• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini Budaya

Flexing Masuk Gangguan Kejiwaan, Menilik Kebiasaan Pamer Barang Mewah Tersangka Kasus Penganiayaan

by Ave Rosa
25 Februari 2023 | 22:35 WIB
in Budaya
Reading Time: 3 mins read
A A
Flexing Masuk Gangguan Kejiwaan, Menilik Kebiasaan Pamer Barang Mewah Tersangka Kasus Penganiayaan

Ilustrasi. dr. Djoni Ismoyo, Sp.Kj dalam satu kegiatan penyuluhannya. Gambar: dok. Avesiar.com

Avesiar – Jakarta

Kasus terbaru tentang kebiasaan tersangka kasus penganiayaan, anak seorang pejabat pajak, yang memamerkan barang-barang mewah di sosial media atau biasa disebut flexing, menjadi pembahasan menarik. Karena perilaku flexing atau flex culture ini sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena flexing yang terjadi di masyarakat saat ini, menurut ahli kesehatan jiwa senior di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Cengkareng, Jakarta Barat, yang juga tenaga ahli di Madani Bio-psiko Sosial Spiritual, dr. Djoni Ismoyo, Sp.Kj, perilakunya masuk pada gangguan kejiwaan.

“Orang-orang yang melakukan flexing itu adalah orang-orang yang menderita atau memiliki low self-esteem atau kepercayaan diri yang rendah. Ya penyakit dari rendahnya kepercayaan diri. Karena mereka tidak percaya diri dengan dirinya apa adanya. Karena rendahnya rasa percaya diri tersebut, dia merasa percaya diri dengan mengandalkan bantuan hal-hal yang menunjukkan materi atau kesan mewah saat berinteraksi dengan masyarakat,” ungkapnya kepada Avesiar.com, baru-baru ini.

Menunjukkan sisi kemapanan sesekali, lanjut dokter Djoni, adalah hal yang wajar. Namun, bagi pelaku flexing, mereka harus terus melakukannya agar tetap merasa percaya diri. Menurut dokter senior 66 tahun itu, orang-orang yang ketergantungan pada budaya flexing atau flex culture itu patut dikasihani. Karena mereka merasa tidak ‘pede’ dengan diri mereka apa adanya.

Mereka, imbuhnya, harus berjuang untuk bisa percaya diri dengan cara demikian. Yang mengkhawatirkan adalah, ketika mereka setiap saat harus memikirkan apa lagi yang bisa ditampilkan.

“Belum lagi jika hal ini menjangkiti orang-orang yang sebenarnya dari sisi strata ekonomi, pas-pasan atau kurang mampu. Akhirnya banyak orang memaksakan diri untuk punya sesuatu sebagai modal flexing-nya dengan berbagai cara. Nah, ini yang kita miris. Pasien saya, banyak yang datang karena terlibat pinjol (pinjaman online, red). Tagihannya bisa sampai 100 jutaan dan bikin stres. Ya karena hal-hal semacam ini,” terangnya.

Ahli kejiwaan senior itu juga menjelaskan bahwa budaya flexing tidak hanya menjangkiti orang dewasa, namun juga anak-anak. “Di usia anak sekolah kelas 5 dan 6 juga ada. Mereka sudah terbiasa dengan berusaha mempraktikan hal-hal semacam itu (flexing, red). Bisa dibayangkan anak seusia tersebut sudah memiliki low self-esteem,” beber Djoni.

Bacaan Terkait :

Flexing di Dunia Nyata dan Media Sosial Baik Nggak Sih?

Gaya Hidup Flexing, dr. Djoni Ismoyo, Sp.Kj: Itu Penyakit dari Low Self-Esteem

Load More

Menurut dia, prilaku flexing yang terus menerus dilakukan dapat berdampak pada gangguan kejiwaan lanjutan seperti depresi. Hal itu, lanjutnya, karena orang tersebut harus memikirikan terus bagaimana agar tetap terlihat glamor dan menarik di depan orang lain secara materi.

“Bisa depresi. Karena yang dipikirkan ya supaya tetap bisa terlihat menarik atau dihargai dengan tampilan materi. Berbahaya juga jika orang yang secara sosial ekonomi sebenarnya pas-pasan. Bisa menggunakan cara pintas untuk bisa mendapatkan materi yang dibutuhkan untuk budaya flexing yang dia lakukan,” ucapnya.

Menurut dokter Djoni, langkah terbaik untuk bisa hidup dengan percaya diri yang baik adalah dengan menerima keadaan diri apa adanya dan lebih menunjukkan pada kualitas pribadi dan prestasi. Sehingga lebih nyaman dalam menempatkan diri tanpa harus bersandar bahwa kemampuan materi adalah yang menarik dilihat orang lain.

“Ya bersyukur saja dengan apa yang kita miliki, tanpa harus memaksakan. Tentu dengan cara seperti ini rasa percaya diri akan dibangun lebih sehat dan tidak menyebabkan kita tersiksa di kemudian hari,” pungkasnya. (adm)

Tags: dr Djoni IsmoyoFlexFlex CultureFlexingFlexing CultureGangguan KejiwaanKepercayaan Diri yang RendahKurang Percaya DiriLow Self-esteemMaterialistisPenyakit Kejiwaan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mahasiswi Program Double Degree UMS Ini Lulus di Dong-A University, Ditawari Kerja di Korea

Next Post

Zelensky Gelar Peringatan Satu Tahun Hari-hari Menyedihkan Perang Antara Rusia dan Ukraina

Mungkin Anda Juga Suka :

Munas XVI IPSI 2026 Dibuka Presiden Prabowo, Pencak Silat Budaya Bangsa Menuju Olimpiade

Munas XVI IPSI 2026 Dibuka Presiden Prabowo, Pencak Silat Budaya Bangsa Menuju Olimpiade

11 April 2026

...

Wartawan Diajak LPPOM MUI Praktik Memeriksa Produk Terkontaminasi Babi

Wartawan Diajak LPPOM MUI Praktik Memeriksa Produk Terkontaminasi Babi

20 Januari 2024

...

Liburan Nataru ke TMII, Menparekraf Sandiaga Pastikan Kondusif dan Banyak Atraksinya

Liburan Nataru ke TMII, Menparekraf Sandiaga Pastikan Kondusif dan Banyak Atraksinya

28 Desember 2023

...

Naik Motor Ekspedisi Promosikan Indonesia dari Cape Town Afsel ke Nordkapp di Norwegia

Naik Motor Ekspedisi Promosikan Indonesia dari Cape Town Afsel ke Nordkapp di Norwegia

8 Desember 2023

...

Mushaf Al Qur’an Terjemahan Bahasa Melayu Ambon Telah Terbit

Mushaf Al Qur’an Terjemahan Bahasa Melayu Ambon Telah Terbit

1 Desember 2023

...

Load More
Next Post
Zelensky Gelar Peringatan Satu Tahun Hari-hari Menyedihkan Perang Antara Rusia dan Ukraina

Zelensky Gelar Peringatan Satu Tahun Hari-hari Menyedihkan Perang Antara Rusia dan Ukraina

Boleh atau Tidaknya Makan Ikan dan Daging Mentah Sesuai Syariat

Boleh atau Tidaknya Makan Ikan dan Daging Mentah Sesuai Syariat

Discussion about this post

TERKINI

Pembukaan Seleksi Beasiswa S1 RMI NU ke Al-Azhar Mesir untuk 30 Peserta Dimulai 10 – 17 Juni

11 Juni 2026

Tidak Ada Takutnya, Iran Hantamkan Rudal ke Pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait

10 Juni 2026

Asperindo Desak Pembatalan Biaya Tarif Jasper dan SGHA Karena Efeknya Kenaikan Harga ke Konsumen

10 Juni 2026

Indonesia Raih Pengakuan di WSIS Prizes 2026 PBB Melalui 3 Inovasi Digital

10 Juni 2026

Senator AS Menyebut Amerika Seharusnya Tidak Mendanai Militer AS dan Akan Menentangnya di UU NDAA

9 Juni 2026

Antisipasi Kekerasan di Pesantren, 11 Juni MUI Gelar Halaqah Pesantren Aman dan Ramah Anak

9 Juni 2026

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

8 Juni 2026

Total Jemaah Haji Tiba di Tanah Air per 8 Juni 47.012 Orang, Kloter Terakhir Dijadwalkan Tiba 1 Juli

8 Juni 2026

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

7 Juni 2026

Piala Dunia Dimulai Seminggu Lagi, Timnas Iran Masih Menunggu Visa Masuk ke AS

6 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video