Avesiar – Jakarta
Iran tengah secara masif melancarkan serangan balasan setelah pengeboman fasilitas nuklir Natanz Iran. Bersamaan dengan itu, pernyataan provokatif Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan keterlibatan Amerika, telah menarik perhatian global.
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan memberikan “hukuman berat” dan memerintahkan serangan ke Tel Aviv dalam sebuah tindakan yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya, dikutip dari The New Arab, Jum’at (20/6/2025).
Sejauh ini, sedikitnya 639 warga Iran telah tewas dan 1.329 lainnya luka-luka, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), sementara 24 warga Israel tewas akibat serangan Iran, menurut otoritas Israel.
Meskipun demikian, kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mendesak dunia untuk tidak melupakan Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, tempat operasi militer dan kejahatan perang Israel terus berlanjut.
Kedutaan Besar AS di Yerusalem mengumumkan penutupan hingga Jumat menyusul pembalasan Iran, dengan memerintahkan staf untuk berlindung di tempat.
Di Gaza selatan, sedikitnya 80 warga Palestina tewas, banyak di antaranya saat mengantre bantuan di dekat pusat distribusi yang dikelola AS.
Otoritas Palestina melaporkan bahwa layanan telepon rumah dan internet di Gaza tengah dan selatan terputus setelah Israel merusak kabel serat optik utama.
Di Tepi Barat, pemukim Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap properti milik warga Palestina di kota-kota termasuk Nablus, Ramallah, dan Qalqilya. Satu kelompok pemukim dilaporkan menyerang pabrik batu yang berada di bawah perlindungan tentara.
Secara terpisah, media Israel Ynet mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengklaim kemajuan dalam pembicaraan untuk kesepakatan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel, tetapi faksi-faksi Palestina kemudian membantah adanya kesepakatan yang telah dicapai. (ard)













Discussion about this post