• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i True Story

Kisah Nabi Ayyub AS, Penyabar serta Istiqomah Atas Penyakit yang Doa Kesembuhannya Kita Amalkan

by Avesiar
22 Maret 2025 | 17:30 WIB
in True Story
Reading Time: 4 mins read
A A
Kisah Nabi Ayyub AS, Penyabar serta Istiqomah Atas Penyakit yang Doa Kesembuhannya Kita Amalkan

Ilustrasi. Foto: Pexels/Faical Zaramod

Avesiar – Jakarta

Jika ada orang yang sangat sabar atas penyakit yang menimpa dirinya dan kehilangan apa-apa yang dimilikinya, dialah Nabi Ayyub Alaihissalam. Kisahnya menjalani kesulitan penyakit yang amat sangat menjadi motivasi hamba-hamba Allah untuk bersabar atas penyakit.

Ayahnya bernama Amus adalah keturunan Al-Ish, putra Nabi Ishaq. Nabi Ayyub tinggal di Hauran, dekat Damaskus. Wilayah ini dihuni oleh masyarakat Arab asli dengan budaya bahasa yang seindah syair.

Sejak muda, Nabi Ayyub telah terbiasa bekerja keras, hingga usaha yang dikelolanya membuahkan kesuksesan besar. Ia memiliki ribuan ternak, tanah yang luas, dan kekayaan yang melimpah.

Sebagai hamba Allah yang benar-benar bertaqwa, penyayang terhadap orang-orang miskin, memelihara janda-janda dan anak yatim serta memuliakan orang-orang lemah, Nabi Ayyub Alaihissalam juga berdakwah terhadap kaumnya, mengajak untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sebelumnya, Nabi Ayyub adalah seorang yang kaya yang memiliki berbagai kekayaan, binatang ternak, hamba sahaya, barang-barang perhiasan tanah yang luas di kampung Al Batsinah, daerah Hauran, di samping mempunyai anak dan keluarga yang besar.

Dalam kehidupan pribadinya, Nabi Ayyub menikahi Siti Rahmah dan dikaruniai 12 anak yang saleh dan rupawan, menciptakan keluarga yang harmonis dan penuh berkah.

Misi Kenabian dan ujian Iman Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengangkat Nabi Ayyub sebagai nabi untuk menyebarkan ajaran tauhid di wilayah Hauran. Dalam menjalankan dakwahnya, ia juga membangun masjid-masjid sebagai tempat ibadah.

Bacaan Terkait :

Kisah Nabi Ayyub Alaihissalam, Nabi yang Sangat Sabar dalam Cobaan dan Kesakitan yang Allah Uji serta Disejahterakan Kembali

Ketika Sakit, Berikut Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Load More

Namun, keimanan Nabi Ayyub membuat iblis tidak senang. Iblis memohon izin kepada Allah untuk menggoda Nabi Ayyub, yang kemudian diizinkan oleh Allah.

Ujian pertama datang ketika ribuan ternak Nabi Ayyub mati secara mendadak. Salah seorang pekerjanya panik dan melapor, “Apa yang terjadi dengan semua ternak ini? Kita harus segera melaporkannya.”

Dalam waktu singkat, seluruh kekayaan Nabi Ayyub hilang. Namun, ia tetap sabar, memperbanyak dzikir, dan tidak tergoda oleh bisikan iblis yang terus memprovokasi, “Tuhanmu telah berpaling, datanglah kepadaku dan aku akan membantumu.”

Tidak berhenti di situ, iblis menciptakan bencana besar yang merenggut nyawa seluruh anak-anak Nabi Ayyub. Rumahnya roboh, dan semua anaknya pun meninggal dunia. Namun, di tengah duka yang mendalam Nabi Ayyub tetap tegar.

“Semua ini adalah milik Allah, dan Dia berhak mengambilnya kapan saja,” ucapnya dengan penuh kepasrahan.

Lalu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menguji dirinya dengan kehilangan semua harta tersebut. Beliau juga diuji dengan berbagai macam ujian yang menimpa tubuhnya, sehingga tidak ada sejengkalpun dari bagian tubuhnya kecuali ditimpa penyakit kecuali hati dan lisannya. Seluruh tubuhnya mengeluarkan nanah, membuatnya tidak bisa bergerak.

Nabi Ayyub selalu berzikir dengan kedua indra tersebut, bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala siang dan malam, pagi dan sore. Akhirnya dengan penyakit tersebut seluruh temannya merasa jijik terhadapnya, sahabat karibnya menjadi tidak tenang dengannya.

Setiap orang merasa jijik dengannya baik kerabat atau teman jauh. Akhirnya dia diasingkan pada sebuah tempat pembuangan sampah di luar kota tempat tinggalnya, dan tidak ada yang menemaninya kecuali seorang istrinya, yang selalu menjaga hak-haknya dan membalas budi baik yang pernah dilakukan terhadap dirinya serta dorongan rasa belas kasihan padanya,

Hanya istrinya, Siti Rahmah, yang tetap setia merawat di tengah penderitaannya. Meski begitu, godaan iblis juga menghampiri Rahmah. Dalam keputusasaannya, ia berkata kepada Nabi Ayyub, “Engkau adalah seorang nabi. Jika engkau berdoa kepada Allah, pasti penyakitmu akan disembuhkan.”

Namun, Nabi Ayyub dengan bijak menjawab, “Berapa lama kita merasakan kebahagiaan?” “20 tahun,” “Lalu, berapa lama kita menderita?” “7 tahun.” Nabi Ayyub pun menegaskan bahwa cobaan yang mereka alami belum sebanding dengan kebahagiaan yang telah Allah berikan.

Namun, ia merasa kecewa atas kelemahan istrinya yang sempat tergoda. Ia pun bersumpah, “Jika Allah menyembuhkanku, aku akan memukulmu 100 kali.”

Kesembuhan dan Mukjizat Nabi Ayyub Terdapat 2 mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Ayyub yaitu doanya yang mudah terkabul dan munculnya air dari tanah untuk menyembuhkan penyakitnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“…dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (Al-Anbiya, ayat 83-84)

“..Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya; “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan”.  (Allah berfirman): “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (Shad, ayat 41-44)

Doa Nabi Ayyub Alaihissalam memohon kesembuhan kepada Allah Azza Wa Jalla,

“Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar rahimin.”

Atau

“Allahumma inni massaniya adh-dhurru wa anta arhamur rahimin.”

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.”

Nabi Ayyub Alaihissalam bangkit dari ranjang dan menghentakkan kakinya ke tanah, lalu munculah air, kemudian ia gunakan air yang memancar itu untuk mandi dan minum. Seketika itu hilanglah semua penyakit Nabi Ayyub Alaihissalam. Wallahua’lam. (put/dari berbagai sumber)

Tags: Bersabar Saat SakitDoa Nabi Ayyubdoa penyembuhNabi AyubNabi Ayyub ASNabi yang Sakit Parah
ShareTweetSendShare
Previous Post

Memalukan, Laporan Menyebut Pemukim Ilegal Israel Melakukan 5.350 Kekerasan dan Perusakan ke Warga Palestina

Next Post

Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya, Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 2)

Mungkin Anda Juga Suka :

Keistimewaan Anak Yatim Berakhir di Saat Baligh, Pengertian Hukum dan Batasnya

Keistimewaan Anak Yatim Berakhir di Saat Baligh, Pengertian Hukum dan Batasnya

6 Agustus 2026

...

Candaan-candaan yang Dilarang dalam Islam dan Penjelasannya

Candaan-candaan yang Dilarang dalam Islam dan Penjelasannya

1 Agustus 2026

...

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

19 Juli 2026

...

Nikmat Membawa Sengsara, Deretan Hukuman dan Dosa Riba yang Sangat Berat

Nikmat Membawa Sengsara, Deretan Hukuman dan Dosa Riba yang Sangat Berat

13 Juni 2026

...

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

...

Load More
Next Post
Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya, Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 2)

Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya, Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 2)

Mau Jadi Remaja Keren? Terapkan Tips Ini

Mau Jadi Remaja Keren? Terapkan Tips Ini

Discussion about this post

TERKINI

Sakit Jiwa, Pernyataan Menteri Israel Ben-Gvir Seharusnya Mereka Membunuh 30 – 40 Warga Gaza Setiap Malam

22 Agustus 2026

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Komik Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan

21 Agustus 2026

Atas Instruksi Presiden, Hingga Hari Kelima 253 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT

20 Agustus 2026

Meta Digugat dengan Tuduhan Menutupi Penelitian Internal Soal Instagram Bersifat Adiktif dan Berpotensi Bayar 200 Miliar Dolar

19 Agustus 2026

Serunya Lomba Mewarnai dan Makan Rendang Saat Rayakan HUT RI ke-81 di Gadang Barubah

18 Agustus 2026

Delapan Mahasiswa Ajukan Uji Konstitusionalitas Akreditasi Perguruan Tinggi ke MK, Soal A Menjadi B

18 Agustus 2026

Sayembara Iran, 30.000 Hingga 60.000 Dolar Uang Jasa Menangkap atau Membunuh Tentara AS yang Serang Iran

17 Agustus 2026

Hukum Islam Soal Hormat Bendera Merah Putih Menurut NU dan Muhammadiyah

16 Agustus 2026

TAU Meluluskan 237 Sarjana serta Magister Berbasis Technopreneurship dan Sustainability di Wisuda Ke-XI

15 Agustus 2026

Gempa M7,7 Flores Akibatkan 47 Meninggal dan 157 Rumah Rusak, BMKG Catatkan 235 Gempa Susulan serta Kordinasinya

15 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video