Avesiar – Jakarta
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sangat mencintai anak yatim. Beliau pun adalah seorang anak yatim. Anak-anak yatim memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam, bahkan di sisi Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Menyantuni anak yatim memiliki keutamaan yang besar. Baik dalam hadits maupun Al-Qur’an, disebutkan bahwa anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara, dan diperhatikan.
Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim, (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu Alaihi Wasallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau Shallallahu Alaihi Wasallam, serta agak merenggangkan keduanya.” (H.R Bukhari)
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.
Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya. Seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh, dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.
Dengan kedudukan istimewanya itu, tidak heran kalau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menganjurkan untuk memperbanyak sedekah kepada anak yatim. Ketika memberikan sedekah untuk anak yatim, pahala akan terus mengalir.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa ada tiga amalan yang pahalanya tidak akan terputus meski seseorang telah meninggal dunia. Tiga amalan tersebut adalah sedekah jariyah, doa anak yang shaleh, serta ilmu yang bermanfaat.
Bersedekah ke anak yatim juga dapat menghindarkan diri dari bala bencana dan marabahaya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang mengatakan bahwa tidak ada musibah serta bencana yang dapat mendahului sedekah. Di waktu yang sama, beliau juga mengungkapkan kalau sedekah mampu menutup 70 pintu kejahatan, (H.R Imam Baihaqi).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang keutamaan menyayangi anak yatim:
“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” (QS. Al-Baqarah [2]: 220)
Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa.
Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu.
Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering terjadi dalam kasus “anak angkat”.
karena ketidakpahaman sebagian dari kaum Muslimin terhadap hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:
Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya. Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.” (QS al-Ahzaab: 5).
Anak angkat atau anak asuh bukanlah mahram. sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut. sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.
Dikutip dalam buku berjudul Dahsyatnya Doa Anak Yatim oleh M. Khallurrahman Al Mahfani tentang keutamaan mencintai anak yatim, di antaranya:
1. Meraih Peluang Menjadi Teman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di Surga
Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah (sesuai dengan hadits yang telah disebutkan di atas).
2. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga
Kalaupun pemelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di surga karena mungkin tidak memenuhi persyaratan ideal, ia akan tetap dijamin masuk surga.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).
3. Mendapat Predikat Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)
Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.
“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”(QS. Al-Insan: 5-6)
4. Memperoleh Pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Menolong anak-anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.
“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah)
5. Menghindarkan dari Siksa Akhirat
Memelihara atau mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang tgas-tegas Allah perintahkan melalui ayat-Nya dan sabda rasul-Nya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah)
6. Investasi Amal untuk Akhirat
Manfaat menyayangi anak yatim salah satunya adalah investasi amal di akhirat. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
7. Menggapai Keberuntungan dan Menjadi yang Terbaik
Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat).
Dan satu lagi keutamaan dalam menyantuni anak yatim yakni akan membersihkan pikiran mereka serta melembutkan dan menghilangkan kekerasan hati.
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda.
“Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai.” (HR Thabrani)
Wallahua’lam. (adm/dari berbagai sumber)













Discussion about this post