• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Jika Terpaksa Harus Menjalani Antrean Berjam-jam di Layanan Publik, Apa yang Akan Kamu Lakukan?

by Ave Rosa
16 Mei 2025 | 23:57 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
Jika Terpaksa Harus Menjalani Antrean Berjam-jam di Layanan Publik, Apa yang Akan Kamu Lakukan?

Ilustrasi. Foto: ist & Avesiar.com. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Dalam hidup, tidak semua hal berjalan cepat seperti scroll sosmed. Kadang, kita harus berhadapan dengan hal-hal yang berjalan lambat,  dan mungkin menjadi sangat lambat seperti antrean di layanan publik.

Entah itu untuk mengurus kartu identitas, kesehatan, atau dokumen lainnya, antrean panjang sering kali jadi ujian nyata bagi kesabaran. Bagi remaja yang terbiasa dengan segalanya serba instan dan cepat, situasi ini bisa jadi momok yang membosankan.

Antrean yang panjang mungkin tidak bisa kita hindari. Namun yang bisa kita pilih adalah bagaimana cara kita meresponsnya. Apakah kita akan ikut larut dalam kesal dan bosan, atau justru bisa memanfaatkannya sebagai momen untuk melatih kesabaran, meningkatkan produktivitas, atau bahkan sekadar merenung dan muhasabah?

Remaja yang cerdas dan bijak tahu bahwa waktu adalah nikmat yang tidak boleh disia-siakan, bahkan saat terjebak dalam antrean yang membosankan sekalipun.

Namun, justru dari hal-hal kecil seperti ini, karakter kita bisa terbentuk. Saat harus menunggu selama berjam-jam, tanpa hiburan yang menyenangkan, kita belajar mengenali diri sendiri. Apakah kita mudah marah? Apakah kita tahu cara mengatur waktu?

Apakah kita bisa memanfaatkan waktu luang secara bijak?

Yuk kita simak cerita menarik dari para sahabat remaja KAMU KUAT! Avesiar.com!

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Raisya Putri Fajar Kurniawan, siswi kelas 7, SMP Negeri 5 Depok

Raisya Putri Fajar Kurniawan, siswi kelas 7, SMP Negeri 5, Depok. Foto: istimewa

Raisya mengaku pernah beberapa kali merasa jengkel saat harus mengantri lama di tempat umum. Tapi ia punya cara sendiri untuk mengatasinya. “Biasanya saya main game di HP atau nonton YouTube biar nggak terasa sedang mengantri,” ujar Raisya.

Kegiatan sederhana seperti itu memang bisa membantu kita tetap tenang. Apalagi di tengah antrean yang mengular, di mana sering kali terlihat orang-orang tidak sabaran. “Pernah, banyak orang yang tidak sopan, ingin cepat-cepat, dan merasa cuma dia yang sedang terburu-buru. Padahal, semua orang punya kepentingan masing-masing,” tambahnya.

Menurut Raisya, sikap saat mengantri mencerminkan karakter seseorang. Orang yang sabar, disiplin, dan tahu aturan akan rela menunggu dengan tenang tanpa menyela atau marah-marah. “Kesabaran saat mengantri itu karakter juga. Saya sendiri berusaha bersabar dan menunggu sesuai antrean,” tegasnya.

Raisya juga punya ide menarik agar waktu menunggu tidak sia-sia. Jika sedang ada tugas sekolah, ia memilih mengerjakannya sambil duduk di antrean. Tapi jika tidak ada, ia tetap menghibur diri lewat HP, asal tidak mengganggu orang lain.

Lalu, kenapa sih antrean di tempat umum bisa sangat panjang? Menurut Raisya, jawabannya sederhana: semua orang punya kepentingan yang sama dan datang di waktu yang bersamaan. Makanya, kita perlu saling memahami dan bersikap dewasa dalam menunggu giliran.

Zanneta Vania Wiguna, siswi kelas 10, SMA Rimba Madya

Zanneta Vania Wiguna, siswi kelas 10, SMA Rimba Madya. Foto: istimewa

Bagi sebagian orang, mengantri bisa jadi hal yang menyebalkan membuang waktu, bikin pegal, dan memancing emosi. Tapi tidak demikian bagi Zanneta Vania Wiguna, siswi kelas X-3 SMA Rimba Madya. Baginya, antrean bukan musibah, tapi bagian dari proses yang justru bisa dinikmati.

“Saya tidak merasa jengkel sama sekali. Mengantri adalah bagian dari proses ketika kita menginginkan sesuatu. Justru mengantri itu menyenangkan,” ujarnya penuh semangat.

Zanneta punya cara sendiri untuk membuat waktu antrean jadi lebih menyenangkan. Ia tak melulu terpaku pada layar HP. Memanfaatkan waktu dengan bermain game, berbincang santai dengan teman, atau sekadar duduk santai adalah caranya menjaga suasana hati tetap tenang.

“Kalau antre, saya biasanya bermain game, ngobrol kalau ada teman, atau duduk sejenak menikmati waktu,” ungkapnya.

Menariknya, ia juga percaya bahwa momen seperti ini bisa jadi cermin kepribadian seseorang. “Tentu saja, dari mengantri saja kita bisa melihat sifat seseorang. Walau pegal, setelah antrean selesai dan kita dapat apa yang kita inginkan, rasanya senang sekali,” tambah Zanneta.

Zanneta pun menyadari pentingnya menjadikan waktu tunggu sebagai peluang berharga. Ia tidak ingin terlalu banyak bermain HP. Sebaliknya, ia lebih memilih hal-hal yang membuat hati tenang dan otak tetap kreatif. “Saya lebih suka ngobrol dengan teman. Dan karena saya suka melukis, saya akan bawa kanvas, cat, dan kuas. Jadi waktu menunggu bisa saya isi dengan hal yang saya sukai,” katanya antusias.

Emery Hafidz Akbar, siswa kelas 9, SMP Negeri 8, Tangerang Selatan

Emery Hafidz Akbar, siswa kelas 9, SMP Negeri 8, Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Emery punya pandangan yang lebih fleksibel soal menunggu giliran di tempat umum. “Kalau saya, kadang-kadang merasa jengkel. Tergantung situasi juga. Misalnya kalau memang sedang jengkel dari awal, ya pasti lebih gampang kesal pas nunggu,” jelas Emery dengan jujur.

Bagi Emery, kondisi hati dan situasi sekitar sangat memengaruhi cara dia merespons antrean. Tapi saat suasana mendukung, menunggu bukanlah masalah besar. “Biasanya saya main Instagram buat isi waktu,” katanya santai. “Dan saya jarang sih lihat orang marah-marah pas antre.”

Yang menarik, Emery punya sudut pandang berbeda soal kaitan antara kesabaran dan karakter. Kalau banyak orang menganggap sikap sabar saat antre mencerminkan kepribadian, Emery punya pandangan lain. “Menurutku kesabaran saat antre belum tentu mencerminkan karakter seseorang. Semua orang punya limit sabarnya masing-masing,” ucapnya.

Lalu bagaimana caranya membuat waktu antrean lebih bermanfaat? Emery memilih aktivitas yang tetap menyenangkan, tapi juga menambah wawasan. “Saya biasanya nonton dokumenter atau hal lain yang bermanfaat. Kalau bisa bawa barang, saya akan bawa laptop biar bisa tetap produktif,” ungkapnya.

Lewat perspektif para siswa di atas, kita bisa belajar bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam menghadapi antrean. Tidak semua orang harus terlihat sabar untuk dianggap dewasa. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola waktu dan suasana hati saat menunggu.

Karena pada akhirnya, dalam hidup ini, akan selalu ada waktu menunggu. Dan saat kita tahu cara menyikapinya dengan bijak entah itu lewat hiburan, belajar, atau sekadar duduk tenang maka menunggu pun bukan lagi beban, melainkan bagian dari proses menjadi lebih matang. (Resty)

Tags: AntreAntre YukAntrean MengularAntrean PanjangBudaya AntreCara AntreMengantreSabar Mengantre
ShareTweetSendShare
Previous Post

Polemik dan Dugaan Soal Tuntutan Kepada Boeing atas Kecelakaan 737 Max, Termasuk Peristiwa Lion Air 610

Next Post

Museum Ini Diam-diam Menyelenggarakan Hari Kemerdekaan Israel yang Menjajah Palestina Sejak Nakba 1948

Mungkin Anda Juga Suka :

Coba 8 Pilihan Ini Ketika Kamu Belum Lulus Seleksi Masuk PTN

Coba 8 Pilihan Ini Ketika Kamu Belum Lulus Seleksi Masuk PTN

8 Juli 2026

...

Penuhi Komitmen, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Platform Sosmed

Penuhi Komitmen, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Platform Sosmed

26 Juni 2026

...

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Museum Ini Diam-diam Menyelenggarakan Hari Kemerdekaan Israel yang Menjajah Palestina Sejak Nakba 1948

Museum Ini Diam-diam Menyelenggarakan Hari Kemerdekaan Israel yang Menjajah Palestina Sejak Nakba 1948

Mengenal Perilaku Kekanakan atau Sindrom Peter Pan pada Orang Dewasa

Mengenal Perilaku Kekanakan atau Sindrom Peter Pan pada Orang Dewasa

Discussion about this post

TERKINI

Indonesian Education Digitalization Accelerated, President Prabowo Reaffirms Government Commitment

21 Juli 2026

Digitalisasi Pendidikan Indonesia Dipercepat, Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Komitmen Pemerintah

21 Juli 2026

Kemenangan Spanyol di Piala Dunia Dirayakan Warga Gaza Palestina di Antara Reruntuhan dan Genosida

20 Juli 2026

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

19 Juli 2026

Gelombang Panas Menggila, Tunisia Padamkan Listrik Bergilir untuk Hindari Pemadaman Total

19 Juli 2026

Merana Akibat Eskalasi, 6 Negara Arab Kena Hujan Rudal Iran Akibat Jadi Pangkalan Militer AS

18 Juli 2026

Posisi Duduk Memengaruhi Kesehatan, Menurut Ahli Fisioterapi

17 Juli 2026

Penetapan 1 Safar 1448 H Sesuai Rukyatul Hilal Lembaga Falakiyah PBNU

16 Juli 2026

Cinta Ramadhan Baren Mahasiswa TAU, Kecil-kecil Cabe Rawit Juara Taekwondo Nasional & Internasional

15 Juli 2026

“Berintegritasnya” Sagoro Dharmawan, Pengusaha & Ketua Yayasan Undira Memimpin Berbasis Hati & IT

15 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video