Avesiar – Jakarta
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Jumat mengatakan bahwa Iran tidak yakin dapat mempercayai Amerika Serikat usai Israel melancarkan serangan di tengah upaya untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
Araghchi, sebagaimana ia menyampaikan kepada NBC News di Jenewa, mengatakan bahwa sekarang giliran Washington untuk “menunjukkan tekad mereka untuk mencari solusi yang dinegosiasikan”.
“Jadi, mungkin mereka sudah punya rencana ini dalam benak mereka, dan mereka hanya butuh negosiasi untuk menutupinya. Kami tidak tahu bagaimana kami bisa mempercayai mereka lagi. Apa yang mereka lakukan sebenarnya adalah pengkhianatan terhadap diplomasi,” kata Araghchi, yang menyatakan bahwa pembicaraan itu adalah tipu muslihat untuk memungkinkan Israel melakukan serangannya, dikutip dari New Arab.
Diplomat tertinggi Teheran menegaskan kembali bahwa Iran tidak akan bernegosiasi dengan AS saat masih diserang Israel, meskipun Iran telah terlibat dalam pembicaraan tentang program nuklirnya dengan negara-negara Eropa di Jenewa.
“Kami tidak siap untuk bernegosiasi dengan mereka lagi, selama agresi terus berlanjut,” katanya.
Menggarisbawahi pendirian Teheran, ia menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan pengayaan uranium, seperti yang dituntut oleh Washington, seraya menambahkan bahwa ia telah menjelaskan hal ini kepada utusan AS Steve Witkoff.
“Saya katakan kepadanya beberapa kali bahwa pengayaan nol tidak mungkin dilakukan. Ini adalah pencapaian para ilmuwan kita sendiri. Ini adalah masalah harga diri dan martabat nasional,” katanya ,” kata Araghchi, kemudian menambahkan bahwa setiap negara memiliki hak untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.
Diskusi AS-Israel tentang pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang juga disinggung dalam wawancara tersebut telah digambarkan Araghchi sebagai “penghinaan”. (ard)












Discussion about this post