Avesiar – Jakarta
Dinamika politik pada ajang pemilihan presiden AS berkaitan dengan tekanan kepada Joe Biden untuk mundur yang sempat mereda paska rivalnya Donald Trump dari Partai Republik selamat dari percobaan pembunuhan akhir pekan lalu, kini mulai memanas sejak Rabu (17/7/2024).
Dikutip dari The Guardian, Kamis (18/7/2024), diagnosa Biden terjangkit Covid dan batalnya isolasi mandiri di rumahnya di Delaware telah meningkatkan ketegangan.
Seorang tokoh perwakilan AS yang berpengaruh di California Adam Schiff, sebagaimana dikutip dari The Guardian, secara terbuka mengatakan bahwa Joe Biden harus mundur dari pencapresan. Demikian halnya dengan pemimpin mayoritas Senat dan anggota Partai Demokrat paling senior di Kongres Chuck Schumer, yang dilaporkan ABC News.
Ia telah mengatakan kepada Biden dalam pertemuan pada hari Sabtu bahwa akan lebih baik bagi negara dan partai Demokrat jika presiden mengakhiri kampanye pemilihannya kembali.
Namun, juru bicara Schumer menyebut laporan itu sebagai “spekulasi kosong”.
Sedangkan mantan ketua DPR Nancy Pelosi, sebagaimana dilaporkan CNN melalui pemberitaan The Guardian, Rabu (17/7/2024), mengatakan kepada Biden bahwa jajak pendapat menunjukkan dia tidak bisa mengalahkan Trump, dan hal itu akan mempengaruhi peluang Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan November ini.
Juga pada Rabu sore, David Axelrod, mantan penasihat senior Barack Obama sebagai presiden, meningkatkan kampanye tekanannya yang terus-menerus terhadap Biden ketika ia memperingatkan bahwa presiden tersebut belum berbuat cukup banyak untuk meredakan kekhawatiran pemilih mengenai usianya sejak kinerja debat yang buruk bulan lalu. (ard)













Discussion about this post