• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Overthinking dan Kisah Mereka, Pastikan Semua akan Baik-baik Saja

by Avesiar
20 Januari 2025 | 23:58 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 7 mins read
A A
Overthinking dan Kisah Mereka, Pastikan Semua akan Baik-baik Saja

Ilustrasi. Foto: Pexels & istimewa. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Pernah merasa terjebak dalam pikiran yang terus berputar tanpa henti? Jika iya, mungkin kamu sedang mengalami overthinking. Sebagai remaja, overthinking sering kali muncul karena tekanan dari diri sendiri atau lingkungan sekitar. Bahkan, pengalaman pribadi sering menjadi salah satu pemicunya.

Misalnya, ada saat ketika kita merasa sangat yakin bahwa kita mampu menghadapi segala hal, tapi ternyata kurang mempertimbangkan kendala yang mungkin muncul. Ketika masalah itu akhirnya datang, kita malah menyalahkan diri sendiri tanpa henti. Pikiran seperti, “Kenapa aku nggak mikir ini dari awal?” atau “Seharusnya aku bisa lebih baik”, terus mengisi kepala hingga kita merasa lelah.

Dikutip dari laman Halodoc, overthinking adalah memikirkan atau mempertimbangkan sesuatu secara berlebihan atau berulang-ulang. Seseorang yang mengalami overthinking suka menganalisis berlebihan, merefleksikan sesuatu secara berlebihan, atau khawatir akan sesuatu secara berlebihan. Mereka terus terjebak dalam lingkaran pikiran yang sulit dihentikan, sehingga mengganggu kesehatan mental dan emosionalnya.

So, bagaimana pendapat beberapa anak muda tentang overthinking dan pengalaman mereka? Kepada kanal remaja dan anak muda KAMU KUAT! mereka berbagi cerita.

Aida Lutpia Octaviani, mahasiswa semester 7, jurusan Ilmu Komunikasi, Tanri Abeng University

Aida Lutpia Octaviani, mahasiswa semester 7, jurusan Ilmu Komunikasi, Tanri Abeng University. Foto: istimewa

Ketika sedang overthinking, mahasiswi satu ini mengakui bahwa “fokus” menjadi hal pertama yang hilang. “Saya merasa sulit untuk langsung menyelesaikan pekerjaan karena pikiran saya perlu dikendalikan lebih dulu. Namun, saya punya beberapa cara untuk mengatasi situasi ini agar tidak terus berlarut-larut,” ujar Aida.

Ia selalu mencoba memberikan afirmasi positif pada diri sendiri. Kata-kata seperti, “Aku pasti bisa melewati ini” atau “Semua akan baik-baik saja” membantu Aida merasa lebih tenang. Jika overthinking sudah terlalu mengganggu hingga ia tidak bisa fokus sama sekali, Aida biasanya memilih untuk istirahat sejenak. Dalam momen tersebut, ia tetap memberi afirmasi positif sambil menenangkan diri.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Selain itu, Aida bercerita kepada teman yang ia percaya. Curhat membantunya meluapkan emosi dan mendapatkan sudut pandang baru yang lebih menenangkan. “Kadang, saya juga curhat ke AI siapa tahu bisa memberikan sedikit solusi, Setelah perasaan lebih lega, saya biasanya bisa melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda,” ungkapnya. 

Motivasi terbesarAida biasanya datang dari orang tua atau teman dekat. Mereka memberikan dukungan yang membuatnya merasa lebih kuat.

“Di sisi lain, saya selalu mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa masalah ini hanyalah bagian dari perjalanan hidup. Life must go on. Saya mengingatkan diri bahwa saya pernah melalui banyak tantangan sebelumnya, dan semuanya berlalu. Jadi, apa pun yang saya hadapi saat ini, saya pasti bisa mengatasinya juga,” ujar mahasiswi semester 7.

Dari pengalaman itu, Aida belajar bahwa overthinking memang hal yang sulit dihindari, tetapi bisa dikendalikan. Dengan cara yang tepat memberi waktu pada diri sendiri, mencari dukungan, dan tetap berpikir positif kita bisa menghadapi pikiran-pikiran yang terlalu sibuk dan kembali fokus pada apa yang benar-benar penting.

“Jadi, ketika overthinking mulai datang, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Beri jeda, bernapas, dan yakinkan dirimu bahwa semua akan berlalu. Karena, seperti yang selalu saya yakini, kita lebih kuat dari apa yang kita pikirkan,” tutupnya.

Alfonsus Sean Prayoga Vinardianto, mahasiswa semester 3, Ilmu Komunikasi, di Universitas Pancasila.

Alfonsus Sean Prayoga Vinardianto, mahasiswa semester 3, Ilmu Komunikasi, di Universitas Pancasila. Foto: istimewa

“Saya sendiri pernah terjebak dalam siklus overthinking, terutama saat menghadapi tekanan akademik. Sebagai mahasiswa yang aktif di berbagai kegiatan, mulai dari organisasi hingga pekerjaan paruh waktu, waktu terasa sangat padat. Namun, salah satu pemicu terbesar overthinking bagi saya adalah tugas kelompok,” beber mahasiswa yang aktif di organisasi SEMA Fikom KMUP.

Sebagai contoh, ia menceritakan tentang pembagian tugas tidak selalu adil dalam satu kelompok yang terdiri dari lima orang, Ada kalanya ia harus mengerjakan sebagian besar tugas sendirian karena anggota lain bersikap apatis. Ini membuat dia sering menyalahkan diri sendiri, merasa takut kalau hasil tugas tidak maksimal dan akan memengaruhi nilai.

Selain itu, ia sering begadang untuk memastikan semuanya selesai, meskipun kesehatan menjadi taruhannya. Pikiran seperti, “Apakah yang saya lakukan cukup baik?” atau “Bagaimana kalau tugas ini gagal?” terus berputar di kepala, membuat stres semakin parah.

“Namun, saya sadar bahwa membiarkan overthinking mengambil alih hidup bukanlah solusi. Untuk itu, saya mencoba beberapa cara sederhana untuk mengatasinya. Salah satunya adalah memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri. Saya selalu mengingatkan bahwa tidak semua hal ada di bawah kendali saya, dan itu tidak apa-apa,” jelas mahasiswa yang juga brand ambassador ilmu komunikasi di kampusnya itu.

Selain itu, Sean juga mencoba motoran malam atau mendengarkan musik untuk menyegarkan pikiran. Ada kalanya, mengunjungi tempat baru membantunya melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda. Tidak kalah penting, Sean sering bercerita kepada orang-orang terdekat, seperti keluarga atau teman. Curhat menjadi cara efektif untuk meluapkan emosi dan mendapatkan dukungan.

Haryo Bimo Ardianto, mahasiswa semester 7, Ilmu komunikasi, di Universitas Tanri Abeng

Haryo Bimo Ardianto, mahasiswa semester 7, Ilmu komunikasi, di Universitas Tanri Abeng. Foto: istimewa

“Saya pribadi pernah berada di fase ini. Saat merasa sepi, pikiran saya sering terjebak dalam hal-hal yang seharusnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, saya belajar bahwa melakukan kegiatan positif bisa menjadi cara efektif untuk mengalihkan perhatian dari overthinking. Contohnya, saat ini saya sering bertemu teman dan mengerjakan skripsi. Dengan fokus pada hal-hal produktif, saya jadi jarang merasa overthinking, meskipun tetap ada momen-momen tertentu di mana pikiran itu muncul,” ujar Bimo

Salah satu pengalaman paling berat terkait overthinking adalah saat Bimo harus memutuskan kuliah. Pikiran seperti, “Apakah saya bisa menjalani kuliah dengan baik?” atau “Bagaimana kalau saya salah memilih jurusan?” terus menghantui. Ditambah lagi, kebingungan memilih universitas membuatnya semakin stres.

Butuh waktu sekitar satu bulan untuk mengatasi overthinking itu. “Saya mencoba memikirkan secara matang pilihan-pilihan yang ada, sambil berdiskusi dengan orang-orang terdekat. Akhirnya, saya berhasil menentukan pilihan dengan lebih tenang, meskipun tetap ada momen-momen tertentu di mana pikiran itu muncul,” katanya.

Saat ini, teman dekat adalah sosok yang paling membantu Bimo menghadapi overthinking. Reaksi mereka yang menenangkan serta saran-saran yang mereka berikan sangat membantunya melihat masalah dari sudut pandang yang lebih rasional.

Ia juga menyadari pentingnya berbagi cerita. Ketika ia merasa overthinking, Bimo selalu menceritakan apa yang dirasakannya kepada orang-orang yang dipercaya. Tindakan sederhana ini membuat beban pikiran terasa lebih  ringan.

“Dulu, dampak overthinking sangat terasa dalam hidup saya. Pola tidur saya berantakan, hingga terbiasa tidur pagi karena malamnya saya terlalu sibuk memikirkan banyak hal,” ujarnya.

Saat ini, meskipun overthinking masih sesekali muncul, dampaknya tidak separah dulu. Pola tidur pun mulai membaik, dan Bimo semakin terbiasa menghadapi pikiran-pikiran berlebihan dengan cara yang lebih sehat. Seiring waktu, Bimo mulai belajar mengatasinya.

Menurut Bimo, Pengalaman ini mengajarkan bahwa overthinking adalah hal yang wajar, tetapi harus dikelola dengan baik. Melakukan kegiatan positif, berbicara dengan orang yang dipercaya, dan menerima saran dari orang terdekat adalah cara-cara yang bisa membantu.

Keysa Alfiani Natasya, mahasiswi semester 1, Manajemen, di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor

Overthinking menurut Keysa adalah hal yang sering kali terasa berat dan menguras energi. “Saya sendiri lumayan sering mengalami overthinking, bahkan terkadang dari berbagai aspek kehidupan. Mulai dari hal-hal eksternal seperti pertemanan, nilai akademik, hingga masalah keluarga, sampai ke hal internal seperti rasa kurang puas terhadap diri sendiri. Semua itu sering membuat saya merasa insecure,” ungkapnya.

Salah satu momen paling berat adalah ketika overthinking berpengaruh pada kesehatan, hingga berat badannya turun drastis. Pikiran-pikiran negatif yang terus-menerus muncul membuatnya merasa tertekan.

“Dulu, cara saya menghadapi overthinking lebih kepada mengekspresikan emosi. Hampir setiap malam, saya menangis sebagai pelampiasan. Namun, seiring waktu, saya mulai belajar mengelola pikiran itu dengan lebih baik. Sekarang, saya mencoba mengalihkan perhatian dengan melakukan kegiatan yang membuat saya sibuk, sehingga tidak terus-menerus terpaku pada overthinking,” ucapnya.

Ketika merasa tertekan, tempat curhat menjadi hal yang sangat penting. Keysa sering bercerita kepada guru les yang bernama Kak Ica, yang selalu memberikan dukungan dan saran. Selain itu, dia juga terkadang berbagi cerita dengan bunda. Namun, ada kalanya Keysa merasa ragu untuk menceritakan semuanya kepada mereka karena khawatir akan menambah beban mereka.

“Itulah mengapa, sering kali saya lebih memilih menyimpan semuanya sendiri. Saya merasa lebih nyaman memendam perasaan daripada membebani orang lain. Meski begitu, saya sadar bahwa memendam terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan mental,” lanjutnya.

Sementara itu, imbuhnya, bercerita kepada teman tidak selalu menjadi pilihan baginya. Ada pengalaman kurang menyenangkan yang membuat Keysa lebih berhati-hati dalam mempercayai orang lain. Pengalaman itu membuat Keysa lebih selektif dalam menentukan kepada siapa ia bisa benar-benar membuka diri.

Menurut Keysa, menghadapi overthinking adalah proses yang membutuhkan waktu dan usaha. Baginya, langkah kecil seperti mencari kegiatan positif menjadi kunci untuk melawan pikiran-pikiran negatif. Dengan menjaga diri tetap sibuk, pikirannya tidak terus-menerus terjebak dalam kekhawatiran yang berlebihan.

“Selain itu, saya juga belajar untuk menerima bahwa overthinking adalah bagian dari perjalanan hidup. Tidak apa-apa merasa sedih atau tertekan sesekali, tetapi penting untuk tidak membiarkannya menguasai,” tegasnya.

Wow, dari semua pengalaman anak muda di kanal KAMU KUAT! avesiardotcom dapat disimpulkan bahwa overthinking bisa terjadi pada siapa saja dan disebabkan oleh banyak faktor. Namun, dengan dukungan dari orang-orang terdekat dan upaya untuk terus bangkit, kita bisa mengatasinya sedikit demi sedikit.

Jika kamu juga sering merasa overthinking, cobalah untuk mencari tempat curhat yang nyaman, lakukan kegiatan positif, dan yakin bahwa kamu bisa melaluinya dengan baik-baik saja. Keep the spirit! (Resty)

Tags: Berpikir BerlebihanMencemaskan SesuatuNegatif Thinkingoverthinking
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pelantikan Trump Sebagai Presiden AS ke-47, Ditandatanganinya 10 Perintah Eksekutif dan Revolusi Akal Sehat

Next Post

Korupsi Terjadi dalam Berbagai Bentuk dan Strata Sosial, Jangan-jangan Kita Melakukannya

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Korupsi Terjadi dalam Berbagai Bentuk dan Strata Sosial, Jangan-jangan Kita Melakukannya

Korupsi Terjadi dalam Berbagai Bentuk dan Strata Sosial, Jangan-jangan Kita Melakukannya

Penelitian Menyebutkan Antibiotik, Antivirus dan Vaksin dapat Membantu Mengatasi Demensia

Penelitian Menyebutkan Antibiotik, Antivirus dan Vaksin dapat Membantu Mengatasi Demensia

Discussion about this post

TERKINI

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

25 April 2026

Trump Ngebet Minta Iran Diganti Italia di Piala Dunia Sejak Maret, Italia Tidak Sudi

24 April 2026

Negara Asal Merek-merek Handphone yang Pernah dan Masih Diproduksi

24 April 2026

Pemilu Pertama Gaza Sejak Lebih dari Dua Dekade Kosong Akan Berlangsung di Deir al-Balah Sabtu Ini

23 April 2026

Iran Peringatkan Negara-negara Teluk Agar Tidak Mengizikan Wilayahnya Jadi Tuan Rumah Serangan

22 April 2026

Menjalani Usia Paruh Baya yang Identik dengan Midlife Crisis, Kiat Sehat Psikis dan Fisik

22 April 2026

Trump Posting di Truth Social Ngamuk-ngamuk Dianggap Dirayu Netanyahu untuk Perang Lawan Iran dan Kredibilitasnya 32 Persen

21 April 2026

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

21 April 2026

Negosisasi Putaran Dua Akan Kembali Dimediasi Pakistan dalam Beberapa Jam, Iran Belum Konfirmasi dan Trump Kembali Ancam

20 April 2026

Tingkatan Rezeki Dalam Islam, Harta Ternyata Ada di Bagian Ini

20 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video