Avesiar – Jakarta
Transaksi di perbankan syariah ternyata lebih menyejahterakan masyarakat dibanding di pinjaman online (Pinjol). Hal ini tentu saja memberikan kepercayaan diri bagi masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan.
Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sabtu (3/12/2022), pernyataan tersebut disampaikan Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Nyimas Rohmah, pada DSN-MUI ke-18 di Hotel Mercure, Jakarta Barat, baru-baru ini.
Sesuai road map pengembangan ekonomi syariah di Indonesia tahun 2020-2025, lanjut Nyimas, salah satu pilarnya menekankan penguatan identitas perbankan syariah.
“Karena perbankan syariah beroperasi atas prinsip-prinsip syariah, sesuai maqooshid syariah, maka tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat, ” ungkapnya, Kamis (1/12/2022).
Nyimas mengatakan bahwa kesadaran menyejahterakan masyarakat ini harus menjadi identitas industri syariah, khususnya perbankan, untuk bisa dipilih masyarakat.
“Itulah yang harusnya kita perkuat. Kita tegaskan kepada masyarakat bahwa perbankan syariah akan memberikan kebaikan kepada masyarakat karena memang didasari oleh prinsip syariah, ” tegasnya.
Banyaknya masyarakat yang terjerat pinjol, menurut dia, karena minimnya literasi tentang pinjol. Itu membuat masyarakat tidak mengukur asas manfaat atau nilai kesejahteraan jika menggunakan pinjol. Padahal, imbuhnya, perbankan syariah menawarkan jaminan kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan pinjol.
“Masyarakat cenderung hanya melihat bisa mendapatkan pinjaman uang dengan syarat yang mudah, tetapi tidak dengan konsekuensinya seperti apa,” beber Nyimas.
Sebagai contoh, jelasnya, banyak pinjol tidak resmi yang tidak memberikan informasi yang lengkap kepada nasabah. Berbeda dengan pinjol, industri syariah memberikan informasi secara langsung sejak awal secara jelas sesuai prinsip syariah.
“Harus transparan, tidak ada informasi yang disembunyikan, semuanya harus jelas,” tuturnya.
Dia menilai potensi perkembangan industri syariah di Indonesia masih sangat besar. Poin jaminan kesejahteraan masyarakat itulah yang membuatnya optimis dengan perkembangan industri syariah di Indonesia. (dwi)













Discussion about this post