdakwah bertabligh pada setiap kesempatan dan di mana saja ia menemui orang berkumpul. Penghinaan dan  ancaman dilontar kepada Nabi Syu’aib dan para pengikutnya akan diusir dan akan dikeluarkan dari Madyan jika mereka mau menghentikan dakwahnya atau tidak mau mengikuti agama dan cara-cara hidup mereka.

Berkata mereka kepada Nabi Syu’aib dengan nada mengejek:

“Kami tidak mengerti apa yang kamu katakan.  Nasihat-nasihatmu tidak mempunyai tempat di dalam hati dan kalbu kami. Engkau  adalah seorang yang lemah fisik, rendah kedudukan dalam pengaulan maka  tidak mungkin engkau dapat mempengaruhi atau memimpin kami yang berfisik lebih kuat dan berkedudukan yang lebih tinggi daripada engkau. Kalau bukan karena kerabatmu yang  kami segani dan hormati, neiscaya engkau telah kami rajam dan sisihkan dari  pengaulan kami.”

Nabi Syu’aib menjawab:

“aku tidak akan hentikan dakwahku kepada risalah Allah yang telah diamanahkan kepadaku dan janganlah kamu  mengharapkan bahwa aku maupun para pengikutku akan kembali mengikuti agamamu  dan adat istiadatmu setelah Allah memberi hidayahnya kepada kami. Pelindungku  adalah Allah Yang Maha Berkuasa dan bukan sanad kerabatku, Dialah yang memberi  tugas kepadaku dan Dia pula akan melindungiku dari segala gangguan dan ancaman.  Adakah sanak saudaraku yang engkau lebih segani daripada  Allah yang Maha  Berkuasa?”

Sejak berdakwah dan bertabligh menyampaikan risalah Allah kepada kaum Madyan, Nabi Syu’aib berhasil menyadarkan hanya sebagian kecil dari kaumnya, sedang bagian yang terbesar masih tertutup hatinya bagi cahaya iman dan tauhid yang diajar oleh beliau. Mereka tetap berkeras kepala  mempertahankan tradisi, adat istiadat dan agama yang mereka warisi dari nenek  moyang mereka.

Itulah alasan mereka satu-satunya yang mereka kemukakan untuk  menolak ajaran Nabi Syu’aib dan itulah benteng mereka satu-satunya tempat mereka  berlindung dari serangan Nabi Syu’aib atas persembahan mereka yang bathil dan  adat pengaulan mereka yang mungkar dan sesat.

Di samping itu jika mereka sudah  merasa tidak berdaya menghadapi keterangan-keterangan Nabi Syu’aib yang didukung dengan dahlil dan bukti yang nyata kebenaran, mereka lalu melemparkan  tuduhan-tuduhan kosong seolah-olah Nabi adalah tukang sihir dan ahli sulap yang  ulung.

Mereka telah berani menentang Nabi Syu’aib untuk membuktikan kebenaran risalahnya dengan mendatangkan bencana dari Allah yang ia sembah dan  menganjurkan orang menyembah-Nya pula.

Mendengar tentangan kaumnya yang menandakan hati mereka telah tertutup rapat-rapat bagi sinar agama dan wahyu yang ia bawa dan bahwa tiada harapan lagi akan menarik mereka ke jalan yang  lurus serta mengangkat mereka dari lembah syirik dan kemaksiatan serta pergaulan buruk, maka bermohonlah Nabi Syu’aib kepada Allah agar menurunkan azab siksanya kepada kaum Madyan, bahwa wujud-Nya serta menentang kekuasaannya untuk menjadi  ibrah dan peringatan bagi generasi-generasi yang mendatang.

Allah Yang Maha berkuasa berkenan menerima permohonan dan doa Syu’aib, maka diturunkanlah lebih dahulu di atas mereka hawa udara yang sangat panas yang mengeringkan kerongkongan karena dahaga yang tidak dapat dihilangkan dengan air dan membakar kulit yang tidak dapat diobati dengan berteduh di bawah atap rumah atau  pohon-pohon.

Di dalam keadaan mereka yang sedang bingung, panic berlari-lari ke sana ke mari, mencari perlindungan dari terik panasnya matahari yang membakar kulit dan dari rasa dahaga karena keringnya kerongkongan, tiba-tiba terlihat di atas kepala mereka gumpalan awan hitam yang tebal, lalu berlarilah mereka ingin berteduh di bawahnya.

Namun setelah mereka berada di bawah awan hitam itu sambil berdesak-desak dan berjejal-jejal, jatuhlah ke atas kepala mereka percikan api  dari awan hitam itu diiringi oleh suara petir dan gemuruh ledakan dahsyat, sementara bumi di bawah mereka bergoyang dengan kuatnya menjadikan mereka berjatuhan, tertimbun satu di bawah yang lain dan melayanglah jiwa mereka  dengan serta-merta.

Nabi Syu’aib merasa sedih atas kejadian yang menimpa  kaumnya dan berkata kepada para pengikutnya yang telah beriman:

“Aku telah  sampaikan kepada mereka risalah Allah, menasihati dan mengajak mereka agar  meninggalkan perbuatan-perbuatan mungkar serta persembahan bathil mereka dan aku  telah memperingatkan mereka akan datangnya seksaan Allah bila mereka tetap  berkeras hati, menutup telinga mereka terhadap suara kebenaran ajaran-ajaran  Allah yang aku bawa, namun mereka tidak menghiraukan nasihatku dan tidak  mempercayai peringatanku. Karenanya tidak patutlah aku bersedih hati atas  terjadinya bencana yang telah membinasakan kaumku yang kafir itu.”

Wallahua’lam. (adm/Dikutip dari Kisah 25 Nabi & Rasul)

Tags: Kaum MadyanKisah Nabi SyuaibNabi Syuaib AlaihissalamNabi Syuaib AS
ShareTweetSendShare
Previous Post

Tuntutan AS ke India dan Brasil untuk Tidak Membeli Minyak dari Rusia Nihil, Menurut Pakar Tiongkok

Next Post

Dihentikan, ChatGPT yang Sebelumnya Memberikan Saran untuk Putus dengan Pasangan

Mungkin Anda Juga Suka :

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

...

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

28 Maret 2026

...

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

23 Maret 2026

...

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari, Pria Zuhud Berasal dari Kabilah yang Suka Merampok

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari, Pria Zuhud Berasal dari Kabilah yang Suka Merampok

2 Januari 2026

...

Kisah Pria yang Akhirnya Dikeluarkan dari Neraka dan Terakhir Masuk Surga

Kisah Pria yang Akhirnya Dikeluarkan dari Neraka dan Terakhir Masuk Surga

30 Desember 2025

...

Load More
Next Post
Dihentikan, ChatGPT yang Sebelumnya Memberikan Saran untuk Putus dengan Pasangan

Dihentikan, ChatGPT yang Sebelumnya Memberikan Saran untuk Putus dengan Pasangan

Kisah Nabi Ayyub Alaihissalam, Nabi yang Sangat Sabar dalam Cobaan dan Kesakitan yang Allah Uji serta Disejahterakan Kembali

Kisah Nabi Ayyub Alaihissalam, Nabi yang Sangat Sabar dalam Cobaan dan Kesakitan yang Allah Uji serta Disejahterakan Kembali

Discussion about this post

TERKINI

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video