Avesiar – Jakarta
Jill Stein yang merupakan calon presiden AS dari Partai Hijau mengumumkan pilihannya sebagai calon wakil presiden di sebuah acara online pada Jumat malam yaitu akademisi, aktivis dan mualaf Rudolph “Butch” Ware.
Pengumuman itu, dikutip dari The New Arab, Senin (19/8/2024), muncul setelah berhari-hari spekulasi mengenai siapa yang akan dipilih Stein dalam kampanyenya sebagai presiden.
Selama beberapa hari terakhir, banyak nama yang kebanyakan orang Arab-Amerika, telah diajukan sebagai calon wakil presiden Stein. Namun nama Ware tidak muncul di sebagian besar laporan berita utama mengenai subjek tersebut.
Setelah Stein mengumumkan dia sebagai pasangannya, Ware menggambarkan dirinya sebagai “pejuang yang bersedia dengan tekad demi pembebasan.”
Stein, yang mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2016 dan 2020, melanjutkan dengan mengatakan, “Kita akan menjungkirbalikkan kekaisaran.” Dia kemudian memuji aliansi mereka sebagai perempuan Yahudi dan laki-laki Muslim, dan menggambarkan perjuangan mereka sebagai hal yang tidak dapat dihentikan.
Meskipun Stein tampaknya tidak memiliki peluang untuk menjadi presiden, sehingga menimbulkan kekhawatiran di antara banyak orang bahwa ia berpotensi merusak pemilu, ia memiliki banyak pengikut di komunitas Arab dan Muslim. Hal ini terutama disebabkan oleh dukungannya yang tanpa syarat terhadap gencatan senjata di Gaza dan embargo senjata AS terhadap Israel.
“Dialah satu-satunya kampanye yang mempunyai pendirian prinsip mengenai Palestina. Kita semua harus mendukungnya,” kata Amer Zahr, seorang komedian dan aktivis dari Dearborn, yang namanya baru-baru ini menjadi pemberitaan sebagai calon wakil presiden Stein kepada The New Arab. .
Tidak jelas seberapa besar daya tarik kampanye Stein, mengingat rendahnya jumlah jajak pendapat di luar komunitas Arab dan Muslim serta skeptisisme besar terhadap kebijakannya, yang oleh beberapa pihak dianggap mendekati konspirasi.
Yang jelas adalah dukungan besarnya di kalangan pemilih Arab dan Muslim, yang sebagian besar memberikan suara mereka di negara bagian Michigan, mencerminkan rasa frustrasi yang semakin besar di kalangan pemilih yang menginginkan lebih banyak pilihan dibandingkan dua partai politik yang sama-sama mendukung perang Israel di Gaza. (ard)











Discussion about this post