Avesiar – Jakarta
Kebijakan embargo terhadap Israel atas kekejaman genosida kepada rakyat Palestina ditegaskan oleh Turki. Seruan penerapan embargo senjata terhadap Israel, mengakhiri perdagangan dengan negara tersebut, dan mengisolasinya secara internasional disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. di KTT D-8 di Kairo, dikutip dari TRT World, Kamis (19/12/2024).
Langkah-langkah tersebut digambarkannya sebagai langkah penting untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya di kawasan tersebut.
“Kami melihat langkah-langkah Israel yang mengabaikan integritas teritorial Suriah, termasuk perluasan permukiman ilegal di Dataran Tinggi Golan,” katanya di Kairo, Mesir.
Erdogan menyerukan tanggapan yang lebih terkoordinasi dari negara-negara Islam, terutama anggota D-8 (Developing Eight Organization for Economic Cooperation) atau Organisasi Kerja Sama Ekonomi Berkembang Delapan.
“Sebagai negara-negara Islam, kita harus memimpin langkah-langkah yang dapat diambil terhadap Israel,” kata Erdogan.
Presiden menekankan bahwa sikap bersatu seperti itu sangat penting bagi stabilitas regional dan mengejar perdamaian di Timur Tengah.
“Saya percaya D-8 harus menanggapi dengan lebih kuat pelanggaran hukum yang mengancam stabilitas Suriah dan kawasan kita,” imbuhnya.
Sebagai informasi, D-8 didirikan pada tahun 1997 di Turki untuk memperkuat hubungan ekonomi dan sosial.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Mesir menyoroti pentingnya KTT D-8, yang anggotanya meliputi Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh. (ard)












Discussion about this post