• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Change Entrepreneurship

Resign dari PNS, Breakthrough dengan “Lele Bumbu Bu Mayang”

Bergeliatnya Wirausaha Sebagai Penopang Utama Maupun Tambahan Penghasilan (1)

by Ave Rosa
25 Juni 2021 | 23:08 WIB
in Entrepreneurship
Reading Time: 4 mins read
A A
Resign dari PNS, Breakthrough dengan “Lele Bumbu Bu Mayang”

TEROBOSAN LELE : Produk olahan Ikan "Lele Bumbu Bu Mayang" karya pasangan Uung Gantira dan Mayang Saliguri. Foto istimewa

Avesiar – Bogor

Lele sebagai salah satu jenis ikan air tawar memang sangat digandrungi oleh masyarakat secara umum. Selain rasa dagingnya yang manis dan gurih, harga ikan bergizi tinggi inipun di pasaran juga sangat terjangkau.

Bagi Uung Gantira, seorang pensiunan dini PNS Kementerian Kelautan dan Perikanan, budi daya Lele, ternyata menjadi tambatan wirausahanya. Namun, Lele yang dibudidayakan oleh Uung bukan untuk dijual dalam kondisi hidup seperti ke pengepul atau warung-warung makan, dia bersama istrinya mengolah Lele hasil panen menjadi Lele berbumbu kemasan.

Ide ini sebagai jawaban untuk kebutuhan rumah tangga jaman sekarang yang serba instan. Produk tersebut memudahkan konsumen menikmati Lele berbumbu yang mereka produksi dengan tinggal menggoreng saja kapanpun dibutuhkan. Uung dan istrinya Mayang Saliguri menamakan produk tersebut “Lele Bumbu Bu Mayang”.

Usaha Lele tersebut, katanya, diikhtiarkan sebagai usaha inti untuk menopang ekonomi keluarga sejak 2017. Sehingga perbaikan dilakukan setiap saat agar produk bisa menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Lulusan ITB (Jurusan Teknik Kelautan) angkatan 1994 ini mengakui bahwa sejak resign sebagai PNS, dia mulai berpikir usaha apa yang bisa ditekuni dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki di rumahnya. Menurut dia, ada beberapa wacana yang mengusulkan usaha budi daya Lele, namun  awalnya dia tidak tertarik  karena berasumsi bahwa Lele itu pakannya banyak dari limbah.

“Tapi setelah mengikuti sebuah pelatihan Lele Bioflok yang menggunakan kolam terpal, di mana pakannya higienis yaitu pakan dari plet dan tanaman air, saya tertarik. Karena saya berprinsip bahwa dalam budi daya itu harus higienis serta dari pakan yang higienis pula,” kenangnya saat diwawancara secara online oleh avesiar.com.

Uung dengan kolam Lelenya. Foto istimewa

Namun karena lahan yang dimiliki tidak terlalu besar, lanjut lulusan S2 UGM jurusan Manajemen Keuangan dan S2 University of Wollongong, Australia (jurusan Master of Maritime Policy) angkatan 2006 ini, maka menurut perhitungan kalau Lele full pelet dan tanaman air, jika dijual ke pengepul tidak akan masuk harganya.

Bacaan Terkait :

Mencari Cuan dengan Jualan Jajan Ringan

Jenis-jenis Pilihan dan Alternatif Usaha yang Minim Modal

Jenis Investasi dan Usaha yang Masuk Akal untuk Penganut Mendang-mending

Self-employed alias Wirausaha Kecil-kecilan ala Remaja, Memangnya Pernah?

Fikom Pancasila Undang Luna Maya, Talk Show Seru Soal Branding dan Usaha

Wujudkan KPN, Mahasiswa Mercu Buana Motivasi Siswa SMK Jadi Entrepreneur

JK Motivasi Umat Islam Indonesia Berwirausaha Agar Berkarakter Tangguh

Load More

Agar harganya bisa masuk atau untung, kata dia, perlu diolah hingga memiliki nilai tambah dan dibuatlah Lele Bumbu dengan merek “Lele Bumbu Bu Mayang”.

Sebelum bisa bertahan dengan cara budi daya saat ini, kata Uung, suka dukanya adalah pada saat memulai budi daya Lele Bioflog, kematiannya sangat besar. Bahkan dia pernah menebar bibit Lele sebanyak 3000 ekor dan mati semuanya.

Kolam budi daya Lele dengan pakan higienis milik Uung di rumahnya Citayam, Bogor. Foto istimewa

Semangatnya yang kuat ini juga karena sang istri mendukung sepenuhnya dan ikut membantu dalam mengembangkan ide-ide usaha selanjutnya.

“Setelah terus-menerus mencoba dengan sistem bioflog ini, dari 12 kolam yang dimiliki, 1 kolam berhasil panen. Sedangkan 11 kolam lainnya gagal. Setelah memperhitungkan semuanya, akhirnya saya mengganti sistem budi daya tidak lagi sistem bioflog, tapi menggunakan sistem booster. Yaitu air sering diturunkan untuk membuang kotoran ikan yang mengendap di dasar,” papar ayah 1 putra dan 2 putri itu.

Uung bersama istri dan putra-putrinya. Foto istimewa

Sedangkan untuk pakannya, lanjut Uung, tetap sesuai prinsipnya semula, menggunakan pakan higienis berupa pelet dan tanaman air alami atau Lemna.

“Khusus pemasaran produk, sebenarnya dari awal kami sudah menjual secara online lewat media sosial dan  Tokopedia. Sejak pandemi Corona ini ada kenaikan penjualan. Mungkin karena para konsumen sudah mulai terbiasa dengan pembelian via online,” ujar pria yang tinggal di Citayam, Bogor, Jawa Barat ini..

Awalnya, terang Uung, dia dan istri menargetkan para konsumen yang tidak suka Lele. Mereka berusaha meyakinkan bahwa Lele Bumbu Bu Mayang berbeda dari apa yang mereka bayangkan, yaitu budi daya Lele yang sebelumnya dianggap kurang higienis.

“Kami jelaskan bahwa pakannya higienis yang berasal dari Pelet dan tanaman air alami Lemna. Setelah mereka mencoba produk Lele Bumbu Bu Mayang, mereka mulai menjadi pelanggan tetap kami. Sedangkan bagi yang sebelumnya sudah suka Lele, saat mencoba Lele Bumbu Bu Mayang, mereka memiliki sensasi lain karena rasanya beda dari Lele yang biasa mereka konsumsi,” terangnya penuh semangat.

Menurut Uung, dalam pandemi saat ini, realita yang harus dihadapi adalah memperluas jaringan pemasaran dengan bergabung berbagai grup Whattsapp (WA) pemasaran, baik tingkat desa, kecamatan ataupun kabupaten.

Uung dan istri juga bergabung dengan berbagai aplikasi online yang ada seperti Facebook, Instagram, Tokopedia, ataupun Shopee. Nama mereka di social media menggunakan nama “Uung Gantira” dan “Mayang Saliguri”. Biasanya, kata dia, pelanggan mengetahui informasi itu dari apa yang mereka posting-kan tentang Lele Bumbu Bu Mayang.

“Untuk saat ini omsetnya belum besar. Seminggu  masih 50 kilogram untuk sekali olah. Ke depannya diharapkan budi daya Lelenya makin efisien dan efektif, sehingga bisa memproduksi lebih banyak  lagi. Dan kalau sudah menemukan sistem yang optimal dan bisa dibakukan, diharapkan bisa ekpansi juga,” kata Uung optimis.

Untuk saat ini, dia mengakui usaha masih dijalankan berdua saja dengan sang istri.  Dia berharap segera mendapatkan SOP (standard operational procedure) yang tepat, sehingga bisa merekrut karyawan untuk pengembangannya. (Ave Rosa A. Djalil)

Tags: geliat usahalelepenopang ekonomiresignukmwirausaha
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pelatihan “Go Digital” Untuk 1000 UMKM dari BSI – Shopee

Next Post

Brutalnya Krisis Pangan di Korut, Pisang Rp650.000 dan Kopi Rp1,5 Juta

Mungkin Anda Juga Suka :

Daftar Investasi dan Usaha yang Masuk Akal untuk Budget yang Terbatas

Daftar Investasi dan Usaha yang Masuk Akal untuk Budget yang Terbatas

17 Juni 2026

...

Program 100% untuk Indonesia, Semangat Bangkitkan Generasi Digital Indonesia dengan Berjuta Peluang

Program 100% untuk Indonesia, Semangat Bangkitkan Generasi Digital Indonesia dengan Berjuta Peluang

24 Mei 2023

...

D’nish Cake dan Dapur Medok Ertha, Usaha Kuliner yang Kalahkan Gaji Suami

D’nish Cake dan Dapur Medok Ertha, Usaha Kuliner yang Kalahkan Gaji Suami

4 Januari 2022

...

Konsep Palugada, Masakan “Dapur Mak Tris” Dinikmati Ribuan Orang

Konsep Palugada, Masakan “Dapur Mak Tris” Dinikmati Ribuan Orang

11 Agustus 2021

...

Martabak Kare H. Lasmono: Kepepet Beli Sparepart Mobil, Malah Iis Dahlia Langganan

Martabak Kare H. Lasmono: Kepepet Beli Sparepart Mobil, Malah Iis Dahlia Langganan

6 Agustus 2021

...

Load More
Next Post
Brutalnya Krisis Pangan di Korut, Pisang Rp650.000 dan Kopi Rp1,5 Juta

Brutalnya Krisis Pangan di Korut, Pisang Rp650.000 dan Kopi Rp1,5 Juta

14 Persen dari Total Tambahan Kasus  Positif Covid-19 Baru di DKI Anak-anak

14 Persen dari Total Tambahan Kasus Positif Covid-19 Baru di DKI Anak-anak

Discussion about this post

TERKINI

Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Negara Setara dengan Terorisme, Perpres Nomor 111 Tahun 2025 Disahkan

6 Juli 2026

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

5 Juli 2026

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

4 Juli 2026

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

4 Juli 2026

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

3 Juli 2026

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

2 Juli 2026

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

2 Juli 2026

Tiga Tanda Kucing Sedang Mengalami Tekanan Emosional yang Parah, Menurut Para Ahli

1 Juli 2026

Para Jemaah Haji Asal Aceh yang Terlilit Utang Akibat Banjir Menerima Bantuan Saat Kepulangan

1 Juli 2026

Porak-porandanya Venezuela, Lebih dari 58.000 Bangunan Rusak dan Hancur Menurut Penilaian Awal NASA

30 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video