• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

PPD atau Para Pemburu Discount

by Avesiar
21 Januari 2025 | 23:07 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
PPD atau Para Pemburu Discount

Ilustrasi. Foto: Freepik dan istimewa. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Siapa yang tidak tergoda dengan diskon? Bagi remaja, berburu diskon sudah seperti petualangan seru yang penuh kejutan.

Diskon selalu berhasil mencuri perhatian, terutama bagi para remaja yang gemar berburu promo. Mulai dari buku, skincare, hingga makeup, potongan harga selalu jadi alasan untuk menekan tombol “beli”. Tapi, menjadi pemburu diskon bukan hanya soal berhemat, ada strategi yang perlu diterapkan agar belanja tetap cerdas.

Beberapa remaja dan anak muda ini berbagi kisahnya tentang bagaimana mereka memulai perjalanan sebagai pemburu diskon.

Firyal Nurfashihah Tauhid , mahasiswa semester 3, Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Firyal Nurfashihah Tauhid , mahasiswa semester 3, Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila. Foto: istimewa

Firyal adalah Salah seorang pemburu diskon yang ingin berbagi strategi. “Biasanya, aku memanfaatkan momen tertentu, seperti tanggal 12 bulan 12 atau tanggal-tanggal kembar lainnya. Selain itu, aku juga sering ikut live penjualan karena biasanya ada diskon khusus atau flash sale,” katanya.

Pengalaman berburu diskon juga membawa cerita seru. Salah satu pengalaman terbaik adalah membeli cushion dengan diskon pengguna baru hingga 50%! “Rasanya puas banget bisa dapat barang bagus dengan harga murah,” ujarnya.

Namun, tidak semua diskon itu menguntungkan. “Semakin besar diskon, sebenarnya usaha toko juga makin besar. Kadang, ada toko yang sampai rela rugi demi menarik perhatian konsumen. Jadi, aku selalu hati-hati karena nggak semua promo benar-benar murah banyak juga yang hanya trik pemasaran,” tambahnya.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Selain itu, ada pemburu diskon yang memilih tetap bijak dan tidak mudah terbawa suasana. “Aku selalu memastikan membeli barang di toko terpercaya agar kualitasnya sesuai ekspektasi. Kalau hanya barang yang aku suka, aku lebih memilih menunggu promo berikutnya. Tapi kalau itu barang yang aku butuhkan, aku tetap akan beli meski tanpa diskon.”

Bunga, siswa kelas Mipa XII, SMA Borcess Ashokal Hajar

Bunga, siswa kelas Mipa XII, SMA Borcess Ashokal Hajar. Foto: istimewa

“Semuanya bermula saat aku download Shopee pertama kali. Waktu itu, ada diskon pengguna baru, dan aku berhasil dapat tas selempang cuma seharga Rp1 (Satu Rupiah) Dari situ, aku mulai tertarik berburu diskon untuk barang-barang yang aku butuhkan, seperti skincare atau alat tulis,” ceritanya.

Berburu diskon juga membutuhkan strategi. Salah satu momen yang paling ditunggu adalah event nasional atau tanggal kembar, seperti 11.11 atau 12.12. Menurutnya, diskon di e-commerce saat itu sering kali jauh lebih besar dibandingkan waktu biasa. Selain itu, ia juga memanfaatkan voucher dan bermain game di aplikasi belanja untuk mendapatkan potongan harga tambahan.

Namun, menjadi pemburu diskon tidak berarti membeli semua barang yang murah. “Kalau ada barang yang diskonnya lumayan tapi aku nggak butuh, aku lihat dulu apakah itu bakal berguna di lain waktu. Kalau perlu, aku langsung checkout. Tapi kalau nggak, ya nggak akan aku beli,” jelasnya.

Bunga bahkan rela begadang demi mendapatkan harga terbaik. “Biasanya harga murah banget itu muncul tengah malam pas flash sale. Jadi, aku sering begadang untuk ngejar diskon,” tambahnya

Meski tidak memiliki anggaran khusus untuk belanja diskon, ia punya cara tersendiri untuk mengatur keuangan. “Kalau diskonnya menarik, aku ambil dari tabunganku. Kalau uang tabungan nggak cukup, ya terpaksa pinjam kakakku dulu buat nutupin, tapi nanti aku balikin,” katanya sambil tertawa.

Bagi pemburu diskon, belanja online memang jadi pilihan utama. “Harga online sering lebih murah dibandingkan offline, jadi aku lebih sering belanja lewat aplikasi,” ujar bunga menutup komentarnya

Devina Khairani, mahasiswi semester 6, di IPB University

Devina Khairani, mahasiswi semester 6, di IPB University. Foto: istimewa

Menurut Devina mengatur uang bulanan dari orang tua adalah tantangan, di tengah kebutuhan yang terus bertambah, memanfaatkan diskon menjadi salah satu cara cerdas untuk tetap hemat tanpa harus mengorbankan kualitas hidup.

“Saat ini, saya masih kuliah dan uang bulanan saya hanya berasal dari orang tua. Karena itu, saya lebih memilih beli barang yang diskon, apalagi untuk kebutuhan pokok seperti sabun, pasta gigi, atau produk lainnya. Biasanya saya cari yang beli 1 gratis 1 atau beli 2 gratis 1,” ujar seorang mahasiswa Yang masuk IPB dari jalur prestasi berbagi pengalamannya.

Untuk barang-barang seperti baju, tas, atau sepatu, belanja online menjadi pilihan favorit. “Saya sering belanja di Shopee dan menunggu diskon besar, misalnya saat tanggal kembar seperti 1.1 atau promo lainnya di hari-hari besar seperti tahun baru,” lanjutnya.

Meski tidak memiliki anggaran khusus, ia tetap bijak dalam menentukan kapan harus membeli barang. “Kalau barang itu saya butuhkan dan belum punya, biasanya saya beli. Tapi kalau pengeluaran bulan ini sudah terlalu banyak, saya tahan dulu keinginannya,” tutur atlit tenis meja

Strategi ini bukan hanya membantu menghemat uang, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan barang berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Dengan memanfaatkan momen seperti promo tanggal kembar, mahasiswa ini membuktikan bahwa belanja hemat tidak harus mengorbankan kebutuhan.

Putri Alifia , mahasiswi semester 4, Universitas Pamulang

Putri Alifia , mahasiswi semester 4, Universitas Pamulang. Foto: istimewa

Bagi via, momen diskon sering kali jadi ajang seru untuk berburu barang impian, bahkan sampai rela begadang tengah malam demi checkout.

“Kalau ada brand yang aku suka lagi live, diskonnya pasti gede banget, bisa sampai setengah harga! Kadang aku rela bangun tengah malam cuma buat beli barang yang aku mau,” ujar seorang remaja yang antusias berburu promo.

Barang yang paling sering dicari saat diskon tentu saja kebutuhan primer seperti skincare. “Udah pasti skincare sih! Kalau barang lain, biasanya aku beli yang memang habis atau mau habis. Jadi, belanjanya tetap sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Namun, sebagai cewek yang nggak bisa tahan dengan barang-barang lucu, terkadang ia tergoda juga untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu mendesak. “Pernah banget beli barang cuma karena lucu! Nggak bisa ditahan, kan?” katanya sambil tertawa.

Meskipun tidak ada anggaran khusus untuk belanja, strategi seperti ini tetap membantu menghemat. Dengan memanfaatkan diskon besar dari live shopping atau event tertentu, ia bisa mendapatkan barang-barang berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Diskon bukan hanya tentang menghemat, tapi juga tentang keseruan mencari cara mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga terbaik. Dengan strategi yang tepat, berburu diskon bisa jadi pengalaman seru tanpa perlu menguras tabungan. Jadi, apakah kamu siap menjadi pemburu diskon berikutnya? (Resty)

Tags: Pemburu DiskonRemaja Pemburu Diskon
ShareTweetSendShare
Previous Post

Penelitian Menyebutkan Antibiotik, Antivirus dan Vaksin dapat Membantu Mengatasi Demensia

Next Post

Diajak Uskup untuk Berbelas Kasihan Kepada Imigran dan Kaum LGBTQ+, Trump Bilang “Tidak Terlalu Menarik”

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Diajak Uskup untuk Berbelas Kasihan Kepada Imigran dan Kaum LGBTQ+, Trump Bilang “Tidak Terlalu Menarik”

Diajak Uskup untuk Berbelas Kasihan Kepada Imigran dan Kaum LGBTQ+, Trump Bilang “Tidak Terlalu Menarik”

Para Remaja Pejuang Lepas dari Obesitas, Sukses Demi Sehat

Para Remaja Pejuang Lepas dari Obesitas, Sukses Demi Sehat

Discussion about this post

TERKINI

Pabrik Senjata Israel di Inggris Didemo dan Diterobos Aktivis pro-Palestina Karena Berperan dalam Genosida di Gaza

26 April 2026

Imbas Serangan AS-Israel ke Iran yang Membuat Selat Hormuz Ditutup, 13 Juta Barel Hilang Setiap Hari

25 April 2026

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

25 April 2026

Trump Ngebet Minta Iran Diganti Italia di Piala Dunia Sejak Maret, Italia Tidak Sudi

24 April 2026

Negara Asal Merek-merek Handphone yang Pernah dan Masih Diproduksi

24 April 2026

Pemilu Pertama Gaza Sejak Lebih dari Dua Dekade Kosong Akan Berlangsung di Deir al-Balah Sabtu Ini

23 April 2026

Iran Peringatkan Negara-negara Teluk Agar Tidak Mengizikan Wilayahnya Jadi Tuan Rumah Serangan

22 April 2026

Menjalani Usia Paruh Baya yang Identik dengan Midlife Crisis, Kiat Sehat Psikis dan Fisik

22 April 2026

Trump Posting di Truth Social Ngamuk-ngamuk Dianggap Dirayu Netanyahu untuk Perang Lawan Iran dan Kredibilitasnya 32 Persen

21 April 2026

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

21 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video