Avesiar – Jakarta
Donald Trump resmi menjadi presiden Amerika Serikat ke-47 usai diambilnya sumpah jabatannya oleh kepala hakim agung John Roberts, Senin (20/1/2025), di dalam gedung DPR AS karena cuaca yang sangat dingin
Di tengah kekacauan dan perpecahan yang melanda negara itu Trump menjanjikan serangkaian perintah eksekutif, perombakan radikal tatanan global, dan “revolusi akal sehat”. Dalam sebuah upacara yang diadakan di dalam gedung DPR AS karena suhu di bawah nol itu, mantan presiden tersebut bersiap untuk kembali ke Gedung Putih dengan penuh kemenangan.
“Saya kembali ke kursi kepresidenan dengan percaya diri dan optimis bahwa kita berada di awal era baru kesuksesan nasional yang mendebarkan. Gelombang perubahan sedang melanda negara ini. Pesan saya kepada warga Amerika hari ini adalah saatnya bagi kita untuk sekali lagi bertindak dengan keberanian, semangat, dan vitalitas peradaban terbesar dalam sejarah,” katanya, menurut pernyataan tertulis yang dibagikan sebelumnya oleh para pembantunya, dikutip dari The Guardian.
Para pembantu Trump, mengonfirmasi ekspektasi luas akan serangkaian aktivitas hari pertama, mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan segera menandatangani 10 perintah eksekutif, yang sebagian besar berfokus pada imigrasi, termasuk mendeklarasikan keadaan darurat di perbatasan selatan AS untuk memungkinkan pengerahan angkatan bersenjata, dan berupaya mengakhiri kewarganegaraan berdasarkan kelahiran. Sekretaris persnya juga mengatakan bahwa ia akan mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.
Tidak banyak yang membayangkan saat itu bahwa Trump, yang dua kali dimakzulkan dan sekarang menjadi penjahat yang dihukum, akan kembali menginjakkan kaki di Gedung Putih. Namun selama akhir pekan, pria berusia 78 tahun itu bersuka ria dalam upayanya untuk bangkit kembali di kancah politik dengan para pendukung gerakan Maga (Make America great again), termasuk rapat umum hari Minggu di arena Capitol One. (ard)













Discussion about this post