Avesiar.com
Membelikan Mainan Anak
Alkisah seorang anak yang manja ketika waktu itu dia di ajak oleh bapaknya ke toko mainan karna bapaknya uangnya pas-pasan (padahal masih banyak dibank ngakunya cuma punya 100 ribu sama si anak) akhirnya dibilanginlah si anak…
Bapak : “Nak,bapak cuma punya uang 100 ribu kamu kalo mau beli mainan yang 30 ribu aja sisanya buat makan dan pulang.”
Jalanlah mereka tiba-tiba si anak melihat mainan yang bagus..!!! sayangnya harganya 145 ribu si anak merengek
Anak : “Ayah akku maauu mainaan obott-obottann yaaangngg itu” (sambil merengek)
Bapak : “Nak,uang bapak cuma 100 ribu kamu cari aja yang 30rb
si anak pun terlihat sedih lama-lama kemudian dia menangis (sambil memegang kelaminnya) lalu berlari keliling mall entah kemana si bapak pun mencari…
Bapak : “Apes…apes…pokoknya sekarang gua harus beliin tu mainan buat anak gua klo bisa yang lebih MAHAL!”
larilah sang bapak ke bank dia menggambil uang 800rb…. kemudian dia menggunakan call car.
Call Center : PERHATIAN-PERHATIAN HILANGNYA SEORANG ANAK BERNAMA BUDI TINGGI I METER MEMAKAI BAJU SET BATMAN BAGI YANG MENEMUKAN TOLONG DI BAWA KE LOBBY 1 TRIMAKASIH….!
Sambil si bapak mencari-cari tiba-tiba dia melihat anaknya yang terhalang oleh orang-orang yang berjalan menuju ke kamar mandi larilah si bapak
Bapak : “BUDI!!! KEMANA SAJA KAMU BAPAK SUDAH CARI KMN2 KAMU NONGKRONG DISINI,ini bapak sudah belikan mainan yang kamu mau malah yang lebih mahal lho!? (si bapak sambik membujuk)
Si anak menggeleng-gelengkan kepala!!
Bapak : “Kenapa,ooooo pasti kamu mau yang tadi ya yang 145 ribu hah….oke kamu pegang ini dulu bapak belikan dulu yang 145 ribu tapi kenapa kamu tadi lari-lari keliling mall?”
Anak : “Aku…aku…aku…aku MAU PIPIS PAPA”
Bapak : %^$$#*&%^$#%
Otak Bisnis Seorang Nenek
Anto, seorang anak yang masih SD,menanyai neneknya yang tinggal di rumah reot.
Anto : “Nek,seandainya saat ini ada perang dan rumah ini sudah terkena rudal. Apakah nenek merasa sedih?
Nenek: “Nenek justru merasa senang!
Anto : “Loh,kenapa nek?
Nenek: “Harga rumah ini kalau dijual paling ratusan ribu saja. Harga rudalkan milyaran rupiah. Jadi, nenek malah untung. Yang rugi kan musuh!
Anto : ???!!!???
Dokter Tidak Bisa Berhitung Yah
Seorang anak laki-laki pendiam yang berumur 3 tahun untuk pertama kalinya di antar ke dokter gigi untuk melakukan check-up dan pembersihan gigi.
Seorang perawat dengan sangat sabar mencoba untuk memulai percakapan dengannya, tapi si anak tidak memberi respon apapun.
Sesudah selesai membersihkan gigi anak itu, perawat memanggil dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan terakhir. dokter gigi yang juga senang dengan anak-anak mencoba untuk mengajak anak itu berbicara:
“Berapa umurmu?”, tapi si dokter tidak mendapat respon.
Dokter itu bertanya lagi, “Kamu tidak tahu umurmu ya?”
Tiba-tiba tiga buah jari kecil diangkat ke atas.
“Oh,” sahut dokter itu, “Dan apakah kamu tahu umur berapa itu?”
Kembali tiga buah jari kecil diangkat ke atas. Meneruskan usaha supaya terjadi komunikasi verbal, dokter itu bertanya:
“Kamu nggak bisa ngomong ya?”
Anak kecil pendiam itu memandang si dokter dan berkata dengan jengkel:
“Dokter nggak bisa berhitung ya?”
Memberikan Sepotong Keju
Ketika Leonardo baru berumur 5 tahun, Pamannya datang mengunjungi ayahnya. Pada saat makan malam, sang Paman yang amat suka makan keju mencari-cari makanan tersebut, tapi tak sepotong pun yang ia temukan di meja makan.
“Oh, maaf Angelo, aku lupa membeli keju. Padahal persediaan di rumah sudah habis.” kata ibu Leonardo.
Mendengar hal itu, Leonardo segera berjalan ke dapur dan tidak lama kemudian datang dengan membawa sepotong keju Italia yang lezat. Lalu diberikannya pada Angelo, Pamannya.
Sudah pasti sang Paman amat girang dan segera melahap keju itu. Lalu katanya sambil menepuk pundak Leonardo, “Kamu sungguh baik, keponakanku. Oh ya… omong-omong darimana kamu memperoleh keju yang lezat ini?”
Leonardo menjawab, “Dari perangkap tikus yang di dapur, Paman Angelo!”
Terpisah dari Ibu di Supermarket
Seorang anak berumur enam tahun yang terpisah dari ibunya berlarian di antara rak-rak sebuah supermarket yang sangat besar sambil berteriak-teriak, “Maryati, Maryati!”
Akhirnya dia bertemu dengan ibunya yang marah kepadanya, “Kamu seharusnya tidak boleh memanggilku dengan panggilan ‘Maryati’. Tidak sopan!!! Aku ini ibumu, tahu!!”
“Aku tahu,” kata anaknya, “tapi lihatlah seluruh supermarket ini penuh dengan ibu.”
@#$%^&$@
(ard/dongengceritarakyat.com)













Discussion about this post