• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Tren Ngopi Remaja di Café dan Warung Kopi, Gaul atau Fomo?

by Ave Rosa
2 Januari 2025 | 23:12 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 6 mins read
A A
Tren Ngopi Remaja di Café dan Warung Kopi, Gaul atau Fomo?

Tren Ngopi Remaja di Café dan Warung Kopi, Gaul atau Fomo? Kolase Foto: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Kopi kini juga lekat dengan aktivitas gaul atau nongkrong remaja dan anak muda. Hal ini berkaitan dengan terus menjamurnya kedai kopi di pinggir jalan atau kawasan perkotaan. Nongkrong di coffee shop atau warung kopi tidak hanya soal menikmati kopi, tapi juga menjadi tempat untuk bersosialisasi.

Kebiasaan ini punya dampak tersendiri bagi para remaja dan anak muda. Dampak positif dari kebiasaan ini, salah satunya seperti menghangatkan pergaulan atau sekadar melepas penat. Namun, dampak negatifnya juga ada. Lupa waktu dan bisa menggerus kantong jika terlalu sering, itu beberapa dampak negatifnya.

Untuk lebih tahu tentang seperti apa pengaruh ngopi atau nongkrong minum kopi bagi remaja dan anak muda, sahabat kanal remaja KAMU KUAT! bisa menyimak curhatan mereka, juga ada komentar pemilik coffee shop berikut ini.

Caesar Aldebarian Falah, mahasiwa semester 5, Universitas Pamulang

Caesar Aldebarian Falah, mahasiwa semester 5, Universitas Pamulang. Foto: istimewa

“Sejak SMA, saya mulai suka dengan kopi. Ketertarikan bermula ketika seorang teman mengajak saya mencoba minum kopi di salah satu kedai lokal yang terkenal. Sejak saat itu, kopi menjadi bagian dari kehidupan saya, terutama saat menghadapi tugas-tugas sekolah yang menumpuk,” kenang Caesar.

Kopi favorit yang ia suka adalah cafe latte. Kombinasi rasa pahit dari espresso yang dipadu dengan creamynya susu, kata dia, menghasilkan cita rasa yang menjadi favoritnya. Minuman ini tidak hanya memberi Caesar energi, tetapi juga membantunya fokus ketika belajar atau mengerjakan tugas. Begitu juga ketika stres, secangkir kopi sering kali menjadi pelarian terbaik untuk menenangkan pikiran.

“Selain rasa dari kopi itu sendiri, saya juga menikmati suasana kedai kopi. Suasana yang berbeda dari rumah membuat aktivitas menikmati kopi semakin asyik. Di sana, saya bisa belajar, atau sekadar menikmati waktu sendiri dengan nyaman. Selain itu, nongkrong bersama teman-teman sambil berbincang santai di kedai kopi adalah salah satu cara terbaik untuk melepaskan penat,” bebernya.

Bacaan Terkait :

Kopi Parcom di Purwakarta, Warkop Racikan Pensiunan Fotografer Senior Tempo Rully Kesuma

Load More

Namun, ada kalanya ia merasa terlalu bergantung pada kopi. Untuk mengatasi hal ini, Caesar belajar mengontrol kebiasaannya itu. Salah satu cara yang ia lakukan adalah memastikan minum air putih setiap kali merasa haus. Dengan begitu, ia berhasil menjaga keseimbangan antara menikmati kopi dan menjaga kesehatan.

Rahmanillah Ananda Maharani, mahasiswi semester 5, Universitas Borneo Lestari, Kalsel

Rahmanillah Ananda Maharani, mahasiswi semester 5, Universitas Borneo Lestari, Kalsel. Foto: istimewa

“Awalnya, saya suka kopi sekadarnya saja. Namun, sejak masuk kuliah, saya mulai menemukan jenis kopi yang benar-benar pas di lidah, seperti cafe latte. Walau begitu, saya minum kopi tergantung suasana hati. Kalau lagi lelah tapi masih ada tugas yang harus diselesaikan, minum kopi sering kali jadi penambah semangat. Saya pribadi tidak terlalu sering nongkrong di coffee shop. Lebih sering bikin kopi sendiri di rumah karena terasa lebih hemat dan sesuai selera,” papar Rahmanillah kepada wartawan KAMU KUAT!.

Menurutnya, jelas lebih hemat jika membuat kopi sendiri di rumah. Selain bisa mengontrol rasa dan bahan, kita juga lebih fleksibel menentukan waktu untuk menikmatinya. Namun, sesekali ia membeli kopi di luar. Apalagi sambil nongkrong dengan teman, tetap bisa jadi pengalaman menyenangkan. Selain itu, ia percaya, kopi lebih baik dianggap sebagai bagian dari gaya hidup, bukan kebutuhan. Jika terlalu bergantung pada kopi, ada risiko kecanduan atau konsumsi berlebihan yang bisa mengganggu kesehatan.

Saeful Ahmad Akbar,  mahasiswa semester 4 Universitas Kesatuan, Bogor

Saeful Ahmad Akbar,  mahasiswa semester 4 Universitas Kesatuan, Bogor. Foto: istimewa

Mahasiswa satu ini mengaku menyukai kopi karena aromanya yang khas dan rasanya yang bisa bikin tenang atau semangat. Namun, kata Saeful, tergantung kapan tepatnya waktu kopi diminum. Ia mengakuu menjadikan kopi hitam sebagai kopi favorit dan membuatnya tidak mengantuk. Namun, lanjutnya, jika sedang santai, kopi susu jadi pilihan yang enak.

“Tempat nongkrong favorit ngopi di warkop itu asik buat suasana. Apalagi kalau pengen sambil nongkrong bareng temen-temen. Tapi kalau lagi pengen hemat atau santai di rumah bareng temen juga tetep asik. Sambil ngopi, aku suka sambil main game. Rasanya kopi itu jadi pelengkap buat apa pun. Kopi selalu bantu bikin aku fokus dan lebih semangat, terutama pas kerja atau belajar. Tapi aku juga batesin, soalnya kalau kebanyakan malah jadi susah tidur,” ungkapnya.

Hadi Akbar, Owner Kuminumi Coffee

Hadi Akbar, Owner Kuminumi Coffee. Foto: istimewa

Keunikan tren kopi saat ini adalah adanya berbagai jenis tempat usaha yang menawarkan pengalaman berbeda. Misalnya, warkop sederhana yang menggunakan kopi sachet, tetapi menyediakan tempat nyaman, live music, hingga fasilitas foto yang menarik. Untuk remaja, sering kali tempat usaha menjadi daya tarik utama. Lokasi yang estetik lebih diprioritaskan dibandingkan cita rasa kopi itu sendiri, karena tujuan utamanya adalah nongkrong dan bersosialisasi bersama teman.

Di sisi lain, ada juga kedai kopi yang mengutamakan kualitas biji kopi dan peralatan, seperti menggunakan biji kopi Arabika. Arabika lebih digemari karena kafeinnya rendah dan rasanya lebih halus, sehingga cocok dinikmati oleh berbagai kalangan. Sebaliknya, kopi robusta cenderung lebih pahit dengan kadar kafein yang lebih tinggi, sehingga lebih disukai oleh mereka yang mencari rasa kopi yang kuat. Selain itu, pelaku usaha perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kualitas rasa, desain tempat, dan strategi pemasaran untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Sebagai penikmat kopi, penting untuk menikmati tren ini dengan bijak. Selain memikirkan gaya hidup dan sosial, jangan lupa memperhatikan kesehatan agar kopi tetap menjadi teman yang menyenangkan tanpa dampak buruk di kemudian hari.

Dimas, Store Supervisor Tomoro coffee

Dimas, Store Supervisor Tomoro coffee. Foto: istimewa

Salah satu faktor yang mendorong popularitas kopi adalah menjamurnya coffee shop. Hampir di setiap sudut kota, kita bisa menemukan kedai kopi, baik yang berkonsep mewah maupun yang sederhana seperti gerobak kopi ala merek-merek terkenal. Bahkan, banyak coffee shop yang didesain dengan konsep menarik dan estetik, sehingga memudahkan orang-orang untuk menemukan tempat sesuai kebutuhan mereka, baik untuk bekerja, belajar, atau sekadar bersantai.

Banyak orang awalnya hanya mencoba kopi karena merasa Fomo (fear of missing out). Mereka ingin tahu sensasi nongkrong di coffee shop baru yang sedang viral. Namun, tak jarang kebiasaan ini berlanjut hingga akhirnya menjadi rutinitas. Ada yang bahkan mengonsumsi kopi lebih dari sekali dalam sehari.

Setiap orang punya alasan dan cara berbeda menikmati kopi, Ada yang menjadikan kopi sebagai teman setia saat mengerjakan tugas, Ada pula yang sekadar mampir, menyeruput satu gelas, lalu pulang, Sebagian memanfaatkan coffee shop sebagai tempat bekerja dengan suasana baru, ada ada juga yang menjadikan kopi sebagai teman ngobrol seru sambil bergosip.

Cara mempromosikan dan memperkenalkan dan mempertahankan  store biasanya dengan berbagai cara. Seperti mengadakan promo menarik, seperti buy one get one atau diskon khusus di jam tertentu, Join event atau bazaar, untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang. Person to person marketing, di mana pelanggan yang puas akan merekomendasikan kopi tersebut kepada teman-temannya. Endorsement, terutama melalui influencer atau content creator. Flyering, membagikan brosur atau voucher diskon untuk menarik pelanggan baru. Strategi CAC (customer acquisition cost), meskipun ini cukup berisiko, tetap bisa mendatangkan pelanggan baru jika dijalankan dengan baik.

So, apa kamu juga suka ngopi? Kopi apa yang kamu suka dan seperti apa pengalamanmu, tulis dong di kolom komentar! (Resty)

Tags: Budaya NgopiKopi DaratKopi GaulKopi PagiKopi SilaturrahmiNgopiNongkrong NgopiTren Ngopi RemajaTukang NgopiWarung Kopi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Cek Kalender Islam Berdasarkan Kemungkinan Rukyat Global, Ramadhan 1 Maret 2025?

Next Post

Buaya Bintang Film Tahun 80an “Crocodile Dundee” Mati di Usia 90

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Buaya Bintang Film Tahun 80an “Crocodile Dundee” Mati di Usia 90

Buaya Bintang Film Tahun 80an “Crocodile Dundee” Mati di Usia 90

Cara Belajar Matematika Agar Menyenangkan

Cara Belajar Matematika Agar Menyenangkan

Discussion about this post

TERKINI

Iran Memaksa AS Akui Sistem Pertahanannya yang Murah dan Efektif

19 April 2026

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

18 April 2026

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

17 April 2026

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video