• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Change Motivasi

Korupsi Terjadi dalam Berbagai Bentuk dan Strata Sosial, Jangan-jangan Kita Melakukannya

by Avesiar
21 Januari 2025 | 22:01 WIB
in Motivasi
Reading Time: 6 mins read
A A
Korupsi Terjadi dalam Berbagai Bentuk dan Strata Sosial, Jangan-jangan Kita Melakukannya

Ilustrasi. Foto: Pexels

Avesiar – Jakarta

Perilaku korupsi menjadi sebuah momok tersendiri dalam sebuah pribadi, keluarga, lingkungan masyarakat, lembaga, organisasi, sampai tingkat negara. Pembicaraan tentang korupsi sering mengacu pada tindakan yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang dianggap punya kewenangan dan di sektor pemerintahan saja.

Namun, pada kenyataannya tidak demikian. Perilaku korupsi dalam dilakukan setiap orang dari semua strata baik sosial, ekonomi, suku, agama, dan ras. Karena perilaku ini berkaitan dengan pribadi dan kepentingan.

Dikutip dari laman Raoul Wallenberg Institute dalam tulisan berjudul Corruption Comes in Many Forms, Selasa (21/1/2025), disebutkan bahwa korupsi dapat terjadi dalam berbagai bentuk yang terkait dengan berbagai jenis perilaku; seperti penyuapan, penggelapan, nepotisme, pemerasan, suap, pencucian uang, penipuan, dan konflik kepentingan.

Jika Anda memberi seseorang sesuatu yang bernilai, seperti uang, hadiah, atau bantuan, agar seseorang yang memiliki kekuasaan atau wewenang melakukan sesuatu untuk Anda atau memutuskan sesuatu yang menguntungkan Anda, Anda terlibat dalam penyuapan (bribery).

Meminta atau menerima sesuatu sebagai imbalan untuk melakukan tindakan atau membuat keputusan yang menguntungkan seseorang juga merupakan penyuapan. Ini adalah bentuk korupsi yang dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti dalam politik, bisnis, dan layanan publik, dan dapat berdampak negatif yang signifikan terhadap persaingan yang adil, kepercayaan publik, dan supremasi hukum.

Mengenai contoh-contoh perilaku korupsi, sering orang menyebut pada tindakan-tindakan tertentu. Sedangkan dilansir laman Iblam School of Law, Jum’at (10/5/2024), dituliskan bahwa contoh korupsi di Indonesia, kendati sudah banyak yang masuk bui, perilaku tersebut masih ada.

Pelaku berasal dari pihak swasta, pemerintahan, bahkan aparat hukum. Tindakan korupsi ini bukan hanya tercela, tetapi juga merugikan negara. Pelaku berusaha mencari keuntungan pribadi dengan menerima atau memberi suap dan menyalahgunakan wewenang yang dia miliki. Tindakan ini tentu melanggar hukum, sudah semestinya pelaku mendapat hukuman yang berat.

Bacaan Terkait :

Definisi Korupsi dan Bagaimana Mencegah Dirimu serta Orang Lain Berbuat Korupsi?

OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, Presiden Prabowo Persilakan KPK Jalankan Proses Hukum Semestinya

Apa yang Kamu Ketahui Soal Korupsi Secara Umum dan Dalam Kehidupanmu?

Lagi, Aung San Suu Kyi ‘Panen’ Tuduhan Korupsi Lain dari Myanmar

Novel Yakin Jokowi Akan Merespon Serius Temuan Ombudsman

Load More

Tindakan ini tidak hanya terjadi di lingkungan pejabat saja. Sebagai masyarakat umum tindakan korupsi juga bisa terjadi. Bahkan di perusahaan swasta, lingkungan kampung, perilaku ini sangat mungkin terjadi.

Anda pasti pernah mendengar karyawan swasta yang dipecat akibat menggelapkan uang perusahaan atau perangkat RT/RW yang diberhentikan karena ketahuan menggelapkan uang warga. Mereka bukanlah pejabat pemerintah atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun tindakan tersebut termasuk perilaku korupsi.

Penyebab atau pemicu tindakan merugikan tersebut dijelaskan sebagai berikut.

Faktor Pribadi Pelaku

Korupsi adalah tindakan sendiri atau bersama-sama dalam satu kelompok. Perilaku korupsi terjadi karena adanya dorongan dari dalam diri pelaku. Gaya hidup yang berlebihan, sifat serakah, moral dan ajaran agama yang kurang kuat, kebutuhan hidup semakin tinggi, serta keinginan untuk mendapat uang dengan cepat bisa memicu seseorang melakukan korupsi.

Faktor Kelompok

Kebanyakan kasus korupsi dilakukan secara bersama-sama. Namun, perlu diketahui jika terjadi korupsi di suatu instansi atau lembaga, bisa saja perilaku tersebut sudah menjadi kebiasaan. Tidak ada contoh dari pimpinan, kebiasaan di lembaga yang kurang baik, manajemen lembaga yang buruk, dan menutupi terjadinya perilaku korupsi.

Faktor Masyarakat

Ada bagian dari masyarakat yang belum menyadari kerugian dari korupsi. Misal mereka memberikan uang jasa kepada aparat pemerintah agar urusan mereka menjadi mudah dan cepat. Nominalnya tidaklah besar, tetapi bibit yang sudah dipupuk di bawah ini bisa semakin subur dan menjadi kebiasaan. Apalagi di lembaga tersebut tidak terdapat contoh yang baik dari pimpinan.

Jenis dan Contoh Korupsi

Anda pasti sudah sering membaca atau melihat kasus korupsi di media massa. Mulai dari pelaku yang tertangkap tangan melakukan praktik suap sampai ke proses persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi.

Apa saja jenis korupsi di Indonesia?

Merugikan Keuangan Negara

Jenis korupsi ini paling sering terjadi. Kasus korupsi yang terjadi di instansi pemerintah. Pelaku korupsi biasanya mendapatkan keuntungan dengan cara melawan aturan yang ada atau memanfaatkan jabatan dan wewenang yang mereka miliki.

Penyuapan Pejabat Negara

Memberikan uang suap atau uang pelicin ini termasuk jenis korupsi. Tanpa sadar masyarakat kerap melakukan hal ini dan menganggap sesuatu yang biasa. Ucapan terima kasih dalam bentuk uang dan barang kepada pejabat negara termasuk tindak korupsi. Apalagi jika suap tersebut bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari proyek yang sedang berjalan atau untuk mempermudah perizinan.

Penyalahgunaan Wewenang

Pejabat pemerintah yang tersandung kasus korupsi sering terjerat pasal penyalahgunaan wewenang. Sebagai pejabat yang punya wewenang, dia menyalahgunakannya untuk kepentingan proyek seseorang dan melawan aturan yang berlaku. Termasuk menghilangkan barang bukti dengan cara menghancurkannya juga termasuk tindak korupsi.

Pemerasan

Undang-undang tindak pidana korupsi mengatur dua jenis pemerasan. Pertama, pemerasan oleh pejabat negara yang memiliki wewenang. Dengan sengaja pejabat tersebut meminta uang atau barang kepada pihak lain jika ingin urusannya tersebut lancar atau proyeknya disetujui. Kedua pemerasan oleh pegawai negeri atau aparat kepada masyarakat.

Aparat atau ASN tersebut meminta sejumlah uang yang tidak sesuai dengan aturan. Alasannya hampir sama untuk mempermudah urusan atau sebagai imbal jasa pengurusan perizinan atau dokumen penting. Sayangnya perilaku seperti ini dianggap sah, karena sudah lazim.

Kepentingan dalam Tender atau Proyek

Sebuah instansi kerap mengadakan tender atau proyek untuk pengadaan barang. Perusahaan swasta yang bidangnya sama dengan pengadaan barang tentu bisa ikut serta dalam tender tersebut. Misal pengadaan seragam pegawai, tentu perusahaan konveksi dengan penawaran terbaik bisa memenangkan tender. Namun, penyeleksi tender dilarang memasukkan keluarga dan memenangkannya dalam tender tersebut. Tindakan ini masuk sebagai perilaku korupsi.

Gratifikasi

Pejabat negara atau pegawai negeri tanpa sadar sering menerima gratifikasi. Mereka memang tidak meminta kepada orang yang bersangkutan, pemberian tersebut secara cuma-cuma atau sering diartikan sebagai ucapan terima kasih.

Bentuk gratifikasi bisa berupa tiket perjalanan ke luar negeri, hadiah mobil mewah, jam tangan mewah, bahkan pena/pulpen dengan nominal tertentu juga termasuk gratifikasi. Itu sebabnya KPK meminta pegawai negeri atau pejabat negara untuk rutin melaporkan harta kekayaan yang dimiliki termasuk gratifikasi yang diterima.

Perbuatan Curang

Pemborong atau pihak swasta kerap melakukan tindak kecurangan dalam suatu proyek. Apalagi kecurangan tersebut bertujuan untuk menguntungkan diri sendiri. Misalnya suatu perusahaan yang memenangkan proyek menurunkan kualitas atau spesifikasi barang dari pengajuan.

Otomatis dia mendapatkan keuntungan yang lebih. Sementara pihak instansi pemerintah yang memberikan proyek jelas mengalami kerugian karena kualitas dan spesifikasi barang tidak sesuai dengan pengajuan.

Tujuh jenis korupsi itu paling sering terjadi di Indonesia. Masyarakat seringkali tidak memahami dan menganggapnya sesuatu yang biasa seperti memberikan uang pelicin ke aparat atau pegawai pemerintah, memberikan hadiah kepada pegawai negeri sebagai ucapan terimakasih, dan lain-lain. Masyarakat awam wajib mengetahui jenis dan contoh korupsi agar mereka bisa menghindari dan tidak terjebak di dalamnya.

Pemberantasan korupsi memang harus dimulai dari bawah. Masyarakatlah yang harus memulai dan mengawal dengan cara menghindari tindakan yang berpotensi pada tindak pidana korupsi.

Pemerintah juga harus transparan dan akuntabel dalam pelayanan sehingga menghindari praktik tersebut. Mereka juga tidak mudah tergiur dengan keuntungan yang justru bisa merugikan negara dan diri sendiri di kemudian hari.

Mengacu pada penjelasan dari beberapa sumber di atas, tentu sudah tergambar jelas seperti apa perilaku dan contoh-contoh korupsi. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa, melindungi dan menjauhkan kita dari perbuatan buruk tersebut. Dan semoga yang melakukannya segera bertobat dan mendapat ampunan dari Allah. (put)

Tags: Karyawan KorupsiKorupsikpkMasyarakat KorupsiMenyuapPejabat KorupsiPerilaku Korupsi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Overthinking dan Kisah Mereka, Pastikan Semua akan Baik-baik Saja

Next Post

Penelitian Menyebutkan Antibiotik, Antivirus dan Vaksin dapat Membantu Mengatasi Demensia

Mungkin Anda Juga Suka :

Doa Kamilin, Doa yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih dan Sebelum Witir

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

4 Juli 2026

...

Cara Agar Tidak Terkena PHK, Mengatasi Stress Jika Terkena PHK, dan Tips Move On

Cara Agar Tidak Terkena PHK, Mengatasi Stress Jika Terkena PHK, dan Tips Move On

1 Mei 2026

...

Contoh-contoh Resolusi untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Contoh-contoh Resolusi untuk Kehidupan yang Lebih Baik

28 Desember 2025

...

Kalimat Dukungan untuk Menghibur Bisa Jadi Salah dan Buruk, Simak yang Tepat

Kalimat Dukungan untuk Menghibur Bisa Jadi Salah dan Buruk, Simak yang Tepat

24 Desember 2025

...

Kisah Pria Beruntung Karena Sabar Menghadapi Istrinya yang Suka Mencaci-maki

Kisah Pria Beruntung Karena Sabar Menghadapi Istrinya yang Suka Mencaci-maki

30 September 2025

...

Load More
Next Post
Penelitian Menyebutkan Antibiotik, Antivirus dan Vaksin dapat Membantu Mengatasi Demensia

Penelitian Menyebutkan Antibiotik, Antivirus dan Vaksin dapat Membantu Mengatasi Demensia

PPD atau Para Pemburu Discount

PPD atau Para Pemburu Discount

Discussion about this post

TERKINI

Berkah Maulid yang Didapatkan Dua Pemuda  yang Menyambut dan Mengagungkannya

3 September 2026

Adu Kuat, Iran Terus Menghantam Pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, UEA, dan Yordania, Sementara AS Serang Pesta Pernikahan

3 September 2026

Soal Video Kasus Pejompongan, Tidak Ada Permintaan Takedown dari Kemkomdigi

2 September 2026

Restoran Diminta Transparan Soal Status Halal Tiap Outlet ke Konsumen, Terutama yang Sertifikasi per Lokasi

2 September 2026

Israel Mempersulit Sekolah Kristen, Buntutnya Semua Sekolah Tutup Memprotes Israel yang Menolak Memperbarui Izin Gurunya

1 September 2026

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Diterima Presiden Prabowo, Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

1 September 2026

Jumat 4 September Besok Manajemen Gadang Barubah Layani Langsung Pelanggannya dan Es Krimnya Cuma Rp2000

1 September 2026

Mojtaba Khamenei Serukan negara-negara Islam untuk Bersatu Melawan AS dan Israel

31 Agustus 2026

Muktamar ke-35 NU Resmi Ditutup Presiden, Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketumnya KH Abdul Hakim Mahfudz

30 Agustus 2026

Permohonan Uji Ketentuan Pengupahan Dosen Diputus Mahkamah Konstitusi

30 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video