Avesiar – Jakarta
Rumah adalah tempat bernaung baik bagi individu maupun keluarga. Sehingga memiliki sebuah rumah sendiri adalah idaman bagi setiap orang. Rumah biasanya dibangun di lingkungan masyarakat umum dan juga lingkungan perumahan dengan fasilitas tertentu.
Untuk bisa mendapatkan rumah idaman, Anda harus memiliki modal pengetahuan tentang seluk-beluk tentang rumah dan pertanahan. Dihimpun dari berbagai sumber, Anda bisa menjadikan informasi atau tips berikut sebagai pedoman agar lebih nyaman, aman, dan tidak tertipu.
1. Sesuaikan Anggaran Anda
Tentukan berapa banyak yang dapat Anda bayarkan untuk rumah dan berapa besar uang muka yang bisa Anda sediakan. Jika mengajukan KPR, pertimbangkan cicilan bulanan, uang muka, dan jangka waktu KPR.
2. Ketahui Informasi Tentang Perumahan
Kita harus mengetahui kondisi perumahan yang akan kita beli terlebih dahulu. Maka langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan informasi.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang perumahan; misalnya dengan mendapatkan brosur/katalog perumahan yang biasanya dibagikan di mall atau di tempat publik lainnya.
Informasi bisa diperoleh juga dari internet, perumahan yang ada di lokasi sekitar biasanya akan muncul di Google Map. Dengan banyaknya informasi yang diperolen, maka bisa memilih dengan lebih leluasa. Selanjutnya adalah memilih beberapa perumahan mana yang sesuai dengan kriteria yang dimiliki; umumnya adalah tentang lokasi, harga, akses ke jalan raya dan fasilitas umum, dan lainnya.
3. Cek Prospek Kawasan Perumahan
Memiliki rumah di tengah kota yang berlokasi strategis serta dikelilingi fasilitas umum, memang menjadi impian banyak orang. Namun, rumah di pinggiran kota pun kini diminati oleh publik karena semakin prospektif dan berharga murah.
Developer pun sudah banyak yang mengembangkan perumahan bagus di area pinggiran kota, sebab makin menipisnya lahan di pusat kota. Saat Anda memilih rumah yang berlokasi jauh dari pusat kota, pastikan untuk mengetahui prospek kawasan tersebut dalam jangka panjang. Jika lokasi rumah termasuk dalam rencana pembangunan pemerintah, memilih hunian di kawasan pinggiran kota tidak jadi masalah.
4. Survey Lapangan
Dari informasi yang didapat dilanjutkan dengan mengunjungi lokasi perumahan tersebut; dan melihat faktanya di lapangan; apakah sudah sesuai dengan kriteria ataukan berbeda dengan informasi yang diperoleh.
Tidak ada salahnya untuk bertemu dengan pihak Marketing Developer untuk mendapatkan penjelasan yang lebih banyak dan detail. Pihak Developer biasanya akan menjelaskan secara rinci jika Anda bertanya tentang hal yang perlu diketahui; misalnya fasilitas yang ada, spesifikasi rumah, luas tanah, dan lainnya.
5. Cek Lokasi Perumahan
Dari hasil survey ke lapangan kemudian pelajari tentang lokasinya. Apakah lokasi cukup strategis, dekat dengan fasilitas umum, jalan raya, moda transportasi umum, pasar, rawan banjir, longsor, dan lain lain.
Hal lainnya yang harus dipertimbangkan adalah kepentingan keluarga dan anak anak jika tinggal di perumahan; apakah lokasinya dengan sekolahan, tempat ibadah, supermarket atau minimarket, dan lainnya.
Apakah lokasi juga tidak kumuh atau dikelilingi oleh perumahan penduduk yang kumuh, atau dikelilingi oleh pesawahan yang tidak ada apa apa selain tanaman padi, dan lainnya; hal ini akan menjadi penyesalan di kemudian hari.
6. Sarana Transportasi ke Luar dan Masuk Perumahan
Sarana transportasi yang ada saat ini mungkin berbeda dengan perkembangan di masa depan. Perhatikan rencana perkembangan sarana transportasi di sekitar lokasi rumah yang Anda pertimbangkan. Ketersediaan akses ke transportasi umum, jalan raya, serta rencana pengembangan infrastruktur dapat berpengaruh pada kenyamanan dan nilai properti di masa mendatang.
7. Kredibilitas Developer
Pada jaman sekarang ini banyak Developer baru bermunculan apalagi setelah adanya program subsidi dari pemerintah. Hal yang harus diperhatikan adalah mengecek kredibiltas Developer.
Developer ada yang hanya membuat satu lokasi perumahan, namun ada juga yang membuat di berbagai lokasi. Informasi bisa diperoleh dari orang orang yang pernah merasakan berhubungan dengan developer tersebut.
8. Bandingkan dengan Perumahan Lain
Dengan adanya banyak perumahan di lokasi yang berdekatan maka kita memiliki kesempatan untuk membandingkannya satu sama lain; mana yang lebih sesuai dengan kriteria yang kita miliki.
Pertimbangkan untuk membandingkan dari segi harga, kualitas bangunan, kelengkapan fasilitas umum, kualitas jalan di lingkungan perumahan, luas tanah, kontur tanah, dan lainnya.
9. Konsep Perumahan
Pada umumnya perumahan memilki konsep dalam pembangunannya; misalnya green living, modern living, natural living, dan lainnya. Pertimbangkan untuk tidak memilih perumahan dengan konsep yang tidak sesuai dengan selera; karena yang akan tinggal disitu adalah orang orang yang menyukai konsep tersebut.
Memilih konsep yang sesuai akan membuat betah. Karena selain orang-orang yang akan tinggal menyukai konsep yang sama, suatu saat kita mungkin akan ikut mengembangkan konsep tersebut bersa sama dengan orang orang di sekitar.
10. Kondisi Lingkungan
Perhatikan lingkungan di sekitar perumahan apakah akan membuat kita betah tinggal di sana atau sebaliknya. Misalnya dari segi kebersihan, drainase, tempat pembuangan sampah., Jjika dekat dengan penduduk non perumahan, maka pertimbangkan untuk mengetahui karakter dan kebiasaan mereka, dan lainnya.
11. Fasilitas yang Ditawarkan
Developer biasanya menawarkan perumahan dengan menyebutkan kelengkapan fasilitasnya. Maka pertimbangkan untuk mengetahu lebih lanjut tentang fasilitas tersebut. Misalnya fasilitas umum, lapangan terbuka dan fasilitas olahraga, tempat ibadah, sistem keamanan, sistem pembuangan sampah, jalan lingkungan, dan lainnya.
Pilihan kembali kepada selera masing masing orang; karena ada juga orang yang menginginkan perumahan tempat tinggal yang hening dan tidak terlalu banyak kebisingan; atau terlalu banyak kegiatan di lingkungan sekitarnya.
12. Sistem Keamanan
Keamanan merupakan faktor paling penting dan kebutuhan manusai yang paling dasar. Selain pangan dan papan, maka selanjutnya adalah memeriksan tentang sistem keamanan di perumahan tersebut. Apakah perumahan dilengkapi dengan pos ronda, pos jaga penerima tamu, CCTV atau dengan sistem kemanan lainnya. Kita tidak menginginkan rumah bagus fasilitas kengkap, namun dari segi keamanan kurang memadai. Karena di kemudian hari akan membuat frustasi.
13. Kualitas Bangunan
Pada saat survey Anda meluangkan waktu untuk memeriksa kualitas bangunan, dari mulai pondasi, dinding, kusen, sampai atap rumah, apakah dibuat dengan menggunakan bahan bahan yang baik.
Kemudian perhatikan juga apakah cara cara pembuatannya cukup baik, sudut sudut menyiku, bagian yang lurus benar benar lurus, dinding tidak bergelombang. Perhatikan juga dari segi kekuatannya. Anda mungkin tidak ingin mengeluarkan uang lagi untuk perbaikan yang terlalu banyak di kemudian hari.
14. Opini dari Orang Lain
Mendapatkan opini dari orang lain dapat memberikan wawasan yang berharga dalam proses pemilihan perumahan. Anda dapat bertanya kepada teman, keluarga, atau profesional properti tentang pengalaman mereka dengan perumahan yang mungkin Anda minati. Mereka mungkin memiliki pandangan yang berbeda atau informasi tambahan yang dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik.
15. Pertimbangkan Garansi Kerusakan Rumah
Biasanya perumahan menawarkan garansi untuk jangka waktu 3 bulan. Memang tidak lama. Tapi jika dalam kurun waktu 3 bulan itu ada kerusakan pada rumah, pembeli bisa memanfaatkannya. Misalnya saja ada dinding retak, atap bocor, dan lain-lain. Jadi pastikan tips memilih perumahan yang satu ini Anda dapatkan, pilih perumahan yang punya garansi.
16. Pastikan Status Rumah
Pada umumnya perumahan menawarkan dua status rumah. Yang pertama adalah rumah huni yang sudah siap ditempati. Yang kedua adalah rumah inden yang harus dibangun terlebih dahulu.
Jadi pembeli hanya memilih lokasi yang tersedia di site plan. Rumah inden membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa ditempati. Jadi, pastikan terlebih dahulu status rumahnya dan kebutuhan kita akan hunian.
17. Cek Posisi Rumah dari Sisi Mata Angin
Karena lahan semakin sempit, perumahan modern terkadang berdiri di lahan yang kecil. Bahkan ada perumahan yang hanya terdiri dari 1 deret saja. Terkadang posisinya tertutup dari sinar matahari.
Bagi beberapa orang ini bisa menjadi masalah. Karena rumah yang mendapat sinar matahari cukup dianggap lebih baik. Namun bagi sebagian yang lain, hal ini tidak menjadi masalah. Jadi pilih arah rumah yang sesuai kebutuhan masing-masing.
18. Hindari Posisi Tusuk Sate
Posisi tusuk sate sendiri adalah rumah yang berada tepat di ujung pertigaan, sehingga jika dibayangkan akan membuat pola seperti huruf “T”.
Posisi rumah yang berada persis di hadapan jalan membuatnya rawan terjadi kecelakaan. Hal itulah yang menjadi alasan utama rumah dengan posisi tusuk sate patut Anda hindari.
19. Perumahan Ramah Lingkungan
Pertimbangkan untuk memilih perumahan yang ramah lingkungan, sistem aliran air hujan cukup baik, ada resapan, lingkungan hijau tidak gersang, kualitas tanah cukup baik jika ditanami, dan lainnya.
Demikian juga kontur tanah dan posisi. Jika bekas pesawahan, perhatikan urugannya. Jika berupa bukit, perhatikan dari risiko longsor. Jika berdekatan dengan sungai, perhatikan risiko banjir, dan lainnya.
20. Sistem Pembayarannya
Pada umumnya, ada 3 sistem pembayaran rumah, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah, tunai (hard cash), dan tunai bertahap. Pilihan tentunya yang paling sesuai dengan kemampuan dan tidak mengganggu kehidupan keluarga, atau opsi lain adalah dengan bantuan (menghubungi) pihak Bank Syariah untuk bantuan pembiayaan.
21. Pastikan Surat-surat Rumah Lengkap dan Terjamin
Satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah kelengkapan surat-surat atau legalitas rumah seperti sertifikat baik sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atau sertifikat SHM (sertifikat Hak Milik) yang sama-sama menjamin rumah yang dibeli, Akte Jual Beli, IMB, PBB, dan lainnya.
Pastikan surat-surat tersebut ada dan bisa diperlihatkan ke Anda. Pastikan semua lengkap agar tidak tertipu dan dipermainkan oleh developer. Ini yang sering terjadi dan menjadi permainan para pengembang nakal, bahkan mungkin penipuan. (put/dari berbagai sumber)













Discussion about this post