Avesiar – Jakarta
Rasulullah Shalalllahu Alaihi Wasallam mengajarkan umatnya untuk membaca doa yang dapat diamalkan agar terlindungi dari keburukan seperti sihir dan sejenisnya. Adapun surat tersebut disebut dengan Surat Muawwidzatain atau Surah Perlindungan, dua surah berupa surah al-Falaq dan an-Nas ini turun setelah Nabi Shalalllahu Alaihi Wasallam terkena sihir.
Dua surat ini menjadi obat sihir yang menimpa Nabi Shalalllahu Alaihi Wasallam. Perlindungan yang dimaksud di antaranya dari gangguan setan, tukang sihir, dan marabahaya lainnya. Bahkan, Nabi Muhammad Shalalllahu Alaihi Wasallam juga pernah menjadi korban tenung (sihir, red) dan luruh karena dibacakan surat ini
Di dalam Tafsir Al-Qur’anul Karim, Ibnu Katsir menjelaskan dengan mengutip sebuah hadis riwayat Imam Malik. Bahwa Aisyah berkata, ketika Rasulullah Shalalllahu Alaihi Wasallam jatuh sakit, maka Rasulullah akan membaca surat Al-Mu’awwidzatain untuk dirinya sendiri dan meniupkannya sebagai obat, termasuk untuk sihir. Namun, ketika rasa sakitnya semakin parah, maka Aisyah akan membacakan surat Al-Mu’awwidzatain dan mengusapkan ke kedua tangan Rasulullah untuk mendapat berkah.
Meskipun sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan obat penghalau sihir, namun ayat ini bukan hanya sebatas itu, tetapi berlaku untuk memohon perlindungan dari semua kejahatan. Termasuk di dalamnya kejahatan yang dilakukan oleh diri sendiri, dan kejahatan dari orang lain, seperti sifat iri dan dengki, serta kejahatan pada waktu malam, seperti sihir dsb. Sebagaimana apa yang telah dijelaskan oleh Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbahketika menafsirkan surat Al-Falaq.
Riwayat Turunnya Surah Al Falaq dan An Nas
Dikutip dari NU Online, dikisahkan, suatu ketika Nabi Muhammad Shalalllahu Alaihi Wasallam sakit demam dan membayangkan telah melakukan sesuatu (berhalusinasi mendatangi istrinya satu per satu). Namun ternyata beliau tidak melakukannya.
Kepada Sayyidah Aisyah, Nabi Muhammad Shalalllahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa Allah telah memberikan jawaban atas pertanyaan yang pernah beliau ajukan. Jawaban tersebut disampaikan oleh dua malaikat.
“Aku kedatangan dua laki-laki, salah seorang duduk di sisi kepalaku, seorang lainnya duduk di sisi kakiku,” kata Nabi Muhammad Shalalllahu Alaihi Wasallam kepada Aisyah RA.
Salah satu malaikat yang berwujud laki-laki tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tengah terkena sihir. Dia juga memberitahu bahwa Labid bin Al-Asham adalah pelakunya. Kata malaikat tersebut, Labid menyihir dengan menggunakan sisir dan rambut Nabi Muhammad serta kulit mayang kurma jantan. Sihir Labid ditempatkan di bawah batu di dalam sumur Dzarwan.
Keesokan harinya, Nabi Muhammad memerintahkan Ammar bin Yasir dan beberapa sahabatnya untuk mendatangi sumur Dzarwan. Mereka mendapati bahwa air dalam sumur Dzarwan berwarna merah kecokelatan seperti air perasaan daun pacar sementara kepala mayangnya seperti kepala setan.
Satu riwayat menyebutkan bahwa gulungan sihir tersebut dibiarkan di dalam sumur. Nabi Muhammad tidak meminta untuk mengangkatnya karena Allah telah menyembuhkannya. Beliau juga tidak suka menyebar keburukan kepada orang banyak. Nabi kemudian meminta agar sumur Dzarwan ditutup.
Sementara di riwayat lain menyebutkan bahwa gulungan sihir tersebut diangkat dari dalam sumur. Setelah dibakar, buhul tersebut memperlihatkan tali dengan 11 simpul yang susah untuk dibuka.
Pada saat itulah, turun wahyu Surat Al-Falaq dan An-Nas (muawwidzatain) kepada Nabi Muhammad. Setiap Nabi Muhammad membaca dua surat itu, maka terbukalah satu simpul tali itu dan demikian seterusnya hingga sebelas kali.
Sejak saat itu, sebelum tidur, Nabi Muhammad selalu membaca muawidzatain (Al-Falaq dan An-Nas)–ada yang menyebut Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas–sebelum beliau tidur. Tidak lain, ini adalah untuk melindungi dirinya dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti sihir.
Quraish Shihab dalam buku Al-Qur’an dan Maknanya menafsirkan bahwa surah al muawwidzatain memiliki arti dua surah yang menuntun pembaca ke tempat perlindungan atau surah yang memasukkan pembacanya ke dalam arena yang dilindungi.
Sabda Rasulullah Shalalllahu Alaihi Wasallam dalam hadits mengenai Surah Al Falaq dan An Naas:
“Dari Uqbah bin ‘Amin ra,. Dia berkata, “Rasulullah SAW. Telah bersabda, “Tidakkah kamu tahu ada beberapa ayat Al-Qur’an yang diturunkan malam ini yang tidak ada tandingannya, yaitu surah al Falaq dan surah an Naas.” (HR Muslim 2/200)
“Bacalah ‘Qul huwallaahu ahad’ (Al-Ikhlaash ) dan Al-Mu’awwidzatain (An-Naas dan Al-Falaq ) di sore hari dan pagi hari sebanyak 3 kali, niscaya engkau akan terjaga dari segala sesuatu (keburukan).” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nasa’i dari ‘Abdullah bin Khubaib)
Beliau Rasulullah Shalalllahu Alaihi Wasallam bersabda, ‘Bacalah surat Al Ikhlas dan Mu’awwidzatain ketika sore hari dan pagi hari sebanyak tiga kali, hal itu akan mencukupimu dari segala sesuatu.” (HR Tirmidzi dan Nasa’i).
Semoga dapat diamalkan dan menjadi manfaat bagi diri, keluarga, dan orang lain. Wallahua’lam. (put/dari berbagai sumber)













Discussion about this post