• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Siapa Penemu Algoritma yang Menjadi Dasar Penciptaan Komputer dan Apa yang Kamu Ketahui?

by Ave Rosa
13 Juni 2025 | 23:49 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 6 mins read
A A
Siapa Penemu Algoritma yang Menjadi Dasar Penciptaan Komputer dan Apa yang Kamu Ketahui?

Ilustrasi. Foto: ist & The Science Faith. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Kecanggihan teknologi telah menjadi bagian dari hidup manusia zaman ini, di mana teknologi computer menjadi pemeran penting pada alat-alat yang digunakan manusia. Namun, pernahkah kita bertanya-tanya bagaimana semua itu bisa bekerja begitu cepat dan “cerdas”?

Di balik layar teknologi yang kita nikmati sehari-hari, ada satu unsur penting yang menjadi fondasi utamanya, yaitu algoritma.

DIkutip dari Wikipedia, algoritma adalah rangkaian terbatas dari instruksi-instruksi yang rumit, biasanya digunakan untuk menyelesaikan atau menjalankan suatu kelompok masalah komputasi tertentu. Algoritma digunakan sebagai spesifikasi untuk melakukan perhitungan dan pemrosesan data. Dalam bahasa yang lebih sederhana, algoritma adalah serangkaian langkah atau prosedur logis yang dirancang untuk menyelesaikan masalah secara sistematis.

Istilah “algoritma” sendiri berasal dari nama seorang ilmuwan Muslim abad ke-9 bernama Abu Ja’far Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi, seorang ahli matematika Persia yang menjadi pelopor dalam bidang aljabar dan perhitungan logis. Menariknya, meskipun istilah ini sering terdengar di dunia modern, dasar-dasar algoritma sudah dikenal manusia sejak lama, bahkan jauh sebelum komputer ditemukan.

Memahami algoritma bukan hanya penting bagi mereka yang belajar komputer, tapi juga bagi siapa pun yang ingin lebih bijak dan sadar dalam menggunakan teknologi. Karena nyatanya, algoritma ada di balik hampir semua aktivitas digital kita. Dengan memahaminya, kita bisa lebih peka terhadap bagaimana dunia digital bekerja.

Menurut kamu, seperti apa kamu mengenal yang disebut algoritma? Dan kenapa ia begitu penting dalam dunia digital yang kita jalani setiap hari? Kanal remaja dan anak muda KAMU KUAT! Avesiar.com akan membahas bersama beberapa remaja tentang apa yang mereka ketahui tentang algoritma.

Yuk, kita simak!

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Muhammad Faathin Naufal, mahasiswa semester 2, Universitas Multimedia Nusantara (UMN)

Muhammad Faathin Naufal, mahasiswa semester 2, Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Foto: istimewa

Muhammad Faathin Naufal, berbagi pengalamannya memahami algoritma secara mendalam. “Aku pertama kali benar-benar mendalami algoritma saat masuk jurusan Informatika di UMN,” ungkap Faathin.

Ia mengakui sebelumnya pernah dengar istilah tersebut, namun belum paham betul. Sekarang, aku tahu bahwa algoritma itu seperti ‘resep’ step by step untuk menyelesaikan sebuah masalah,” ucapnya.

Buat Faathin, algoritma bukan sekadar teori kuliah. Ia melihat algoritma sebagai otak dari semua teknologi digital yang kita pakai sehari-hari. “Coba deh pikirin, gimana TikTok atau Instagram bisa tahu apa yang kita suka hanya dalam beberapa scroll? Itu semua karena algoritma yang terus menganalisis pola dan preferensi pengguna,” jelasnya.

Yang menarik, Faathin juga menyoroti asal-usul kata “algoritma”. Ia pernah membaca bahwa istilah ini berasal dari Al-Khwarizmi, seorang ilmuwan Muslim dari abad ke-9. “Itu bikin aku mikir, ternyata fondasi dari teknologi modern udah ada sejak lama, bahkan jauh sebelum komputer diciptakan,” katanya. Pengetahuan ini membuatnya merasa lebih bangga dengan identitasnya sebagai pemuda Muslim.

“Kadang aku merasa dunia teknologi modern cuma dikaitkan dengan Silicon Valley atau tokoh Barat. Tapi tahu bahwa ada tokoh Muslim yang berperan besar, bikin aku lebih percaya diri. Aku merasa punya tanggung jawab moral untuk terus belajar dan berkembang, bukan cuma sebagai mahasiswa, tapi juga sebagai bagian dari generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Faathin juga menyoroti pentingnya masyarakat terutama warganet untuk lebih sadar bagaimana teknologi bekerja. “Kita bisa scroll media sosial berjam-jam tanpa sadar gimana cara semua itu bisa jalan. Padahal, mengetahui siapa yang merancang algoritma, siapa yang mengembangkan AI, bisa bikin kita lebih menghargai prosesnya,” ucapnya.

Lalu, bagaimana ia menerapkan semua itu dalam kehidupan sehari-hari? Faathin memilih untuk lebih bijak menggunakan teknologi. “Aku nggak mau cuma jadi pengguna yang konsumtif. Aku suka analisis cara kerja algoritma rekomendasi di YouTube atau Instagram, lalu coba eksperimen di kuliah atau proyek pribadi,” pungkasnya.

Aldo Yuhono, siswa kelas 11, SMA Negeri 2, Tangerang Selatan

Aldo Yuhono, siswa kelas 11, SMA Negeri 2, Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Aldo yang mulai mengenal algoritma sejak kelas 10 lewat pelajaran Informatika. “Yang saya tahu, algoritma itu prosedur logis atau serangkaian langkah-langkah yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah secara sistematis,” kata Aldo.

Penjelasannya sederhana tapi mengena karena memang itulah esensi algoritma menyusun langkah demi langkah untuk sampai pada solusi. Aldo menyadari betapa pentingnya algoritma di dunia teknologi saat ini.

Menurutnya, tanpa algoritma, teknologi tidak akan semaju sekarang. “Dengan adanya algoritma, pemrograman yang awalnya rumit bisa jadi lebih sederhana. Penggunaannya jadi lebih efisien dan efektif,” ujarnya.

Yang menarik, Aldo juga tahu bahwa algoritma bukanlah hal baru. Ia bahkan menyebut nama seorang tokoh penting dari dunia Islam Al-Khwarizmi. “Saya setuju kalau algoritma sudah ada sejak zaman dulu, sebelum komputer ditemukan. Itu ditemukan oleh ilmuwan Islam yang bernama Al-Khwarizmi,” jelasnya.

Reaksi Aldo ketika tahu bahwa tokoh penting di balik algoritma berasal dari dunia Islam? “Saya amat bangga. Ternyata Islam tidak hanya sebatas agama religius, tapi juga melahirkan cendekiawan cerdas yang karyanya bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya bersemangat.

Ia juga menekankan pentingnya mengenal para tokoh di balik penemuan teknologi. “Kita bisa belajar bahwa teknologi itu nggak ujug-ujug canggih, ada proses panjang dan manusia hebat di baliknya. Ini juga bisa membuat kita lebih bijak dalam menggunakan teknologi,” tutur Aldo.

Lalu bagaimana cara Aldo meneladani para ilmuwan tersebut? Jawabannya sederhana tapi bermakna: “Saya berusaha bijak dalam menggunakan teknologi, menghargai karya dan inovasi orang lain, serta mempelajari ilmu yang telah mereka wariskan.”

Aldo menunjukkan bahwa mengenal dan memahami teknologi tak harus lewat bahasa teknis yang rumit. Cukup dengan rasa ingin tahu, rasa hormat pada pengetahuan, dan semangat belajar, kita sudah melangkah mengikuti jejak para ilmuwan besar yang telah lebih dulu memberi manfaat untuk dunia.

Timur, mahasiswi semester 4, Politeknik Negeri Semarang

Timur, mahasiswi semester 4, Politeknik Negeri Semarang. Foto: istimewa

Menurut Timur algoritma adalah “mesin berpikir” dari teknologi yang kita pakai setiap hari. Tak banyak yang sadar bahwa algoritma tidak hanya penting bagi para ahli komputer, tapi juga bagi kita sebagai generasi muda yang hidup berdampingan dengan teknologi.

“Secara sederhana algoritma adalah langkah-langkah sistematis untuk menyelesaikan suatu tugas dalam dunia computer science,” kata Timur, mahasiswi Politeknik Negeri Semarang.

Ia mengibaratkan algoritma sebagai buku panduan yang membantu kita memahami bagaimana cara menyelesaikan sesuatu yang baru. Tanpa panduan itu, kita akan kesulitan menentukan arah.

Timur menjelaskan bahwa komputer sendiri tidak bisa berpikir seperti manusia. “Komputer berjalan berdasarkan algoritma yang telah diprogram dalam sistem. Tanpa algoritma, komputer tidak bisa menyelesaikan task, karena ia hanya mengikuti perintah,” ungkapnya.

Inilah mengapa algoritma dianggap sebagai fondasi dari teknologi informasi modern. Yang menarik, konsep algoritma ternyata bukan hal baru. Jauh sebelum komputer ditemukan, para ilmuwan sudah menyusun sistem logika untuk menyelesaikan masalah. “Setahu saya, algoritma ini memang didasari ilmu algebra yang berisi langkah sistematis dalam perhitungan matematika,” ujar Timur.

Lebih dalam lagi, nama “algoritma” sendiri berasal dari seorang tokoh Muslim bernama Abu Ja’far Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi, yang hidup pada abad ke-9. Saat mengetahui hal ini, Timur mengaku kagum. “Aku merasa amazed,” katanya jujur.

Ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan yang kini kita anggap modern, sebenarnya dibangun di atas fondasi pemikiran ilmuwan-ilmuwan terdahulu, termasuk dari dunia Islam. Bagi Timur, mengenal para tokoh di balik teknologi itu penting. “Menurutku, mengenal mereka jadi bentuk penghormatan atas penemuannya,” ucapnya.

Sikap menghargai seperti ini juga bisa menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih serius mendalami ilmu. “Dengan menekuni dan menikmati bidang yang saat ini aku geluti,” tutupnya

Belajar tentang algoritma bukan berarti kita harus menjadi ahli komputer, tetapi cukup untuk membuka wawasan bahwa di balik layar sentuh itu ada kerja keras, logika, dan sejarah panjang ilmu pengetahuan. Dengan begitu, kita bisa menjadi generasi yang tidak hanya menikmati teknologi, tetapi juga menghargai dan mengembangkannya untuk masa depan yang lebih baik. (Resty)

Tags: Al-KhawarizmiAlgoritmaKomputerPembuatan Komputer.Penemu Algoritma
ShareTweetSendShare
Previous Post

Gaza Blackout dari Internet Akibat Kejahatan Zionis Israel Memutus Jaringan Internet yang Tersisa

Next Post

Untuk Siapa Uang Amplop Pernikahan yang Biasa Diberikan oleh Tamu?

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Untuk Siapa Uang Amplop Pernikahan yang Biasa Diberikan oleh Tamu?

Untuk Siapa Uang Amplop Pernikahan yang Biasa Diberikan oleh Tamu?

Berbekam untuk Wanita, Seperti Apa?

Berbekam untuk Wanita, Seperti Apa?

Discussion about this post

TERKINI

Naudzubillah, Nasib Anak yang Dilahirkan dari Hasil Zina Menurut Islam

6 Mei 2026

Mampu Menjangkau 6000 Kilometer, Turki Pamerkan ‘Yildirimhan’ Rudal Balistik Antarbenua

6 Mei 2026

Apa yang Disebut Narcissistic Collapse atau ‘Keruntuhan Narsistik’ dan Cara Melindungi Diri Anda

5 Mei 2026

Kewajiban Bersikap Adil Menurut Islam Merujuk pada Al Qur’an dan Hadits

5 Mei 2026

Kuba Menyebut AS Sedang Cari Alasan untuk Lancarkan Intervensi Militer ke Negara Mereka

4 Mei 2026

Menyayat Hati, 8.000 Jenazah Masih Terperangkap di Puing-puing Reruntuhan di Gaza di Tengah 72.000 Jiwa Korban Genosida Israel

3 Mei 2026

Mencermati Hukum Shalat Fardhu di Akhir Waktu Beralasan Menjaga Wudhu

3 Mei 2026

Mengklaim Perang Telah Berakhir, Lebih Baik Tidak Membuat Kesepakatan Sama Sekali dengan Iran

2 Mei 2026

Jadwal Rencana Keberangkatan Jemaah Haji 1447 H, Puncak, dan Kepulangan ke Indonesia

2 Mei 2026

Cara Agar Tidak Terkena PHK, Mengatasi Stress Jika Terkena PHK, dan Tips Move On

1 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video