Avesiar – Jakarta
Ratusan akun yang dianggap berafiliasi dengan Hamas, dihapus oleh platform media sosial X, dahulu Twitter, dalam uopaya untuk mengekang penyebaran konten online yang disebut “kekerasan dan kebencian”.
Dikutip dari The New Arab, Sabtu (14/10/2023), disebutkan bahwa CEO perusahaan itu Linda Yaccarino mengatakan platform tersebut telah menghapus akun-akun yang melanggar kebijakan yang bertujuan menghentikan penyebaran “konten kekerasan dan kebencian” di X. Platform tersebut juga menghapus postingan yang menyertakan konten grafis, katanya.
X mengatakan pada hari Senin bahwa postingan dari pengguna aktif harian di Israel meningkat drastis setelah Hamas melancarkan serangan mendadak pada hari Sabtu.
Israel tanpa henti membom Jalur Gaza yang terkepung sejak saat itu, menewaskan 1.799 warga Palestina, termasuk lebih dari 500 anak-anak, dan melukai lebih dari 6.000 orang.
Meta, yang menjalankan Facebook, mengatakan pihaknya menghapus atau menandai lebih dari 795.000 konten dalam bahasa Ibrani dan Arab sebagai “mengganggu”.
Pusat Kemajuan Media Sosial Arab (7amleh) mengatakan pihaknya mendokumentasikan lebih dari 19.000 kasus ujaran kebencian dan konten hasutan dalam bahasa Ibrani.
“Pemerintah Israel mengambil keuntungan dari sentimen internasional saat ini untuk terus memberikan tekanan pada perusahaan media sosial untuk menyensor narasi Palestina dan membungkam suara-suara yang kritis terhadap kebijakan Israel,” kata 7amleh dalam sebuah pernyataan.
Langkah X untuk menargetkan akun-akun yang melaporkan tentang Palestina terjadi ketika informķasi dari masyarakat di Gaza semakin sulit diperoleh di tengah pengepungan total yang dilakukan Israel terhadap dua juta penduduknya, yang telah memutus aliran listrik dan bahan bakar, dan ketika Israel menjauhkan media asing dari pengepungan tersebut. daerah kantong.
Pada hari Selasa, Instagram menangguhkan akun koresponden Palestina Mondoweiss, sementara akun TikTok di situs berita tersebut ditutup sementara sehari sebelumnya.
Juru bicara X tidak segera menanggapi permintaan komentar The New Arab. (ard)













Discussion about this post