Avesiar – Jakarta
Keikutsertaan 1.236 peserta siswa pada Kompetisi Pidato Nasional 2024 menandai ditutupnya fase pendaftaran lomba yang digelar Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag, seperti diumumkan di Jakarta , Sabtu (20/7/2024).
Terbuka bagi seluruh peserta didik berkewarganegaraan Indonesia yang terdaftar di lembaga pendidikan masing-masing, kompetisi dibuktikan dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Dari total peserta, 1.002 merupakan siswa Madrasah Aliyah (MA), 208 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, 14 siswa Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya, dan 12 siswa Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Ulya. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi melombakan konten video pidato dengan tema “Pancasila dan Moderasi Beragama dalam Pandangan Gen-Z”. Ajang itu, dikutip dari laman Kementerian Agama RI, Ahad (21/7/2024), bertujuan untuk memperkuat semangat nasionalisme dan toleransi di kalangan generasi muda. Saat ini, panitia tengah melakukan proses seleksi administrasi dan penilaian konten video.
“Tema yang diangkat dalam kompetisi pidato tahun ini sangat relevan dengan kondisi bangsa kita saat ini. Pancasila sebagai dasar negara kita, merupakan landasan kuat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, dan persatuan,” ujar Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad di Jakarta, Sabtu (20/7/2024).
Diharapkan, lanjut Abu Rokhmad, dapat membangun kesadaran akan peran moderasi beragama dalam menciptakan perdamaian dunia. Abu Rokhmad juga berharap ajang tersebut dapat ikut menjaga kerukunan beragama dan membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, saya yakin bahwa kompetisi ini akan menghasilkan pidato-pidato yang inspiratif dan bermanfaat bagi kita semua,” imbuhnya.
Direktur KSKK Madrasah M Sidik Sisdiyanto menjelaskan, tahap seleksi administrasi dan penilaian konten video merupakan bagian penting dari kompetisi ini. Para peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam menyampaikan gagasan secara efektif dan kreatif melalui pidato yang telah mereka persiapkan.
“Tim seleksi kompetisi telah menilai setiap konten video berdasarkan kualitas penyampaian, keaslian ide, dan relevansi dengan tema yang diangkat,” terangnya.
Kompetisi Pidato Nasional dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: 1) seleksi administrasi dan penilaian konten video yang diunggah ke Youtube dan Instagram peserta; 2) eliminasi secara online untuk memilih 100 peserta terbaik; dan 3) grand final secara offline yang diikuti 34 peserta terbaik yang tidak tereliminasi.
“Kompetisi Pidato Nasional Tahun 2024 merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan pandangan mereka tentang Pancasila dan moderasi beragama, serta memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi di tengah Masyarakat,” tegas Sidik.
“Semoga melalui kegiatan ini, semangat nasionalisme dan toleransi antar umat manusia akan semakin kuat di kalangan anak-anak muda, dan mereka dapat menjadi duta-duta moderasi beragama yang membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara,” harapnya.
Untuk informasi lebih lanjut seputar hasil seleksi tahap pertama, silakan mengunjungi situs web resmi Kompetisi Pidato Nasional 2024 pada hari Senin 22 Juli 2024 melalui link madrasah.kemenag.go.id/kpn2024 atau menghubungi panitia melalui kontak yang tersedia. (adm)













Discussion about this post