Avesiar – Jakarta
Satu Oktober di Hari Kopi Sedunia. Pagi itu kami membuka hari dengan mengucapkan “Bismillahi Rohmaanirrohiim”, memberanikan memulai aktivitas baru. Mencoba peruntungan membuat kedai kopi kecil di rumah keluarga istri di Purwakarta. Rumah tempat istri tumbuh dewasa sekaligus berlangsungnya akad nikah kami.
Purwakarta tempat yang menyenangkan rupanya, karakternya berbeda dengan dua kota yang pernah saya tinggali, Bandung dan Jakarta. Mulai menikmati suasana baru, mencari teman baru.

Setelah pensiun, saya memilih tinggal di sini dan memutuskan untuk mencoba kegiatan lain. Pilihannya menjadi barista secara otodidak dan mengubah garasi menjadi kedai kopi. Tidak mudah mengeluarkan keberanian untuk memulai usaha ini setelah tiga puluh tahun bekerja sebagai wartawan foto. Belum sempurna, tapi tetap harus dimulai sebagai bagian dari pembelajaran.

Kami memberi nama Kopi Parcom. Parcom nama daerah yang saya tinggali. Bukan Kedai kopi besar, tapi kedai kopi yang diharapkan jadi tempat berkumpulnya komunitas sepeda dan fotografi. Dua hal yang sampai sekarang saya masih lakukan.

Pesepeda dari mana pun yang akan mencoba trek di Purwakarta akan saya antar. Untuk yang hobi fotografi, banyak buku yang bisa dibaca sekaligus berdiskusi. Untuk yang musik di era keemasan tahun 60-70-80an, silahkan memilih dan memutar kepingan diska yang tersedia.

Dalam usaha kecil-kecilan berdua ini, saya menjadi peracik minuman, istri memasak makanan dan camilan. Semoga bernilai ibadah. (Rully Kesuma)













Discussion about this post