Avesiar – Jakarta
Panas ekstrem membuat korban tewas di Prancis bertambah 1000 orang. Dilansir The Huffington Post, Ahad (28/6/2026), badan kesehatan masyarakat negara itu mengatakan tercatat sekitar 1.000 kematian tambahan pekan lalu di puncak gelombang panas yang memecahkan rekor.
Sementara warga Eropa di tempat lain menderita akibat suhu tinggi baru yang memicu kebakaran hutan di Jerman dan membuat polisi Berlin menggunakan meriam air untuk mendinginkan kerumunan.
Rekor suhu dipecahkan di beberapa negara pada akhir pekan saat gelombang panas perlahan bergerak menuju bagian timur benua.
Di Jerman, rekor suhu malam hari baru dilaporkan pada hari Minggu dari Kubschütz, di Saxony timur, di mana suhu tidak turun di bawah 29,4 derajat Celcius (84,9 Fahrenheit). Rekor malam hari itu terjadi hanya beberapa jam setelah rekor siang hari 41,5 C (106,7 F) di Möckern-Drewitz di Saxony-Anhalt, menurut data awal dari Layanan Cuaca Jerman DWD. Rekor sebelumnya ditetapkan sehari sebelumnya.
Sebuah studi baru dari World Weather Attribution, sebuah kolaborasi ilmuwan yang berbasis di Eropa, melaporkan pada hari Jumat bahwa suhu panas dan kelembapan yang memecahkan rekor di Eropa minggu ini tidak mungkin terjadi tanpa perubahan iklim.
Studi cepat tersebut menemukan bahwa suhu panas tersebut hampir tidak mungkin terjadi hanya lima dekade yang lalu, dan 200 kali lebih mungkin terjadi saat ini daripada 20 tahun yang lalu.
Prancis mengalami lonjakan kematian pekan lalu di puncak gelombang panas yang memecahkan rekor, termasuk peningkatan tajam panggilan ke rumah-rumah pribadi, terutama di wilayah Paris, kata badan kesehatan masyarakat nasional pada hari Minggu.
Terdapat lebih dari 1.200 kematian pada hari Rabu, ketika Prancis dilanda suhu terpanas yang pernah ada, meningkat menjadi lebih dari 1.400 kematian pada masing-masing dua hari berikutnya, kata Badan Kesehatan Masyarakat Prancis.
Pada bulan April dan Mei, sebelum gelombang panas, tingkat kematian di Prancis sekitar 900 hingga 1.000 per hari, katanya.
Badan tersebut menyimpulkan bahwa Prancis mengalami total setidaknya 1.000 kematian tambahan selama tiga hari itu saja, sebuah perkiraan yang diperingatkan kemungkinan akan meningkat seiring dengan pengumpulan data lebih lanjut, termasuk untuk kematian di rumah.
Peningkatan kematian paling tajam terjadi di daerah-daerah yang berada di bawah peringatan merah untuk panas ekstrem, katanya. Peringatan tersebut mencakup sekitar tiga perempat wilayah negara itu pada puncak gelombang panas. Badan tersebut mengatakan bahwa 85% dari kematian melibatkan orang berusia 65 tahun ke atas.
Gelombang panas memicu kebakaran hutan di hutan yang terkontaminasi amunisi Perang Dunia II
Di Gohrischheide, di Jerman timur, kebakaran terjadi di hutan besar yang masih terkontaminasi amunisi dari Perang Dunia II, yang membuat upaya petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api menjadi lebih berbahaya dan rumit.
Demikian pula, operasi pemadam kebakaran besar-besaran sedang berlangsung di Jerman barat daya dekat kota Traisen, di mana gelombang panas memicu kebakaran hutan di daerah yang juga berisi amunisi yang belum meledak. Upaya pemadam kebakaran harus dihentikan sementara setelah terjadi ledakan dan unit penjinak amunisi didatangkan untuk terus menilai situasi, lapor kantor berita Jerman dpa.
Selain itu, departemen pemadam kebakaran kota-kota besar sibuk mengirimkan ambulans kepada orang-orang yang menderita penyakit terkait panas. Di Berlin, dilaporkan ada tambahan 500 panggilan ambulans pada hari Sabtu, sebagian besar terkait dengan cuaca panas.
Polisi Berlin menggunakan meriam air untuk mendinginkan warga lokal dan turis
Polisi ibu kota Jerman menemukan cara unik untuk membantu warga Berlin dan turis yang menderita. Mereka memasang dua meriam air besar — yang biasanya digunakan untuk membubarkan demonstran yang tidak tertib — di depan Gerbang Brandenburg yang ikonik di kota itu dan menyemprotkan air dingin ke kerumunan yang bersorak.
Cuaca panas juga terus merusak infrastruktur negara dengan permukaan beton di banyak jalan raya yang retak, dan peringatan akhir pekan oleh operator kereta api nasional Deutsche Bahn untuk menghindari semua perjalanan kereta api yang tidak perlu.
Di kota Leipzig di timur, tidak ada trem yang akan beroperasi hingga Senin pagi karena kerusakan akibat panas pada rel dan wesel. Otoritas Transportasi Umum Leipzig mengatakan bahwa suhu tinggi telah menyebabkan perekat sambungan untuk aspal dan beton di wesel dan rel meleleh dan menggumpal di banyak tempat di seluruh jaringan kota.
Di Yunani, di Eropa Tenggara, badan Perlindungan Sipil negara itu memperingatkan adanya “risiko kebakaran yang sangat tinggi” di lima wilayah negara itu pada hari Minggu.
Kebakaran hutan sangat menantang di Yunani, yang memiliki daratan pegunungan kering dan lebih dari 100 pulau berpenghuni, mendorong pihak berwenang untuk memperkenalkan teknologi luar angkasa inovatif untuk membantu memadamkannya dengan cepat.
Denmark yang terletak di Eropa Utara, mencatat rekor suhu baru pada hari Sabtu, di mana panas ekstrem diikuti oleh badai petir yang hebat. (ard)










Discussion about this post