• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i True Story

Berbicara Kepada Allah SWT, Nabi Musa AS Menanyakan 7 Perkara

by Ave Rosa
1 Agustus 2023 | 22:49 WIB
in True Story
Reading Time: 5 mins read
A A
Sekitar 6 Juta Warga AS Terancam Cuaca Ekstrem, 700 Ribu Lainnya Tanpa Listrik

Ilustrasi. Foto: Pexels/Pixabay.

Avesiar – Jakarta

Seorang ilmuwan muslim keturunan Arab bernama Ibnu Hibban (Muhammad bin Hibban Al-Busti), yang juga fukaha, ahli hadis, linguis, ahli geografi, ahli kedokteran, astronom, sejarawan, mutakalim, dalam salah satu bukunya yang berjudul “Shahih Ibnu Hibban”, menulis sebuah hadits tentang tujuh perkara yang ditanyakan Nabi Musa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ibnu Hibban, dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan, Selasa (1/8/2023), dikatakan bahwa dia menuliskan sebuah hadits, “Dari Abu Hurairah secara marfu’ yang sampai kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bahwasanya beliau bersabda, “Musa bertanya kepada Rabb-nya ihwal tujuh perkara yang dia sangka hanya dimilikinya, sedang perkara yang ketujuh tidak disukai Musa.”

Pertama, Musa bertanya, “Ya Rabb, ayyu ibaadika ittaqa?” (Wahai Rabb! Siapakah hamba-Mu yang paling bertakwa?). Nabi Musa berharap Allah menjawab, “Kamu wahai Musa”, dan itu wajar karena Musa adalah nabi, dan kaum yang dihadapinya adalah kaum yang sangat ingkar yaitu kaum Bani Israil atau kaum Yahudi.

Namun Allah tidak menjawab seperti yang diharapkan Nabi Musa. Allah menjawab, “Allazi yasykuru wala yansa”, (orang yang paling bertakwa adalah) yang selalu ingat kepada-Ku dan yang tidak pernah lupa.

Kedua, Musa bertanya, “Fa ayyu ibaadika ahda?” (Siapa hamba-Mu yang paling mendapat petunjuk?). Nabi Musa berharap Allah menjawab, “Kamu wahai Musa”, karena ia memang mendapat petunjuk langsung dengan turunnya Kitab Taurat kepadanya.

Namun tidak menjawab seperti yang diharapkan Nabi Musa. Allah menjawab, “Allazi tataba’a alhuda” (Orang yang paling mendapat petunjuk yaitu) yang mengikuti petunjuk, yaitu petunjuk dari Allah dan Rasul.

Ketiga, Musa bertanya, “Fa ayyu ibaadika ahkam?” (Siapa hamba-Mu yang paling bijaksana). Nabi Musa berharap Allah menjawab, “Kamu wahai Musa”, namun Allah tidak menjawab begitu.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Allah menjawab, “Allazi yahkumu linnasi maa yahkumu linafsihi?” (Orang yang paling bijaksana yaitu) yang memberi keputusan terhadap manusia seperti dia memberi keputusan untuk dirinya sendiri.

Keempat, Musa kembali bertanya, “Fa ayyu ibaadika a’lam?” (Siapa hamba-Mu yang paling berilmu?). Nabi Musa berharap Allah menjawab, “Kamu wahai Musa”, karena Nabi Musa menerima langsung wahyu dari Allah, tetapi Allah tidak menjawab begitu.

Jadi meskipun ia seorang doktor, seorang profesor, tapi ia berhenti belajar, berhenti membaca, berhenti menambah ilmu, maka sesungguhnya ia bukan orang yang paling berilmu.

Allah menjawab, “Aalimu laa yasyba’u minal ilmi yajmau ilmannasi ilaa ilmihi” (Orang berilmu yaitu) yang tidak pernah puas dari ilmu, yang menyatukan ilmu-ilmu manusia dengan ilmunya.

Kelima, Musa bertanya, “Fa ayyu ibaadi a’azza?” (Siapa dari hamba-Mu yang paling mulia?). Nabi Musa berharap Allah menjawab, “Kamu wahai Musa”, karena ia adalah nabi sehingga ia tentu orang yang paling mulia di tengah kaumnya.

Namun Allah tidak menjawab begitu, Allah menjawab, “Allazi isa qaddara afa” (Orang yang paling mulia yaitu) yang ketika mampu membalas, dia malah memilih untuk memaafkan.

Keenam, Musa bertanya, “Fa ayyu ibaadika agna?” (Siapa pula hamba-Mu yang paling kaya?). Nabi Musa berharap Allah menjawab, “Kamu wahai Musa”, namun Allah tidak menjawab seperti yang diharapkan Nabi Musa.


Allah menjawab, “Allazi yarda bima uutiya” (Orang yang paling kaya yaitu) yang rida atas apa yang diberikan oleh Allah kepadanya.

Ketujuh, Musa bertanya lagi, “Fa ayyu ibaadika afqaru?” (Siapakah hamba yang paling fakir?). Perkara ketujuh yang ditanyakan ini tidak disukai oleh Nabi Musa. Ia tidak mengharapkan Allah menjawab, “Kamu wahai Musa.”


Dan Allah menjawab, “Zaahibul mankusin” (Orang yang paling fakir yaitu) yang merasa serba kekurangan. Sudah punya banyak harta, tapi masih merasa kurang.

Buah dari Takut kepada Allah

Ada satu kisah orang yang selalu ingat kepada Allah, sehingga ia takut melakukan perbuatan dosa. Insya Allah orang ini termasuk orang yang paling bertakwa seperti perkara pertama dari tujuh perkara yang ditanyakan Nabi Musa kepada Allah. Kisah ini terjadi pada zaman Khalifah umar bin Khattab.

Khalifah Umar bin Khattab merupakan salah satu sahabat dekat Nabi dan sekaligus mertua dari Rasulullah. Umar menjadi Khalifah kedua setelah Abubakar.

Di tengah masa kepemimpinannya, Umar memiliki kebiasaan tersendiri yaitu berkeliling kampung pada malam hari untuk melihat sendiri kondisi rakyatnya.

Setiap malam ia selalu blusukan untuk melihat kondisi rakyatnya, hingga pada suatu malam ia pun berhenti dan duduk di dekat sebuah rumah sederhana. Sang khalifah tidak sengaja mendengarkan percakapan seorang perempuan penjual susu dengan anaknya.

Ibu itu mengatakan kepada anaknya, “Campurkanlah susu itu dengan air, agar menjadi lebih banyak susu yang kita jual besok.” Sang anak menolak dan memberitahukan kepada ibunya bahwa Khalifah Umar melarang hal tersebut. Namun sang ibu mengatakan bahwa sang khalifah tidak akan tahu.

“Di tengah malam begini tidak akan ada yang mengetahui perbuatan tersebut,” ujar sang ibu.


“Memang betul, Umar tidak melihat perbuatan kita, tapi Tuhan-nya Umar pasti melihat kita,” jawab anaknya.


Mendengar jawaban dari anak penjual susu tersebut, Khalifah Umar langsung tersentuh hatinya. Keesokan harinya sang khalifah memanggil anaknya, Ashim, dan menceritakan kisah yang ia dengar semalam.

Umar meminta Ashim menikahi anak penjual susu itu, karena menurut Umar, anak gadis itu pastilah orang jujur.


Ashim sebagai anak, tidak berpikir panjang. Ia percaya kepada ayahnya bahwa permintaan ayahnya pasti baik dan pasti juga akan baik hasilnya.

Beberapa hari kemudian Khalifah Umar menemani anaknya, Ashim, ke rumah penjual susu itu. Betapa terkejutnya sang ibu melihat kedatangan sang khalifah dan putranya, ia berpikir bahwa ia akan ditangkap karena melakukan suatu kesalahan. Ashim bin Umar pun tersenyum dan menceritakan maksud kedatangannya ke tempat tersebut.


Sang ibu pun berkata apakah pantas putera sang khalifah menikahi seorang gadis miskin penjual susu.

Sang khalifah pun menceritakan kejadian yang ia dengar pada waktu malam tersebut. Sang ibu langsung malu, tapi akhirnya ia menerima lamaran Ashim, dan anaknya pun menikah dengan Ashim. Dari pernikahan Ashim dan anak penjual susu itu, lahirlah seorang putri yang diberi nama Laila. Laila kemudian menikah dengan Abdul Aziz, putra Khalifah Marwan bin al-Hakam.

Dari pernikahan Laila dengan Abdul Azis, lahir seorang putra yang diberi nama Umar bin Abdul Azis. Umar bin Abdul Aziz adalah salah seorang khalifah dan sangat disegani di masa pemerintahannya. (adm)

Tags: Allah SWT Menjawab Nabi MusaNabi Musa AS Berbicara dengan Allah SWTPertanyaan Nabi Musa kepada Allah SWT
ShareTweetSendShare
Previous Post

Laknatullah, Polisi Swedia Malah Beri Izin untuk Protes Penistaan Al Qur’an lainnya

Next Post

Serangan Drone Ukraina di Moskow Digambarkan Mirip dengan Peristiwa 9/11

Mungkin Anda Juga Suka :

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

...

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

28 Maret 2026

...

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

23 Maret 2026

...

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari, Pria Zuhud Berasal dari Kabilah yang Suka Merampok

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari, Pria Zuhud Berasal dari Kabilah yang Suka Merampok

2 Januari 2026

...

Kisah Pria yang Akhirnya Dikeluarkan dari Neraka dan Terakhir Masuk Surga

Kisah Pria yang Akhirnya Dikeluarkan dari Neraka dan Terakhir Masuk Surga

30 Desember 2025

...

Load More
Next Post
Serangan Drone Ukraina di Moskow Digambarkan Mirip dengan Peristiwa 9/11

Serangan Drone Ukraina di Moskow Digambarkan Mirip dengan Peristiwa 9/11

l

Cegah Smartphone Hambat Perkembangan Anak, China Kemungkinan Batasi Waktu Bermain Ponsel

Discussion about this post

TERKINI

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

Perundingan di Pakistan Gagal Mendikte Soal Program Nuklir, Trump Ancam Blokade Hormuz dan Serang Infrastruktur Sipil Iran

12 April 2026

Munas XVI IPSI 2026 Dibuka Presiden Prabowo, Pencak Silat Budaya Bangsa Menuju Olimpiade

11 April 2026

Sumber Senior Iran Sebut AS Setuju Cairkan Aset Iran Demi Pembicaraan di Islamabad, Seorang Pejabat AS Membantah

11 April 2026

Luar Biasanya Manfaat Setiap Gerakan Shalat untuk Fisik dan Psikis Menurut Penelitian Medis

11 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video