Avesiar – Jakarta
Arab Saudi telah mengaktifkan sistem pendingin terbesar di dunia di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah seberat 155.000 ton untuk memudahkan pelaksanaan ibadah haji bagi lebih dari satu juta jemaah haji yang akan memulai perjalanan pada hari Rabu, dikutip dari TRT Global, Selasa (3/5/2025).
Hal itu dilakukan saat suhu udara meningkat di seluruh wilayah dan diperkirakan akan melebihi 40° Celsius. Sistem yang satu ini, menurut Saudi Gazette, memiliki total kapasitas pendinginan sebesar 155.000 ton.
Infrastruktur pendingin udara di Masjidil Haram, yang menjadi tempat Kakbah berada, bergantung pada dua stasiun utama: Stasiun Al-Shamiya, dengan kapasitas 120.000 ton, dan Stasiun Ajyad, dengan kapasitas 35.000 ton, demikian dijelaskan oleh surat kabar Saudi tersebut.
Kedua stasiun tersebut mencakup seluruh kompleks, termasuk semua area perluasan dan beberapa bagian tertua masjid yang dibangun pada abad ke-16, memastikan para peziarah merasakan suhu sedang dan nyaman berkisar antara 22° Celsius hingga 24° Celsius.
Untuk menjaga kualitas udara yang optimal, sistem ini mengintegrasikan teknologi pemurnian canggih yang mampu menghilangkan 95 persen kotoran di udara.
Hal ini memastikan lingkungan yang bersih dan aman bagi para peziarah, terutama selama puncak musim panas.
Semua pekerjaan pemeliharaan, termasuk penggantian komponen utama, pengamanan lokasi kerja, dan manajemen sumber daya yang efisien untuk mengakomodasi permintaan yang meningkat selama haji, akan ditangani oleh Otoritas Haram.
Tahun lalu, otoritas Saudi melaporkan bahwa 1.300 peziarah haji meninggal saat suhu mencapai 50° Celsius. Banyak yang tidak terdaftar dan tidak memiliki akses ke tenda dan bus ber-AC.
Pihak berwenang Saudi juga telah meminta para peziarah untuk tetap berada di tenda mereka selama beberapa jam selama puncak haji minggu ini, dengan alasan suhu yang tinggi.
Menteri Haji Tawfiq al-Rabiah, menurut sebuah laporan di media Saudi, telah meminta agar para peziarah menahan diri untuk tidak meninggalkan tenda mereka antara pukul 10:00 pagi dan 4:00 sore pada hari Kamis.
“Hari Arafah” secara tradisional menandai puncak haji, saat para peziarah mendaki Gunung Arafah di pinggiran Mekkah.
Area yang teduh telah diperluas hingga 50.000 meter persegi (12 hektar), ribuan petugas medis akan bersiaga, dan lebih dari 400 unit pendingin akan dikerahkan, menteri haji mengatakan kepada AFP minggu lalu.
Lebih dari 1,4 juta jemaah telah tiba di Arab Saudi hingga hari Ahad untuk melaksanakan haji, kata para pejabat. (ard)












Discussion about this post