Avesiar – Jakarta
Sering terjadi di masyarakat di mana menyampaikan kebenaran adalah hal yang sulit. Hal ini bukan karena banyak orang yang tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, terutama menurut syariat Islam.
Namun, tantangannya lebih kepada sulitnya kebenaran diterima di tengah godaan dunia dan dibenci oleh yang dibutakan dari melihat kebenaran. Karena selain bertugas menyampaikan kebenaran kepada non-muslim, Muslim juga berkewajiban menyampaikan kebenaran dan mencegah kemunkaran kepada sesamanya.
Hal ini sejalan dengan hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:
Abi Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Qulil haqqo walau kaana murron.”
“Katakanlah yang benar meskipun itu pahit (berat untuk dikatakan).”
(HR. Ibnu Hibban, no. 2041)
Tidak hanya itu, dalam kehidupan sosial masyarakat, Muslim juga dianjurkan untuk menyikapi kemungkaran. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,
“Barangsiapa melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu juga, hendaklah ia membencinya dalam hati, dan yang demikian itu adalah golongan selemah-lemah iman.”
Mengatakan kebenaran mungkin saja akan menimbulkan antipati dan dibenci banyak orang. Namun, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan kabar gembira kepada Muslim yang menyampaikan kebenaran walaupun banyak yang membencinya.
Sebagaimana hadits berikut,
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Beruntunglah orang-orang yang asing.” “Lalu siapa orang yang asing wahai Rasulullah”, tanya sahabat. Jawab beliau, “Orang-orang yang sholih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek, lalu orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada yang mentaatinya.” (HR. Ahmad 2: 177. Hadits ini hasan lighoirihi, kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
Habib_Nabiel_Almusawa, dikutip dari unggahannya di sosial media X, Sabtu, 4 Maret 2023, juga menyampaikan tentang hadits, “Katakan kebenaran walaupun pahit.” (HR Ibnu Hibban no 362, shahih).
“Anakku.. Saat kita menyampaikan kebenaran, mk akan kau temui 2 tipe org.. Pertama yg Bijak, mk kebenaran itu akan mrk renungkan walau tidak setuju.. Dan kedua yg Bodoh, mk mrk akan tersinggung & lgsg menentangmu.”
(put/dari berbagai sumber)













Discussion about this post