Avesiar – Jakarta
Sejumlah aktivis ditangkap pekan lalu setelah melakukan aksi duduk di depan kedutaan besar Israel di Washington terhadap perluasan pemukiman Israel dan pengusiran warga Palestina, Dilansir The Palestine Chronicle dari The New Arab, Jum’at (28/1/2022).
Menurut The New Arab, sekitar 400 hingga 500 aktivis memprotes di depan kedutaan selama sekitar satu jam pada Ahad sore, menentang perluasan pemukiman Yahudi di Sheikh Jarrah, Hebron, dan Gurun Naqab (Negev). Protes ini diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Palestina.
Sekelompok kecil demonstran kemudian melakukan aksi duduk, menyerukan diakhirinya ekspansi pemukiman di wilayah pendudukan dan pendanaan militer AS ke Israel. Mereka juga menyerukan liputan media yang adil tentang pendudukan. Sebanyak tujuh aktivis ditangkap petugas dinas rahasia sekitar pukul 17.30 WIB. Mereka dibebaskan dalam semalam.
Zaid Khatib, seorang anggota lokal dari Gerakan Pemuda Palestina, menghadiri demonstrasi pada Ahad. Dia tidak ditangkap, tetapi mengatakan kepada The New Arab bahwa dia melihat polisi memperlakukan para demonstran dengan kasar.
Terlepas dari penangkapan, dia terhibur dengan tekad rekan-rekan demonstran.
“Pertama dan terutama, sangat menggembirakan melihat orang-orang berkomitmen pada perjuangan, mempertahankan pendirian mereka melawan dinas rahasia dan menempatkan diri mereka dalam risiko,” katanya.
Israel menghancurkan rumah keluarga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, pekan lalu, memicu kegemparan dan protes dari Palestina ke bagian lain dunia.
Di Negev, Israel menghancurkan properti Palestina untuk membersihkan lahan untuk proyek penghijauan yang dijalankan oleh Dana Nasional Yahudi yang kontroversial. (ave)













Discussion about this post