Avesiar – Jakarta
Ejekan Donald Trump tentang pernikahan Presiden Prancis Emmanuel Macron dianggapnya sebagai tidak elegan dan tidak sesuai standar. Dilansir The Guardian, Kamis (2/4/2026), ketersinggungan itu terjadi usai setelah presiden AS itu menirukan aksen dan mengejek rekan sejawatnya dari Prancis dan istrinya selama makan siang pribadi di Washington.
Macron menyatakan ketidaksenangannya atas komentar Trump, yang muncul sebentar dalam sebuah video di saluran YouTube Gedung Putih sebelum dihapus, ketika tiba di Korea Selatan pada hari Kamis.
“Jadi saya tidak akan menanggapi komentar tersebut – komentar itu tidak layak ditanggapi,” kata Macron kepada wartawan.
Tidak hanya itu, kemarahan melanda Prancis setelah Trump tampak mengejek Macron dan istrinya selama makan siang pada hari Rabu, yang dihadiri oleh para pemimpin agama dan tokoh pemerintah di Washington, sambil mengecam sekutu NATO karena tidak bergabung dalam perang melawan Iran.
Menirukan aksen Prancis, Trump mengatakan istri Macron, Brigitte memperlakukan dia dengan sangat buruk. Namun, ketika berbicara tentang meminta bantuan Prancis terkait Iran, Trump berkata: “Kami tidak membutuhkan mereka, tetapi saya tetap meminta.”
“Saya menghubungi Prancis, Macron, yang istrinya memperlakukannya dengan sangat buruk. Masih dalam masa pemulihan dari pukulan di rahang kanan,” imbuh Trump.
Saat makan siang, Trump diduga seperti melakukan monolog. “Dan saya berkata, Emmanuel, kami ingin sekali mendapat bantuan di Teluk meskipun kami mencetak rekor dalam melumpuhkan orang jahat dan menghancurkan rudal balistik. Kami ingin sekali mendapat bantuan. Jika Anda bisa, bisakah Anda segera mengirimkan kapal?” ujar Trump.
Trump kemudian tampak mencoba menirukan aksen Prancis untuk memberikan jawaban yang diduga diberikan Macron: “‘Tidak, tidak, tidak, kita tidak bisa melakukan itu, Donald. Kita bisa melakukan itu setelah perang dimenangkan,’” katanya. “Saya bilang, tidak, tidak, saya tidak butuh setelah perang dimenangkan, Emmanuel,” kata Trump.
“Jadi saya belajar tentang NATO – NATO tidak akan ada di sana jika kita pernah mengalami perang besar, Anda tahu apa yang saya maksud dengan perang besar,” tambah Trump, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Para politisi di Prancis geram dengan komentar Trump. “Sejujurnya, itu tidak pantas,” kata Yaël Braun-Pivet, ketua majelis rendah parlemen Prancis dari kubu sentris.
“Saat ini kita sedang membahas masa depan dunia. Saat ini di Iran, hal ini berdampak pada kehidupan jutaan orang, orang-orang tewas di medan perang, dan kita memiliki seorang presiden yang tertawa, yang mengejek orang lain,” katanya kepada stasiun televisi publik Franceinfo.
Koordinator nasional partai kiri radikal La France Insoumise, Manuel Bompard, membela Macron. “Anda tahu betapa besarnya ketidaksepakatan saya dengan presiden, tetapi bagi Donald Trump untuk berbicara kepadanya seperti itu dan berbicara tentang istrinya dengan cara seperti itu. Saya merasa itu sama sekali tidak dapat diterima,” kata Bompard kepada stasiun televisi BFMTV. (ard)













Discussion about this post