• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Perilaku Hedonisme Dilihat dari Pengertian, Ciri-ciri, Penyebab, Dampak, dan Mengatasinya

by Ave Rosa
16 September 2025 | 23:56 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
Perilaku Hedonisme Dilihat dari Pengertian, Ciri-ciri, Penyebab, Dampak, dan Mengatasinya

Ilustrasi. Foto: Pexels

Avesiar – Jakarta

Perasaan senang terhadap sesuatu adalah hal wajar jika disikapi dengan wajar dan tidak berlebihan. Namun, bagaimana jika perilaku tersebut cenderung mengarah pada hedonisme yang membalikkan antara prioritas kebutuhan dan keinginan demi kesenangan semata.

Dikutip dari kamus bahasa Inggris Merriam Webster, hedonisme psikologis diterjemahkan sebagai teori yang menggiring perilaku, dan khususnya seluruh perilaku manusia, pada dasarnya dimotivasi oleh pengejaran kesenangan atau penghindaran rasa sakit.

Sedangkan menurut laman Positive Psychology, istilah “hedonisme” berasal dari bahasa Yunani kuno, hedone, yang berarti “kesenangan” (Weijers, 2011).

Misalnya, hedonisme motivasional mengklaim bahwa perilaku manusia terutama didorong oleh penghindaran rasa sakit dan pengejaran kesenangan (Moore, 2019).

Sementara itu, hedonisme etis menegaskan bahwa kesenangan adalah nilai kemanusiaan tertinggi, dan rasa sakit tidak bernilai. Gagasan ini mengarah pada perkembangan utilitarianisme, sebuah teori pengambilan keputusan etis yang menentukan apa yang baik dan benar berdasarkan kebahagiaan terbesar bagi sebanyak mungkin orang (Driver, 2022). Utilitarianisme mendasari prinsip-prinsip demokrasi modern (Riley, 1990).

Sebagaimana Jeremy Bentham (1789, Bab 1) nyatakan dalam kutipan terkenal dari bukunya, An Introduction to the Principles of Morals and Legislation,

“Alam telah menempatkan umat manusia di bawah kendali dua penguasa yang berdaulat, yaitu rasa sakit dan kesenangan. Hanya merekalah yang menentukan apa yang seharusnya kita lakukan, dan juga menentukan apa yang akan kita lakukan. Di satu sisi, standar benar dan salah, di sisi lain, rantai sebab dan akibat, terikat erat pada singgasananya.”

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Orang-orang seperti itu akan fokus pada kesenangan sesaat. Ini adalah kebalikan dari kondisi yang disebut anhedonia. Seseorang yang secara sadar atau tidak sedang menganut hedonism kerap dikaitkan dengan perilaku konsumtif.

Pasalnya, mereka akan selalu berusaha mencari cara untuk mendapatkan kebahagiaan dan berusaha menghindari hal yang menyusahkannya.

Dilansir laman Hello Sehat, Kamis (29/8/2024), berikut ciri-ciri hedonisme dalam kehidupan sehari-hari:

1. Kurang empati

Karena ingin mencapai kebahagiaannya sendiri, seseorang yang berperilaku hedon cenderung tidak memedulikan kebahagiaan orang lain. Selama masih bisa merasakan kebahagiaan, mereka akan kesusahan untuk memahami perasaan orang lain atau berempati. Sifat ini bahkan mungkin membuat Anda berusaha menghindari seseorang yang sedang kesulitan karena khawatir akan ikut merasakan hal serupa.

2. Konsumerisme akut

Salah satu ciri utama dari hedonisme adalah konsumerisme akut alias konsumtif. Sifat ini akan mendorong Anda membeli barang-barang atau jasa yang diinginkan tanpa memperhitungkan kebutuhannya. Sebagai akibatnya, Anda mungkin justru kesulitan saat harus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, alih-alih menyusun skala prioritas, seseorang yang menganut hedonism mungkin rela berutang demi memenuhi keinginannya.

3. Mudah terpengaruh

Karena mengutamakan kesenangan sesaat, hedonisme biasanya membuat Anda mudah terpengaruh. Lebih jauh, sifat ini memudahkan Anda terbujuk dalam pergaulan buruk. Pasalnya, beberapa hal negatif sering kali menawarkan kebahagiaan instan, tetapi kemudian menimbulkan penyesalan.

4. Lari dari tanggung jawab

Hedonisme akan membuat Anda berusaha menghindari berbagai hal yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Padahal, kebahagiaan dan rasa tidak nyaman adalah suatu hal yang bisa datang silih berganti dan merupakan hal yang normal. Alhasil, alih-alih berusaha mengatasinya, hedonisme cenderung membuat Anda lari dari tanggung jawab untuk menghindarinya.

Penyebab hedonisme

Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi menyebutkan bahwa hedonisme bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

1. Faktor internal

Sesuai namanya, internal berarti bahwa hedonisme muncul dari dalam diri orang tersebut, seperti pengalaman, kepribadian, dan keyakinan. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki kepribadian egois akan lebih mementingkan dirinya sendiri sehingga menumbuhkan perilaku hedonisme.

2. Faktor eksternal

Faktor-faktor eksternal seperti pergaulan, didikan orang tua, dan pengaruh media sosial bisa menjadi penyebab perilaku hedon pada diri seseorang. Sebagai contoh, melihat gaya hidup mewah orang lain pada media sosial mungkin membuat Anda ingin melakukan hal serupa. Padahal, Anda mungkin tidak tahu apa yang sudah mereka korbankan atau usahakan untuk mencapai kemewahan tersebut.

Dampaknya

Hedonisme memang menawarkan kebahagiaan, tetapi hanya sesaat. Sebaliknya, perilaku hedonismyang dipelihara justru bisa menimbulkan berbagai dampak buruk seperti berikut.

•             Berhasil memenuhi keinginan, tetapi kebutuhannya justru berantakan.

•             Merugikan orang-orang di sekitar karena hanya ingin enaknya saja.

•             Kesulitan mengumpulkan dana darurat karena selalu mengutamakan keinginan.

•             Berisiko memberi pengaruh buruk pada orang lain.

•             Terlilit utang, pinjol, atau korupsi.

•             Dijauhi teman atau bahkan keluarga karena dinilai memberi dampak buruk.

Hedonisme juga membuat kualitas hidup menurun karena Anda cenderung mengabaikan aspek kehidupan lain yang tidak kalah penting, seperti kesejahteraan  sosial dan emosional.

Mengatasi hedonisme

Langkah pertama untuk mengatasi hedonisme adalah menyadari bahwa Anda melakukannya. Tidak perlu malu untuk menyadarinya karena mengabaikannya justru bisa merugikan diri sendiri.  Setelah lebih mengenali diri sendiri, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sekaligus mencegah hedonisme.

1. Tentukan skala prioritas

Menyambangi tempat viral atau mendatangi konser idola tentu boleh dilakukan jika Anda sudah memenuhi semua kebutuhan harian. Jangan sampai Anda melakukan hal sebaliknya. Mengorbankan kebutuhan harian demi sesuatu yang sifatnya memberi kebahagiaan sesaat bisa membuat Anda merasa kesulitan di kemudian hari. Oleh karena itu, sebaiknya buatlah skala prioritas.

2. Buat rencana keuangan

Setelah mendapat gaji atau jatah uang bulanan dari orang tua, usahakan untuk membuat rencana keuangan. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk mengatur pengeluaran dan menahan diri dari hedonisme. Supaya rencana keuangan berjalan lancar, lakukanlah pencatatan uang masuk dan keluar.

3. Tentukan target jangka panjang

Apakah Anda sedang berencana membeli laptop, rumah, atau kebutuhan lain yang nominalnya cukup besar? Dalam kondisi tersebut, Anda harus rela mengencangkan ikat pinggang. Jika dibiarkan seperti biasanya, Anda mungkin harus mengorbankan dana darurat.

4. Cari sumber kebahagiaan lain

Uang memang merupakan salah satu sumber kebahagiaan, tetapi bukan satu-satunya. Jika Anda merasa sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untuk hal tersebut, cobalah mencari sumber kebahagian lainnya. Tanpa disadari, hal-hal kecil seperti duduk di taman, membaca buku, atau tidur siang pada akhir pekan juga bisa menjadi sumber kebahagiaan.

(put/dari berbagai sumber)

Tags: HedonismePerilaku HedonPerilaku Hedonisme
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hal-hal yang Membuat Lansia Bisa Tetap Bugar dan Produktif

Next Post

Presiden Prabowo Melantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri serta Menganugerahkan Pangkat Istimewa Kepada Dua Purnawirawan

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Presiden Prabowo Melantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri serta Menganugerahkan Pangkat Istimewa Kepada Dua Purnawirawan

Presiden Prabowo Melantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri serta Menganugerahkan Pangkat Istimewa Kepada Dua Purnawirawan

Pandanganmu Mengenai Demonstrasi dan Seperti Apa Aturannya

Pandanganmu Mengenai Demonstrasi dan Seperti Apa Aturannya

Discussion about this post

TERKINI

Iran Belum Menghentikan Serangan Pembalasannya dengan Terus Menghantam Negara-negara Teluk Arab, Trump Mengumpat Sejadinya

13 Maret 2026

Pembatasan Penggunaan Ponsel di Bawah 16 Tahun Dimulai 28 Maret Sebagai Gerakan Nasional Melindungi Anak Indonesia

13 Maret 2026

Kegiatan yang Dikerjakan Mu’takif Saat Itikaf, Waktu Terbaik, Rukun serta Syaratnya

12 Maret 2026

Pidato Publik Pertama Mojtaba Tegaskan Hormuz Tetap Ditutup Sebagai Pembalasan Serangan AS – Israel dan Atas Darah Warga Iran

12 Maret 2026

Bacaan Niat atau Bernadzar Itikaf di Masjid

11 Maret 2026

Dilaporkan Luka Akibat Perang, Putra Presiden Iran Umumkan Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru ‘Aman dan Sehat’

11 Maret 2026

Prabowo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Infrastruktur Siap Menjelang Lebaran

11 Maret 2026

Amalan serta Ibadah yang Pahalanya Setara atau Seperti Melaksanakan Haji dan atau Umroh

10 Maret 2026

Durasi Perang Trump Terhadap Iran yang Belum Dapat Dipastikan Selesainya Termasuk Dampak Ekonomi, Menurut Pengamat

10 Maret 2026

Di Ambang Mahacahaya

9 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video