KAMU KUAT – Jakarta
Membangun kebiasaan baik mungkin terdengar sederhana, tetapi efeknya bisa luar biasa. Sebagai remaja atau anak muda, hal-hal kecil yang positif bisa menciptakan perubahan besar, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Kebiasaan baik adalah hal yang perlu ditanamkan dalam kehidupan seseorang agar dirinya bermanfaat dan membangun jiwa sosial. Misalnya, bangun pagi dan shalat Subuh, kemudian membantu pekerjaan rumah tangga orang tua seperti membersihkan dan merapikan kamar sendiri, menyapu rumah setiap pagi bergantian dengan kakak beradik.
Lainnya seperti membantu Ibu jika terdapat pekerjaan-pekerjaan berat bagi anak laki-laki atau memasak dan mencuci piring bagi anak perempuan, dan lain sebagainya yang meringankan pekerjaan orang tua.
Hal tersebut bisa kamu lakukan karena kamu merasa bahwa orang tua telah berlelah-lelah sejak kecil mengurus semua kebutuhanmu. Kepada ayah, membantunya membersihkan sepatu atau kendaraannya yang kotor, juga akan membuat kebiasaanmu itu menyenangkan hatinya.
Tidak hanya itu, di lingkungan tempat tinggal dan sekolah, kamu juga bisa membiasakan untuk melihat kebersihan sebagai hal yang penting. Sehingga, jika terdapat sampah yang tercecer di jalan, kamu akan dengan mudah memungut dan membuangnya ke tempat sampah yang tersedia di sekitar.
Beberapa pengakuan teman-teman kanal remaja dan anak muda KAMU KUAT! ini juga bisa jadi motivasi atau empati yang sama bagi kamu untuk melakukannya. Yuk, kita simak!
Niki Nugroho Rahasja, siswa kelas XII F3 (Sainkes 1), SMAN 1 Ciomas, Bogor

“Saya selalu mencoba melakukannya secara rutin. Hal ini bahkan sering saya lakukan tanpa sadar, karena sudah menjadi bagian dari diri saya. Contohnya, membantu orang tua dan orang lain, berbicara dengan sopan, atau tersenyum kepada orang di sekitar,” ujar Niki kepada kanal KAMU KUAT!.
Meskipun mungkin ada beberapa orang yang tidak menyukai kebiasaan baik yang ia lakukan, kata Niki, biasanya mereka hanya bercanda. Ia menyadari bahwa ada kemungkinan lain tidak nyaman atau merasa terganggu. Meski begitu, ia tetap memilih untuk konsisten karena manfaatnya jauh lebih besar, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Saya berusaha berkomitmen untuk terus mempertahankan kebiasaan baik ini hingga masa depan. Kebiasaan positif yang saya lakukan tidak hanya berdampak pada orang lain, tetapi juga memberikan pengaruh besar pada diri saya. Saya merasa lebih bahagia, percaya diri, dan lingkungan di sekitar saya terasa lebih positif,” paparnya.
Selain itu, Niki juga ingin terus menambah kebiasaan baik lainnya. Dengan belajar dari orang lain atau dari pengalaman diri sendiri, Niki percaya masih banyak hal baik yang bisa ia lakukan.
Zulaikha Gadiza Nurkamaliyah, siswi kelas XI.10, SMAN 2 Tangerang Selatan

Kebiasaan baik menurut Zulaikha adalah tidur tepat waktu, Ketika ia tidur tepat waktu, ia mendapatkan cukup waktu istirahat sehingga tubuh terasa segar saat bangun. Ia juga bisa bangun pagi tanpa terburu-buru, tidak melewatkan waktu shalat Subuh, dan siap menjalani hari dengan semangat.
“Namun, pernah suatu kali saya melewatkan kebiasaan ini karena terlalu asyik menonton Youtube hingga jam 2 pagi. Walaupun hal itu sebenarnya sepele dan bisa dilanjutkan keesokan harinya, saya tetap menonton hingga larut. Akibatnya, saya bangun kesiangan, merasa lemas, pusing, dan malas beraktivitas. Pengalaman ini mengingatkan saya betapa pentingnya menjaga kebiasaan tidur tepat waktu,” ucapnya.
Kebiasaan baik ini, imbuhnya, akan terus ia pertahankan. Karena manfaatnya terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Zulaikha juga ingin menambah kebiasaan baik lainnya, seperti rutin berolahraga agar tubuh semakin sehat dan bugar.
Deswinda Natania Putri, siswi kelas XII/12, SMA Boash

Membaca buku, bagi Deswinda, adalah salah satu kebiasaan baik yang tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bisa memengaruhi orang-orang di sekitar kita. “Saya sering menceritakan buku yang sedang saya baca kepada teman-teman atau keluarga. Menariknya, mereka jadi penasaran dan secara tidak langsung terpapar kebiasaan literasi saya,” ujarnya.
Untuk menjaga konsistensi dalam kebiasaan baik, Deswinda punya cara sederhana namun efektif, yaitu dengan journaling menggunakan habit tracker. Dengan mencatat kebiasaan harian, ia merasa lebih termotivasi untuk terus melakukannya. Hal ini membuat ia lebih teratur dan semangat dalam mempertahankan kebiasaan baik seperti membaca buku.
“Membaca buku tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga membantu saya dalam akademik. Ketika menghadapi ujian dengan materi yang sangat banyak, saya menggunakan metode membaca versi saya sendiri untuk memahami inti materi dengan lebih mudah. Cara ini membuat saya lebih cepat menghafal, sehingga nilai saya selalu stabil. Alhamdulillah, kebiasaan ini sangat membantu saya mencapai prestasi di sekolah,” ujarnya.
Menurut Deswinda, ia berencana menambah kebiasaan baik lainnya. Salah satunya adalah membawa makanan kucing ke mana pun ia pergi. Meski sederhana, katanya, kebiasaan itu membuatnya merasa lebih peduli pada makhluk hidup di sekitar. Selain itu, ia juga terus mencari inspirasi untuk menambah kebiasaan baru yang positif.
Nah, itu kebiasaan baik menurut versi mereka masing-masing. So, coba yuk kebiasaan baik lainnya di mulai dari yang terdekat dengan kita. Misalnya, membantu pekerjaan rumah tangga alias membantu orang tua. Kebiasaan satu ini selain menyenangkan Ibu dan Ayahmu, juga mendapatkan pahala anak yang berbakti. (Resty)













Discussion about this post