Avesiar – Jakarta
Calon presiden Amerika Serikat yang berasal dari Partai Hijau Jill Stein, salah satu kandidat selain Kamala Harris dan Donald Trump, dikutip dari TRT World, Jum’at (25/10/2024), disebut oleh penggemarnya sebagai pejuang sejati, yang mewujudkan semangat Amerika untuk tidak pernah menyerah meskipun peluang tidak berpihak padanya.
Stein yang berusia 74 tahun mendapat kepercayaan dengan catatan pernah menjadi kandidat presiden dari Partai Hijau (Green Party) pada tahun 2012, 2016 dan 2020, menantang lawan yang kuat dan memiliki banyak dana dari dua partai terbesar di AS.
Pemilihan presiden (pilpres) 2024 ini ternyata memberinya kesempatan unik untuk membuat jejak yang tak terhapuskan pada politik Amerika saat dia naik ke tangga popularitas menjelang pemilihan 5 November, terutama di antara para pemilih Muslim di negara-negara bagian yang menjadi penentu.
Capres wanita yang berprofesi sebagai seorang dokter itu secara terbuka pro-Palestina dan sangat kritis terhadap perang Israel di Gaza.
Dikutip dari TRT World, Council on American-Islamic Relations (CAIR) melalui jajak pendapat terbarunya menunjukkan Stein tertinggal tipis dari calon Demokrat Kamala Harris, dengan ketidakpuasan yang semakin meningkat terhadap sistem dua partai di kalangan Muslim Amerika.
Dilakukan antara bulan Mei dan Agustus, jajak pendapat CAIR menunjukkan Harris unggul dengan 29,4 persen, diikuti oleh Stein dengan 29,1 persen, dan Donald Trump dengan 11,2 persen. Dengan dua minggu tersisa hingga pemilihan, pemungutan suara awal telah dimulai di seluruh AS.
Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi perang yang dilakukan Israel di Gaza, di mana Jajak pendapat menyoroti sebagian besar pemilih Muslim yang belum menentukan pilihan, karena banyak di antaranya yang kecewa dengan kedua partai besar.
Hasil jajak pendapat CAIR, yang mensurvei lebih dari 2.850 pemilih Muslim sebelum penarikan Biden dan 1.000 setelahnya, mencerminkan meningkatnya rasa frustrasi dengan dukungan AS untuk perang Israel di Gaza.
“Survei terbaru kami mengungkapkan bahwa pemilih Muslim Amerika sangat terlibat dalam pemilihan presiden mendatang…dan sangat tidak puas dengan keadaan negara saat ini, khususnya dukungan AS untuk perang di Gaza. Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan jumlah Muslim Amerika yang luar biasa tinggi yang berencana untuk memilih kandidat pihak ketiga,” kata CAIR dalam sebuah pernyataan setelah rilis jajak pendapat.
Beralihnya dukungan 2,5 juta Muslim akan memilih
CAIR melaporkan pada bulan Februari bahwa lebih dari 2,5 juta pemilih Muslim terdaftar kini beralih ke kandidat pihak ketiga seperti Stein.
Beberapa pemilih Muslim yang diwawancarai oleh TRT World mengonfirmasi bahwa keputusan mereka sangat dipengaruhi oleh dukungan AS yang tak tergoyahkan terhadap Israel, baik secara politik maupun ekonomi.
Sentimen yang berkembang ini berkontribusi pada lonjakan dukungan yang signifikan terhadap kandidat pihak ketiga. (ard)













Discussion about this post