KAMU KUAT – Avesiar
Memuliakan kedua orang tua adalah kewajiban di dalam Islam. Bahkan ridho Allah adalah ridho orang tua. Di zaman yang semakin modern ini, adab serta perilaku anak kepada orang tua sering bertentangan dengan syariat agama. Tentu hal ini menjadi hal yang memprihatinkan.
Mengedepankan perilaku memuliakan kedua orang tua dapat dilakukan dengan hal-hal yang berkaitan dengan sopan santun dan perkataan yang lemah lembut, serta tidak menyakiti hati keduanya. Anak tidak boleh durhaka atau melawan kedua orang tuanya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Al Qur’an, surah Lukman, ayat 14)
“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Al Qur’an, surah Al-Isra, ayat 23)
Namun, perlu disadari juga bahwa masih lebih banyak anak-anak sholeh yang berbakti dan menyayangi kedua orang tuanya. Pengakuan beberapa remaja dan anak muda berikut bisa jadi motivasi kamu.
Seperti apa?
Khansa Farzana Pribadi, mahasiswa semester 5, IPB University Bogor

“For me personally, it is a way of saying thank you for every single sweat and tear they have gave me. Dari aku lahir sampai sekarang umur 20 tahun, orang tuaku selalu ada di setiap langkahku even aku yang mungkin suka gak nurut, suka marah, mereka tetep ada disamping aku. Selain itu, memuliakan orang tua juga jadi salah satu cara aku untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena telah diberikan orang tua yang penuh kasih sayang,” ujar Khansa.
Menurutnya, cara ia memuliakan orang tua adalah selalu berusaha untuk meluangkan waktu bersama orang tua meski hanya sekedar duduk bersama atau bercerita. Selain itu aku juga selalu berusaha menjadi anak yang bertanggungjawab, contohnya dengan menjalani kehidupan yang sudah difasilitasi oleh orang tuaku dengan bijak. Di antara banyaknya cara untuk memuliakan orang tua, aku percaya doa menjadi hadiah terindah dan paling tulus yang bisa aku berikan. Doa menjadi jembatan untuk aku, orang tuaku, dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, melampaui jarak dan waktu.
Muhammad Farid Athallah Pakpahan, siswa kelas VIII, SMP GUPPI, Medan

Lain halnya dengan Farid, ia mengatakan bahwa orang tua telah membesarkan dan mendidik kita dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan dan telah memberikan pengaruh yang besar dalam membentuk karakter dan prilaku kita
“Cara memuliakannya yaitu saya menggunakan kata-kata yang sopan dan menghormati keduanya saat berbicara. Saya juga membantu orang tua dalam suka maupun duka, mendoakan kebaikan dan kesehatan bagi orang tua, serta menunjukkan kasih sayang dan perhatian kita kepada orang tua,” ucapnya.
Muhammad Azizi Maulana Karo Karo, siswa kelas 1, SMA Negeri 1, Medan

Sedangkan versi Azizi, kita harus memuliakan orang tua karena merekalah yang sudah melahirkan, merawat, dan membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Tanpa orang tua, kita nggak akan bisa seperti sekarang. Selain itu, dalam agama juga diajarkan kalau berbakti kepada orang tua adalah amal yang besar pahalanya.
“Aku bisa memuliakan orang tuaku dengan cara menghormati mereka, mendengarkan nasihatnya, tidak membantah, membantu pekerjaan di rumah, belajar dengan sungguh-sungguh supaya mereka bangga, dan selalu mendoakan mereka,” katanya yakin. (Adam/Rizka)













Discussion about this post