Avesiar – Jakarta
Duka menyelimuti Chili ketika negara yang berbatasan di darat dengan Peru di utara, Bolivia dan Argentina di timur tersebut, saat ini berkabung selama dua hari akibat kebakaran hutan hebat yang menewaskan 112 jiwa, melahap 14.000 rumah, serta ratusan orang masih hilang, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Senin (5/2/2024).
Kebakaran yang mematikan dalam sejarah negara itu juga semakin meningkat sepanjang akhir pekan, di mana kota-kota pesisir Viña del Mar dan Valparaiso hancur dan mobil-mobil hangus berserakan di jalanan.
Disebutkan bahwa kepolisian investigasi Chili (PDI) mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki daerah-daerah di mana kebakaran mungkin terjadi secara sengaja dan media lokal melaporkan pada hari Senin bahwa dua tersangka telah ditahan karena dicurigai memicu kebakaran.
Chili, Argentina, dan wilayah lain di kerucut selatan Amerika Selatan sedang menghadapi gelombang panas yang parah. Gelombang panas ini menurut para ahli akan lebih sering terjadi selama bulan-bulan musim panas di belahan bumi selatan karena perubahan iklim.
Cuaca ekstrem di Chili juga diperparah dengan fenomena cuaca El Nino yang menghangatkan Samudera Pasifik. (adm)













Discussion about this post