Avesiar.com
Ibadah puasa sunnah memiliki keutamaan besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan amalan yang satu ini mendapat ganjaran khusus dan pahala berlipat.
Menurut kaidah fiqih, puasa sunnah dapat menutupi kekurangan yang ada pada puasa wajib. Puasa juga menjadi perisai dari gangguan setan dan amalan melepaskan diri dari siksa api neraka.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat”.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
“Kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabb-nya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada bau minyak kasturi”. (HR Muslim No. 1151)
Keutamaan Puasa Sunnah Senin dan Kamis
Puasa sunnah Senin dan Kamis merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar. Berikut keutamaannya:
1. Beramal pada waktu utama yaitu ketika catatan amal dihadapkan kepada Allah Ta’ala.
2. Memberi kemaslahatan untuk badan dikarenakan ada waktu istirahat setiap pekannya.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
ﺗُﻌْﺮَﺽُ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻻِﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻤِﻴﺲِ ﻓَﺄُﺣِﺐُّ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﺮَﺽَ ﻋَﻤَﻠِﻰ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺻَﺎﺋِﻢٌ
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR Tirmidzi No. 747. At-Tirmidzi, hadis ini hasan gharib).
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan :
ﺇِﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺘَﺤَﺮَّﻯ ﺻِﻴَﺎﻡَ ﺍﻻِﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻤِﻴﺲِ
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis”. (HR An nasa’i No. 2360 dan Ibnu Majah No. 1739).
Lafaz Niat Puasa Sunnah Senin dan Kamis
Cara mengerjakan puasa sunnah Senin dan Kamis hampir sama dengan puasa di bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Mengenai niatnya cukup dalam hati, namun jika ingin melafazkannya sebagai penguat, maka tidak masalah.
Niat puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa’ala“
Artinya: Saya niat puasa pada hari Senin, sunnah karena Allah Ta’alaa.
Niat puasa Kamis
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺨَﻤِﻴْﺲِ ﺳُﻨَّﺔً ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Nawaitu Shauma yaumal khamiisi sunnatan lillahi taa’ala “
Artinya : Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’alaa.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontiniu (terus menerus) walaupun itu sedikit”. (HR Muslim No. 783)
Semoga lafadz niat dan keutamaan puasa sunnah Senin dan Kamis ini bermanfaat dan menjadikan kita istiqomah untuk menjalankannya. Wallahua’lam. (ard)













Discussion about this post