Avesiar – Jakarta
Dilansir laman Hello Sehat, apabila dibandingkan dengan perkembangan anak usia 10 tahun, yang dibahas pada artikel sebelumnya, Anda bisa melihat ada perbedaan di perkembangan remaja fase middle ini. Secara umum, bisa dikatakan bahwa perkembangan psikologi remaja terlihat karena mereka mulai membangun identitas diri.
Tidak hanya itu, di rentang usia ini, remaja juga mulai memperlihatkan kemandirian agar tidak terus bergantung pada orang tua.
Berikut beberapa perkembangan psikologi atau emosi remaja di usia 14 hingga 17 tahun.
• Memperlihatkan kemandirian pada orang tua.
• Menghabiskan waktu yang lebih sedikit dengan orang tua.
• Mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis.
• Mempunyai kepedulian serta perhatian pada keluarga, teman, dan lawan jenis.
• Perubahan suasana hati yang tidak menentu.
1. Perkembangan emosional
Pada perkembangan anak usia 14 tahun, emosi remaja masih tergolong naik turun. Ia masih mempunyai suasana hati yang mudah berubah sehingga ada kalanya orang tua kewalahan dengan hal ini.
Di usia ini, Anda juga perlu mulai memberikan edukasi seksual karena anak mulai memiliki ketertarikan dengan teman lawan jenisnya. Di usia ini pula anak akan mulai melakukan hal-hal yang berisiko, sehingga Anda wajib mengajaknya berdiskusi mengenai hal-hal baru yang diketahuinya.
Sampaikan apa akibat dari berbagai hal yang sudah atau hendak dilakukannya. Seiring bertambahnya usia, perkembangan psikologi atau emosi remaja juga mulai memperlihatkan kepedulian.
Simpati dan empati mulai terpupuk walau ada kalanya ia mempunyai sudut pandang berbeda. Perhatikan apabila ia memperlihatkan perubahan perilaku yang tidak sesuai dengan kebiasaan sehari-hari.
Bukan tidak mungkin apabila dalam perkembangan psikologi atau emosi remaja ia mengalami beberapa gangguan. Beberapa masalah ini misalnya gangguan tidur, gangguan citra tubuh, krisis kepercayaan diri, sehingga berujung terjadinya depresi pada remaja.
Walaupun waktu Anda dengan anak menjadi lebih sedikit, tetap bangun komunikasi sehingga ia tidak merasa kehilangan arah.
2. Perkembangan sosial
Setelah disinggung sedikit di atas, bahwa pada fase ini anak mempunyai ikatan tersendiri dengan teman sebaya atau bahkan teman terdekatnya. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan terutama ketika ia mempunyai kesukaan yang sama.
Tidak hanya itu, bukan hal aneh apabila remaja lebih nyaman membicarakan masalah pada teman terdekatnya terlebih dahulu. Hal ini pun berlanjut sampai di perkembangan anak usia 17 tahun karena ia tetap menjaga hubungan baik dengan sahabat.
Mungkin, hubungan orang tua dengan anak akan bergeser karena ini. Namun, ada baiknya Anda tetap menjaga komunikasi agar hubungan tetap terjaga, sehingga anak akan tetap mencari orang tua ketika sangat dibutuhkan. (put)













Discussion about this post