• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World Politic

Brutus Sang Pembunuh Julius Caesar, Yang Identik Sebagai Ikon Pengkhianat

by Ave Rosa
19 Agustus 2024 | 23:33 WIB
in Politic
Reading Time: 3 mins read
A A
Brutus Sang Pembunuh Julius Caesar, Yang Identik Sebagai Ikon Pengkhianat

Ilustrasi. Gambar wikipedia via gurusiana

Avesiar – Jakarta

Kekaisaran Romawi terkenal memiliki banyak sejarah politik yang menarik untuk dipelajari. Salah satunya adalah kisah pengkhianatan seorang bernama Marcus Junius Brutus atau terkenal dengan sebutan Brutus, terhadap kaisar Romawi Julius Caesar.

Marcus Junius Brutus (85 – 42 SM), atau Quintus Servilius Caepio Brutus, adalah seorang senator Romawi yang dikenal oleh dunia modern sebagai pemimpin konspirasi pembunuhan Julius Caesar.

Kronologi kehidupan Marcus Junius Brutus,

85 SM – Lahir di Roma

58 SM – Asisten Cato, gubernur Siprus

53 SM – Menjabat quaestor di Cilicia

49 SM – Ikut bersama Pompey ke Yunani pada masa perang saudara melawan Caesar

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

48 SM – Diampuni oleh Caesar

46 SM – Diangkat menjadi gubernur Gaul

45 SM – Diangkat menjadi Praetor

44 SM – Membunuh Caesar bersama senator-senator lain; lari ke Athena dan selanjutnya Crete

42 SM – Mencoba merebut Roma pada Pertempuran Philippi; gagal dan bunuh diri

Peristiwa bersejarah mengguncang Republik Romawi pada 15 Maret 44 SM. Julius Caesar, tokoh yang dihormati dan diperlakukan seperti seorang dewa, dibunuh di dalam gedung Senat oleh sekelompok senator yang dipimpin oleh Marcus Junius Brutus. Ia ditikam hingga tewas oleh sejumlah senator, antara lain Marcus Junius Brutus, Gaius Cassius Longinus, Decimus Junius Brutus, dan beberapa Senator Romawi.

Tindakan ini menggambarkan betapa kompleksnya politik dan kekuasaan pada masa itu, serta peran penting yang dimainkan oleh tokoh-tokoh seperti Brutus.

Sebelum tragedi tersebut dimulai, ketegangan antara Brutus dan Caesar mencapai puncaknya ketika Caesar menyatakan dirinya sebagai “dictator perpetuo” atau diktator seumur hidup pada tahun 44 SM. Rencana itu bermula dari ketakutan para senator terhadap pemerintahan Julius Caesar yang semakin berkuasa.

Dengan demikian, Brutus menjadi salah satu otak di balik konspirasi untuk membunuh Julius Caesar. Bersama dengan sekelompok senator lainnya, termasuk Cassius Longinus,

Brutus, yang sebelumnya pernah dimaafkan Julius Caesar, dibujuk oleh para senator untuk menggulingkan Julius Caesar. Hari kematian Julius Caesar ditentukan ketika ia menerima undangan Senat. Brutus merencanakan serangan terhadap Caesar pada hari yang dikenal sebagai Ides of March.

Calpurnia, Istri Julius Caesar, sempat melarang Julius Caesar. Namun, Julius Caesar tetap menerima undangan Senat. Brutus bersama anggota Senat menikam Julius Caesar puluhan kali. Kemudian jasad Julius Caesar dikremasi.

Brutus oleh banyak orang, tetap dianggap sebagai pengkhianat yang mengkhianati hubungan dekatnya dengan Julius Caesar. Setelah pembunuhan tersebut, Romawi terjerumus ke dalam periode kekacauan politik dan perang saudara. Peristiwa ini juga menandai akhir dari Republik Romawi dan memulai masa kekaisaran di bawah kekuasaan Kaisar Augustus.

Dalam “Julius Caesar” karya William Shakespeare, sebagaimana dikutip dari laman History – How Stuff Works, Senin (19/8/2024), karakter paling menarik bukanlah Caesar yang haus kekuasaan, melainkan teman dan pembunuh terpercaya, Brutus.

Kata-kata terakhir Caesar yang terkenal dalam drama itu, diucapkan dengan rasa tidak percaya saat Brutus menusukkan belati terakhir ke diktator Romawi, adalah “‘Et tu, Brute? (Kamu juga, Brutus?). Lalu jatuh, Caesar!”

Marcus Junius Brutus (sekitar tahun 85 SM hingga 42 SM) adalah seorang tokoh nyata, seorang negarawan Romawi yang terpecah antara kesetiaannya kepada Kaisar, pelindung lamanya, dan kesetiaannya kepada Republik Romawi.

Brutus pada akhirnya melihat tirani Caesar sebagai ancaman terbesar dan bersama rekan konspiratornya, Gaius Cassius Longinus, menghasut rencana Senat untuk membunuhnya.

Brutus membayar harga yang sangat mahal atas pengkhianatannya yang “mulia” terhadap Caesar. Brutus dengan cepat kalah dalam pertarungan untuk mendapatkan opini publik.

Para konspirator ingin dikenal sebagai “pembebas” karena membebaskan Roma, tetapi mereka dicap sebagai “pembunuh” yang kemudian kalah dalam pertempuran militer dari sekutu Caesar, Mark Antony dan Oktavianus.

Pada 42 SM ia Mencoba merebut Roma pada Pertempuran Philippi, namun gagal dan bunuh diri.

Sejak saat itu, nama Brutus identik dengan pengkhianat dan pengkhianatan. (dwi/dari berbagai sumber)

Tags: BrutusBrutus Sang PengkhianatJulius CaesarPembunuhan Julius CaesarPengkhianatan Brutus
ShareTweetSendShare
Previous Post

Duduk Bersila Dapat Memberi Manfaat Kesehatan Seiring Bertambahnya Usia

Next Post

Capres AS Jill Stein dari Partai Hijau Umumkan Cawapresnya Seorang Mualaf

Mungkin Anda Juga Suka :

Isi Surat Pujian Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kepada Kepolisian Atas Penjagaan Keamanan Iran

Isi Surat Pujian Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kepada Kepolisian Atas Penjagaan Keamanan Iran

9 Oktober 2026

...

Iran Tetap Menegaskan Keberadaannya Atas Selat Hormuz, Kapal Tanker Diserang di Lepas Pantai Qatar

Iran Tetap Menegaskan Keberadaannya Atas Selat Hormuz, Kapal Tanker Diserang di Lepas Pantai Qatar

8 Oktober 2026

...

Ada Indikasi AS dan Israel Kembali Menyerang, Jenderal Iran Ancam Akan Balas Lebih Keras Termasuk ke Sekutunya

Ada Indikasi AS dan Israel Kembali Menyerang, Jenderal Iran Ancam Akan Balas Lebih Keras Termasuk ke Sekutunya

5 Oktober 2026

...

Menlu Araqchi Tegaskan Posisi Iran Tidak Berubah, Selat Hormuz Dibuka Jika Syarat-syarat Dipenuhi

Menlu Araqchi Tegaskan Posisi Iran Tidak Berubah, Selat Hormuz Dibuka Jika Syarat-syarat Dipenuhi

29 September 2026

...

Perangnya Melawan Iran Belum Berakhir, Trump Mengakui Belum Memenangkannya

Perangnya Melawan Iran Belum Berakhir, Trump Mengakui Belum Memenangkannya

28 September 2026

...

Load More
Next Post
Pemilu Lokal Tunisia 24 Desember, Banyak Partai Politik Serukan Boikot

Capres AS Jill Stein dari Partai Hijau Umumkan Cawapresnya Seorang Mualaf

Waspada, Ini Tips Lengkap Memilih Rumah di Perumahan Agar Nyaman dan Tidak Tertipu

Waspada, Ini Tips Lengkap Memilih Rumah di Perumahan Agar Nyaman dan Tidak Tertipu

Discussion about this post

TERKINI

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

19 Oktober 2026

Pribadi Autentik atau Otentik Dilihat dari Karakter, Ciri-ciri, dan Mengenal Lawannya

18 Oktober 2026

Cara Mensucikan Ketika Tanpa Sengaja Memakan Daging Babi

17 Oktober 2026

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

16 Oktober 2026

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

16 Oktober 2026

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

16 Oktober 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Beras Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

15 Oktober 2026

Remitansi Mesir Mencapai Rekor 33,9 Miliar Dolar Saat Perang Timur Tengah Berlangsung

14 Oktober 2026

Tekan Biaya Internet, Kemkomdigi Kaji Perluasan Jaringan Internet Tetap atau Fixed Broadband

14 Oktober 2026

Pesan yang Disampaikan Habib Umar bin Hafidz Saat Silaturahmi ke Kantor PBNU

13 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video