• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Bagaimana Kamu Menyikapi Lulus atau Tidaknya Dirimu dalam Seleksi UTBK Sebagai Ikhtiar Masuk PTN?

by Ave Rosa
2 Juni 2025 | 23:59 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 7 mins read
A A
Bagaimana Kamu Menyikapi Lulus atau Tidaknya Dirimu dalam Seleksi UTBK Sebagai Ikhtiar Masuk PTN?

Ilustrasi. Foto: istimewa. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) untuk bisa masuk ke perguruan tinggi negeri adalah perjuangan para lulusan SMA sederajat yang menyimpan sejuta cerita. Bagi lulusan kelas 12, UTBK bukan sekadar ujian melainkan sebuah gerbang besar yang menentukan apakah mereka bisa melangkah ke kampus negeri impian atau harus mencari jalan lain.

Selama berbulan-bulan, mereka rela menghabiskan waktu demi memahami soal dan menahan lelah hanya untuk satu tujuan, lolos tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Namun, kenyataannya tidak semua perjuangan itu berakhir manis.

Ada yang berhasil, ada juga yang harus menelan kecewa. Tapi, apakah hasil UTBK benar-benar menentukan masa depan kita sepenuhnya? Tenang, beberapa jalur masuk perguruan tinggi negeri melalui tes tertentu juga masih bisa kamu ikuti. Coba saja cari informasinya.

Dan, lewat artikel ini kita akan menyelami kisah nyata dari teman-teman sesama pejuang UTBK, baik yang lulus maupun belum. Karena sejatinya, bukan hasil yang paling penting, melainkan bagaimana cara kita menyikapi dan melanjutkan langkah setelahnya. Yuk simak cerita menarik para pejuang UTBK

Bunga, siswi SMA Boash

Bunga, siswi SMA Boash. Foto: istimewa

Tidak semua perjalanan masuk perguruan tinggi berakhir di pengumuman kelulusan UTBK. Bagi yang tidak lolos, bukan berarti berakhir pula semangat dan harapan. Kisah ini datang dari Bunga, siswi SMA Boash yang memilih untuk tidak meratapi kegagalan, tapi mengolahnya menjadi ruang tumbuh dan titik balik.

Ketika persiapan UTBK Bunga belajar tanpa banyak drama atau teknik rumit. “Belajar mandiri menggunakan bantuan buku serta tryout gratis di sosial media,” ujarnya. Tidak ada trik khusus. “Kurang lebihnya seperti belajar pada umumnya tapi dalam porsi yang lebih serius,” tambahnya.

Bacaan Terkait :

Wisuda 621 Orang, CEO Smart Fast Pesan Agar Lulusan Berperan Maksimal di Masyarakat

Load More

Namun tantangan tetap datang, terutama dalam hal membagi waktu. “Tantangan terberat yaitu membagi waktu antara sekolah sekaligus belajar UTBK, karena satu hari sebelum ujian pun saya masih melaksanakan ujian praktik,” ungkapnya.

Ini realita banyak siswa yang harus membagi energi untuk dua ujian penting sekaligus. Saat SNBP tak berpihak padanya, Bunga sudah menyiapkan hati. “Semenjak ditolak SNBP saya lebih legowo apapun hasilnya,” tuturnya tenang.

Bukan berarti tidak berharap, tapi ia sudah mempersiapkan dua skenario, diterima atau tidak. “Saya bisa menerima bahwa memang bukan jalannya saya di UTBK tahun ini.”

Yang menarik, Bunga tak memilih berdiam diri setelah UTBK. “Saya sudah menyicil mengisi kegiatan agar saya memiliki kesibukan dan tidak terlalu stres menunggu hasil UTBK,” katanya.

Ia mendaftar sebagai volunteer di berbagai tempat dari event konser, panti asuhan, hingga sekolah sampah. “Saya menjadi relawan pengajar di salah satu panti asuhan. Kegiatan ini membuat saya lebih menerima hasil UTBK, bukan sebagai bahan bersyukur, tapi sebagai peringatan bagi saya agar tidak terlalu melihat ke atas dan memaksakan hal-hal yang belum menjadi takdir saya,” ucapnya

Yang paling mengesankan adalah saat ia diterima menjadi volunteer di sekolah sampah di hari yang sama dengan hari pengumuman UTBK. “Qadarullah saya lulus di hari yang sama dengan hari di mana saya ditolak, maka dari itu saya percaya bahwasanya Allah selalu memiliki jalan bagi hamba-Nya.”

Ketika ditanya tentang rencana ke depan, jawabannya mantap, ia akan mencoba lagi, baik lewat jalur yang sama atau mungkin jalan lain. “Mungkin bagi beberapa orang gap year masih terdengar tabu. Padahal gap year sendiri merupakan waktu di mana kita memberi waktu kepada diri kita sendiri untuk bernapas dengan lega, dan tidak berlari terburu-buru menuju takdir yang jelas sudah ada,” katanya.

Ia percaya bahwa dengan memberi waktu untuk jeda, seseorang bisa lebih siap menghadapi kehidupan yang akan datang. Sebuah sudut pandang yang dewasa dan inspiratif.

Tidak lolos UTBK bukan akhir, tapi awal dari perjalanan yang tak kalah bermakna. Dari kisah Bunga, kita belajar bahwa “gagal” bukan berarti “tidak berguna.” Justru bisa jadi jalan lain yang Tuhan siapkan agar kita lebih mengenal diri, lebih dekat dengan orang lain, dan lebih kuat menghadapi hidup.

Raka, siswa SMA Negeri 108 Jakarta

Raka, siswa SMA Negeri 108 Jakarta. Foto: istimewa

Seleksi UTBK bukan sekadar soal kemampuan akademis. Di balik lembar-lembar soal yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas, ada cerita perjuangan, strategi, bahkan pertarungan batin. Raka, siswa kelas 12 SMAN 108 Jakarta, adalah salah satu dari ribuan pejuang UTBK 2025 yang akhirnya berhasil lolos ke jurusan impiannya. Tapi tentu saja, jalan yang ia tempuh tak selalu mulus.

“Waktu itu aku lebih banyak belajar mandiri,” cerita Raka. Ia sempat mencoba bimbel online gratis, tapi cepat menyadari kalau metode itu kurang cocok untuknya. “Aku ternyata bukan tipe orang yang suka bimbel online, jadi lebih sering latihan soal sendiri dari TO-TO di aplikasi X/Twitter,” lanjutnya.

Ia punya trik tersendiri, latihan soal dengan timer agar terbiasa dengan tekanan waktu saat ujian. Selain itu, Raka menjaga ritme belajarnya agar tidak terlalu padat tapi tetap konsisten. “Kadang juga aku belajar bareng teman biar nggak bosen dan bisa saling tukar tips.”

Tantangan terbesar justru datang bukan dari soal-soal yang sulit, tapi dari rasa jenuh dan tekanan yang terus menumpuk. “Apalagi pas udah deket-deket UTBK, tekanan makin terasa. Kadang suka overthinking, takut gagal, dan ngerasa belum cukup siap,” bebernya.

Namun, Raka belajar untuk mengenali batas dirinya. Ia menyiasati stres dengan memberi ruang untuk istirahat. “Sebelum hari UTBK, aku sempetin buat lari sore buat ngejernihin pikiran,” ujarnya. Sebuah bentuk sederhana dari self-care yang ternyata cukup ampuh.

Tak banyak yang bisa menggambarkan perasaan saat hasil UTBK diumumkan, apalagi kalau kabarnya baik. “Alhamdulillah, aku lulus di jurusan yang aku pengenin dari awal,” kata Raka dengan wajah sumringah.

Ia bahkan harus membaca ulang pengumuman berkali-kali saking nggak percayanya. “Rasanya campur aduk sampai lega, senang, bersyukur banget. Semua usaha dan capeknya belajar jadi berasa banget terbayar,” ujarnya.

Bagi Raka, UTBK lebih dari sekadar ujian masuk kampus. Ia menyimpan banyak pelajaran hidup dari proses itu. “Yang paling berharga sih belajar untuk konsisten dan percaya sama proses,” katanya.

Raka juga belajar mengatur waktu dan emosi. Ia sadar, tak semua hal bisa dikendalikan tapi yang bisa dikendalikan adalah usaha dan cara kita menyikapinya. “Ternyata, kalau dijalani dengan sabar, hasilnya bisa melebihi ekspektasi,” tutupnya

Noya Shafana Meshia Ave, siswi SMA Muhammadiyah 4 Depok

Noya Shafana Meshia Ave, siswi SMA Muhammadiyah 4 Depok. Foto: istimewa

Berbeda dari siswa lain yang baru mulai panik di kelas 12, Noya sudah mulai menggali informasi soal UTBK sejak masih kelas 10. “Saya mulai cari infonya dari internet sejak kelas 10 SMA,” ujarnya..

Ketika akhirnya sekolahnya bekerja sama dengan sebuah bimbingan belajar, ia pun ikut, meski tanpa trik belajar khusus. “Trik khusus sepertinya tidak ada. Saya hanya belajar dari video atau pemahaman tentang UTBK di internet.”

Tantangan utama Noya muncul saat ia merasa terlambat paham. “Tantangan terberat yang saya alami adalah merasa terlambat paham saat belajar UTBK pas kelas 12,” katanya. Ia bahkan tidak memiliki buku latihan soal pribadi. Tapi bukan Noya namanya kalau menyerah begitu saja.

“Saya iseng cari di perpustakaan sekolah dan ternyata ada buku UTBK tahun 2019. Akhirnya saya belajar dari situ, berdua sama teman, kadang juga tanya guru.” Ia juga dibantu teman yang sudah ikut les lebih dulu, menunjukkan bahwa kolaborasi dan saling dukung bisa sangat membantu dalam perjuangan ini.

Setelah perjuangan panjang dan penuh keterbatasan, siapa sangka Noya berhasil tembus ke jurusan dan kampus negeri impiannya. “Ketika hasil UTBK keluar, saya kaget dan nggak percaya saya lulus,” ungkapnya haru. “Apalagi pendaftarnya sekitar 860.976 orang se-Indonesia. Rasanya seperti mimpi,” ungkapnya.

Noya juga percaya bahwa usaha tidak cukup jika tidak dibarengi dengan ikhtiar spiritual. “Saya ikut les, sedekah, minta doa orang tua, dan hal-hal simpel lainnya yang ternyata sangat berpengaruh,” ujarnya.

Bagi Noya, pelajaran berharga dari UTBK bukan cuma soal materi. “Saya belajar bahwa ikut les dan usaha kecil pun bisa berdampak besar. Dan jangan menunda cari informasi, karena belajar dadakan itu berat,” tutup Noya

Untuk kamu yang lulus,

Selamat! Keberhasilanmu hari ini adalah hadiah dari kerja keras kemarin. Nikmati pencapaianmu, tapi jangan berhenti bermimpi. Dunia kampus menantimu dengan tantangan dan petualangan baru. Tapi ingat, ini bukan garis akhir ini adalah garis mulai. Jangan hanya bangga pada hasil, tapi teruslah rendah hati dalam proses. Karena sejatinya, belajar tidak pernah berhenti.

Dan untuk kamu yang gagal,

Untuk mencapai sesuatu sering harus melewati perjuangan dan rasa sakit. Banyak orang-orang sukses yang terus mencoba kembali setelah gagal dan melakukan introspeksi serta evaluasi. Atau mungkin kamu sedang diarahkan ke jalan lain yang lebih cocok. Percayalah, rencana Tuhan selalu lebih bijaksana dari rencana kita. (Resty)

Tags: Gagal SNBTGagal UTBKLulus SMALulus SNBTLulus UTBKMasuk PTNSNBT
ShareTweetSendShare
Previous Post

Jenis Investasi dan Usaha yang Masuk Akal untuk Penganut Mendang-mending

Next Post

Pendingin Udara Seberat 155.000 Ton Diaktifkan, Suhu Panas Ekstrem di Arab Saudi Diperkiraan Lebih dari 40 Derajat

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Pendingin Udara Seberat 155.000 Ton Diaktifkan, Suhu Panas Ekstrem di Arab Saudi Diperkiraan Lebih dari 40 Derajat

Pendingin Udara Seberat 155.000 Ton Diaktifkan, Suhu Panas Ekstrem di Arab Saudi Diperkiraan Lebih dari 40 Derajat

Seberapa Penting Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup dan Bagaimana Aplikasi Kamu di Lingkungan Sekitarmu?

Seberapa Penting Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup dan Bagaimana Aplikasi Kamu di Lingkungan Sekitarmu?

Discussion about this post

TERKINI

Budiyanto Darmastono “The Pioneer Minded”, Bos Kurir SAP Ekspres yang Terapkan IT Terdepan untuk COD

3 Juni 2026

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

Risiko Pertumpahan Darah Besar Jika AS Lakukan Agresi Militer Terhadap Kuba Demi Kedaulatannya

29 Mei 2026

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

Uranium yang Diperkaya Iran Bukan Bagian dari Negosiasi, Sebut AS-Israel Tetap Niat Menggulingkan Negaranya

28 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video